Pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Vincent Rivaldi Kosasih (kanan) menghadang laju dari pebasket Pasific Caesar Surabaya Tyron Lamar Criswell (kiri) dalam pertandingan Seri 1 Jakarta Indonesian Basketball League (IBL) 2022 di Hall Basket, Kompleks Gelora | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Olahraga

20 Jan 2022, 03:40 WIB

Pelita Jaya Bukukan Kemenangan Ketiga Beruntun

Aspek rebound menjadi keunggulan Pelita Jaya dalam pertandingannya kali ini.

JAKARTA — Pelita Jaya Jakarta membukukan kemenangan ketiga beruntun pada seri pertama Indonesian Basketball League (IBL) 2022. Tampil di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (19/1). Pelita Jaya berhasil mengalahkan Pacific Caesar Surabaya, 90-66.

Pemain impor Dior Lowhorn masih menjadi mesin pencetak angka Pelita Jaya dengan mengumpulkan 22 poin, diikuti Andakara Prastawa dan Govinda Saputra yang masing-masing mencetak 15 poin, seperti terliha dalam catatan resmi liga. Di kubu Pacific, Tyron Lamar Criswell memperoleh 19 poin, dibantu Yonatan dengan 10 poin. 

Aspek rebound menjadi keunggulan Pelita Jaya dalam pertandingannya kali ini. Tim asuhan Fictor Roring itu mencatatkan 55 rebound berbanding 36 milik Pacific.

Ito, sapaan akrab Fictor Roring, mengaku masih mencari formasi yang tepat. "Persiapan kita sangat kurang latihan baru 3 Januari 2022. Formasi sedang cari terus, tetapi kita percaya dengan kemampuan para pemain,” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pelita Jaya Bakrie Jakarta (pelitajayabasketball)

Pelatih Pacific Aries Herman mengakui, dalam pertandingan ini pihaknya lebih mengandalkan tembakan tiga angka. Tercatat 38 tembakan tiga angka dilepaskan, 11 di antaranya berhasil masuk ke ring lawan. "Kita kalah postur dari Pelita Jaya, jadi kita manfaatkan tembakan jarak jauh,” ujar Herman.

Dengan kemenangan itu, Pelita Jaya untuk sementara memuncaki klasemen Divisi Putih dengan mengoleksi enam poin, dibayangi Amartha Hangtuah Jakarta dan Dewa United yang sama-sama memiliki empat poin.

Ujian buat Dewa United

 

 

Dewa United Surabaya yang akan menjalani pertandingan pada Kamis (20/1) akan mendapatkan ujian dari tim pendatang baru IBL 2022, Tangerang Hawks. Sejauh ini, Dewa United telah menunjukkan sinyalnya sebagai penantang dua finalis musim lalu, yakni Satria Muda Jakarta dan Pelita Jaya Jakarta.

Pelatih kepala Dewa United Andhika "Bedu" Saputra menyatakan, semua tim yang berlaga di IBL musim ini harus diwaspadai, termasuk Hawks. "Hawks itu tim yang solid dan kuat, semua pemain harus kita waspadai. Kita harus kerja keras bermain dengan mereka,” ujarnya saat dihubungi Republika.

Bedu mengakui, banyak pelajaran yang ia raih dari dua gim yang telah dilakoninya. “Kita harus banyak evaluasi buat gim ke depan. Kita harus memperbaiki sedikit demi sedikit supaya bisa menghasilkan permainan yang lebih bagus,” ujarnya.

Menatap persaingan IBL musim ini, Dewa United menjadi salah satu tim yang paling aktif dalam melakukan penguatan tim. Tercatat, tim telah mendatangkan dua pemain senior yang pernah dinobatkan menjadi pemain terbaik, yakni Kaleb Ramot Gemilang dan Xaverius Prawiro. Itu masih ditambah dengan hadirnya Jamarr Andre Johnson.

Kaleb dan Xaverius sejauh ini sudah membuktikan penampilan terbaiknya dari dua laga awal yang dimenangkan bersama Dewa United. Ia tampil gemilang saat mengalahkan Bima Perkasa Jogja 73-72 dan Satya Wacana Salatiga (66-64).

Hawks yang menjadi tim debutan IBL 2022 sebenarnya kurang diperhitungkan. Namun, tim yang dilatih Efri Meldy ini mampu menggebrak dalam dua laga awal. Dengan semangat dan mental bertanding yang mereka tunjukkan, Hawks berhasil menumbangkan Evos Bogor (53-50) dan Bali United (70-68).

"Skuad Dewa United memiliki pemain dengan kemampuan yang merata. Mereka juga sangat berpengalaman.Tapi, menurut saya, besok saya mau fokus kepada defense,” ujar Coach Meldy.

Meldy juga mengatakan, ia harus lebih menyoroti permainan pemain lokal milik Dewa United. ”Ada Kaleb dan Xaverius. Terutama Kaleb yang dalam dua gim terakhir ini berkontribusi point lebih banyak dari pemain asing. Sedangkan, Xaverius pengalamannya bisa menentukan juga di menit-menit akhir pertandingan,” katanya lagi.


×