Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

21 Jan 2022, 13:55 WIB

Berburu Amal Saleh

Kita kelak di akhirat akan menyesal mengapa selama di dunia tidak bersegera beramal saleh.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Amal saleh sebenarnya sangat banyak dan sangat dimudahkan. Tidak ada siapa pun yang menghalangi amal saleh. Sebab, setiap kebaikan adalah indah.

Dalam pepatah Arab dikatakan: “Izra’ jamiillan fainnal jamiila haitsu yuzra’ fahuwa jamiilun (Tanamkan kebaikan, sebab kebaikan tetap indah ditanam di mana saja).”

Allah menyebutkan kebaikan dalam bentuk plural al-khairaat. Artinya, sangat banyak dan tidak terbatas. Dengan hanya memberikan senyum saja, Anda sudah bersedekah.

Nabi SAW bersabda: “Tabassumuka fi wajhi akhiika sadaqatun.” (HR Tirmidzi). Dalam hadis lain, “Itaqunnara walau bisyaqqi tamrin (Lindungi dirimu dari api neraka sekalipun hanya dengan bersedekah separuh kurma).” (HR Bukhari-Muslim).

Karena itu, kita harus berlomba merebut kebaikan: fastabiqul khairaat (QS al-Baqarah: 148). Kata fastabiquu berbentuk perintah agar berlomba untuk mengamalkan kebaikan apapun. Maksudnya, memburu kebaikan dalam setiap kesempatan. Sebab, semua kebaikan adalah proyek-Nya.

Allah tidak pernah kehilangan cara untuk mendapatkan orang yang mau melaksanakannya. Jika kita tidak memburunya, bisa dipastikan kita akan kehilangan momentum untuk mendapatkannya. Lebih dari itu, kita kelak di akhirat akan menyesal mengapa selama di dunia tidak bersegera beramal saleh.

Allah berfirman: “Wa saari’uu ilaa maghfiratin mir rabbikum (Bersegeralah untuk mendapatkan ampunan dari Allah Tuhanmu).” (QS Ali Imran: 133). Maksud dari “bersegera” adalah tidak bermalas-malasan dalam meraih kebaikan. Sebab, dengan bermalas-malasan Anda akan mengalami dua kondisi yang sama-sama merugikan.

 
Boleh jadi ajal mendahuluinya, sehingga Anda meninggal dunia sebelum beramal.
 
 

Pertama, boleh jadi ajal mendahuluinya, sehingga Anda meninggal dunia sebelum beramal. Contohnya, Anda bermalas-malasan menegakkan shalat pada awal waktu sehingga Anda meninggal dunia sebelum menegakkannya.

Kedua, boleh jadi amal tersebut sudah selesai dikerjakan orang lain, sehingga Anda kehilangan kesempatan berbuat pahala. Seperti kesempatan membangun masjid, Anda tidak mau menyumbangnya sampai masjid itu rampung. 

Itulah alasan Allah memerintahkan agar kita memperbanyak amal: “Wa quli’maluu fasayarallahu alamakum wa rasuuluh wal mu’minuun (Sampaikan Muhammad, beramallah, sebab Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman akan melihat amalmu).”

Artinya, tidak ada amal saleh yang sia-sia. Semua amal baik atau buruk tetap dalam pengawasan-Nya. Jangan khawatir, Anda tidak mendapatkan balasan dari-Nya: “Famay ya’mal mitsqaala dzarratin khairay yarahu. Wamay ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarahu (Siapa yang beramal baik sebesar zarrah pun Allah pasti melihatnya. Sebaliknya siapa yang beramal buruk sebesar zarrah pun Allah pasti akan membalasnya).” (QS az-Zalzalah: 7).


×