Bank BRI | ANTARA FOTO

Ekonomi

20 Jan 2022, 12:58 WIB

BRI Optimalkan Layanan Berbasis Hybrid Bank

BRI berinovasi dalam financial technology dengan pendekatan fully digital and new business model.

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya mengoptimalkan layanan perbankan dengan menerapkan strategi hybrid pada era digital. Metode hybrid bank tersebut terbukti efektif terlebih mayoritas pelaku usaha industri perbankan telah lebih terbiasa dengan digitalisasi.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengatakan, hybrid bank lebih cocok diterapkan karena BRI memiliki nasabah yang sangat heterogen. Meskipun saat ini masyarakat sudah tak asing dengan perangkat gawai, tak dapat dimungkiri cakupannya belum 100 persen yang melek literasi dan keuangan digital.

“Strategi kami memang mengandalkan hybrid bank untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang beragam karakteristiknya. Apalagi, di tengah pandemi, kondisi ini semakin mempercepat proses digitalisasi. Namun, meski digitalisasi tak bisa dielakkan, masih ada sejumlah nasabah yang masih nyaman dengan layanan perbankan secara physical,” kata Indra di Jakarta, Rabu (19/1).

Dalam pengaplikasian hybrid bank, BRI menerapkan prinsip phygital atau physical and digital. Indra menjelaskan, keduanya merupakan paduan keunggulan layanan fisik secara langsung dan tentunya secara digital.

Melalui perpaduan tersebut, Indra meyakini engagement dengan nasabah akan semakin kuat. Dari sisi lain, hybrid bank diterapkan BRI karena digitalisasi secara menyeluruh tidak bisa menggantikan trust. Digitalisasi juga tidak dapat menggeser brand maupun service.

Indra mengatakan, penerapan hybrid bank dilakukan BRI melalui transformasi digital yang didasarkan pada tiga landasan utama. Pertama, digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan berfokus pada efisiensi. Hal ini diimplementasikan melalui aplikasi layanan perbankan BRImo, BRISpot, hingga BRILink.

Kedua, BRI menyiapkan platform digital untuk masuk ke dalam ekosistem bisnis. Hal ini menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan karena mendorong peningkatan dana murah (CASA), fee based income (FBI), dan nasabah baru.

Ketiga, BRI berinovasi dalam financial technology dengan pendekatan fully digital and new business model. Tujuannya untuk memberikan layanan kepada nasabah dengan lebih cepat dan efisien.

“Landasan tersebut seiring dengan misi kami memberikan layanan perbankan hingga ke seluruh penjuru negeri. Strategi BRI adalah go smaller, go shorter, and go faster untuk menjadi the most valuable banking group in Southeast Asia & champion of financial inclusion,” ujar Indra.

Menurut Indra, langkah strategis BRI itu pun menuai hasil positif, yang terlihat dari tingkat inklusi layanan perbankan digital BRI bertumbuh lebih dari 100 persen sepanjang 2021 dan pertumbuhan volume penggunaan mobile apps atau super apps BRI naik kurang lebih 600 persen. Dengan demikian, keberhasilan tersebut akan terulang pada 2022.

Indra menambahkan, BRI juga mulai menyusun blueprint transformasi dengan visi besar BRIvolution 1.0 dan berubah menjadi menjadi BRIvolution 2.0 karena tantangan bisnis pada masa pandemi. Ia mengatakan, perjalanan transformasi digital di BRI sudah dijalankan sejak 2017. 

Sepanjang 2021, dimulai pada Januari 2021, BRI dinobatkan sebagai Model Bank for Financial Inclusion oleh Celent atas berbagai inovasi inklusi keuangan di Indonesia. Celent merupakan lembaga riset dan firma advisory yang fokus pada teknologi pada institusi finansial secara global.

Terakhir, pada pengujung tahun lalu, yakni Desember 2021, BRI menyelenggarakan BRIAPI Awards 2021 untuk mengapresiasi tenaga pemasar dan mitra BRIAPI yang berhasil mencatatkan sales volume mencapai Rp 174,5 triliun, atau bertumbuh 305,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tiga digit juga dicapai oleh BRIAPI dalam jumlah transaksi dan FBI.

Hingga kuartal IV 2021, terdapat lebih dari 226 juta transaksi melalui BRIAPI, melonjak 156,8 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya dan menghasilkan Rp 45,6 miliar FBI.


×