Siswa SMPN 252 antre untuk mengikuti tes usap PCR di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). Sebanyak 35 siswa serta 10 guru mengikuti tes usap PCR setelah terdapat satu siswa yang positif COVID-19 dan untuk saat ini PTM (Pembelajaran Tatap Muka) diberhentikan | ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

Jakarta

19 Jan 2022, 03:26 WIB

Sekolah Tutup Terus Bertambah Akibat Covid-19

PGRI mengimbau pelaksanaan PTM 100 persen sekolah di Jakarta dievaluasi.

JAKARTA -- Jumlah sekolah yang harus menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Jakarta terus bertambah. Terbaru, dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar) harus ditutup, karena ada guru yang positif Covid-19, di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Ada dua yang ditutup. SD Tanjung Duren Selatan 01 dan 05, kalau gak salah," kata Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Jakbar II Masduki saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/1).

Dua sekolah itu belum termasuk dalam daftar 39 sekolah yang harus menghentikan PTM 100 persen, sebagaimana rilis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski begitu, Masduki belum bisa memastikan sejak kapan sekolah tersebut ditutup.

Hanya saja, sambung dia, SDN Tanjung Duren Selatan 01 dan 05 itu ditutup lima hari karena ada tenaga pendidik yang terpapar Covid-19. Selama sekolah ditutup, kata dia, sebagai gantinya guru harus mengajar daring kepada siswa. "Kalau ikuti SKB (Surat Keputusan Bersama) Empat Menteri ya lima hari. Selama lima hari mereka PJJ, pembelajaran jarak jauh," kata Masduki.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Pendidikan DKI Jakarta (disdikdki)

Menurut dia, selama lima hari itu pula, sekolah wajib disterilkan dengan disemprotkan disinfektan di setiap ruangan. Masduki menambahkan, proses tracing kasus Covid-19 dan tes PCR juga dilakukan guna memantau dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat peran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk menghadapi lonjakan varian omikron di Ibu Kota sebagai langkah mitigasi. Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria, menyebut selain memperkuat Satgas Covid-19 terutama di sekolah, Pemprov DKI juga meningkatkan tes dan penelusuran serta mempercepat pemberian vaksinasi bagi siswa.

"Yang pertama, penguatan Satgas Covid-19 di sekolah-sekolah, ini untuk yang terkait sekolah ya. Kemudian, selanjutnya kami meningkatkan tes, tracing. Lalu, percepatan vaksinasi khususnya bagi anak-anak," kata Riza di Balai Kota DKI, Selasa.

Riza menjelaskan, Pemprov DKI terus menggalakkan sosialisasi hingga pengawasan protokol kesehatan kepada masyarakat, khususnya di sekolah. Dia juga berpesan agar jangan sampai semua pihak abai dan menganggap enteng varian omikron. "Upaya lainnya terus dilakukan disinfektan, terus melakukan sosialisasi, pengawasan, monitoring, dan evaluasi secara terus-menerus berkala. Semua kami upayakan," kata Riza.

photo
Petugas menyemprotkan disinfektan di SMPN 252, Jakarta yang tengah mengehentikan sementara kegiatan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) setelah terdapat satu siswa yang positif Covid-19, Jumat (14/1/2022). Pemprov DKI Jakarta tetap akan menggelar PTM 100 persen, walau saat ini sudah ada beberapa sekolah yang ditutup sementara akibat ditemukannya kasus Covid saat PTM berlangsung. - (Prayogi/Republika.)

Sebelumnya, Riza menyinggung jika Pemprov DKI total menutup 39 sekolah di Ibu Kota yang menggelar PTM 100 persen sejak 3 Januari 2022. Semua sekolah itu ditutup sementara karena ada temuan kasus, baik guru maupun siswa positif Covid-19.

Karena penutupan tidak berbarengan dan hanya berlangsung lima hari, sambung dia, sembilan sekolah itu sudah buka kembali setelah petugas mensterilkan ruangan kelas. "Memang ada peningkatan sekolah tutup, totalnya yang ditutup ada 39 sekolah. Namun, sebagian sudah dibuka kembali," kata Riza di Balai Kota DKI, Senin (18/1) malam WIB.

photo
Petugas menyemprotkan disinfektan di ruang kelas SMPN 252, Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). Sebanyak 35 siswa serta 10 guru mengikuti tes usap PCR setelah terdapat satu siswa yang positif Covid-19 dan untuk saat ini PTM (Pembelajaran Tatap Muka) diberhentikan selama lima hari. - (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.)

Dari jumlah 39 sekolah, menurut Riza, peserta didik yang terpapar Covid-19 mencapai 62 orang, ditambah dua orang pendidik dan tiga tenaga kependidikan. Dia mengeklaim, penyebab siswa dan guru positif Covid-19 karena tertular di luar sekolah. "Entah dari perjalanan ataupun dari rumah, yang terlihat dari rata-rata tingkat keterpaparan per sekolah antara satu atau dua kasus," katanya.

Riza menyinggung, kasus positif Covid-19 yang paling parah terjadi di SMKN 35 Jakarta yang berlokasi di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, yang mencapai sembilan kasus. Karena persentase kasus di bawah lima persen, kata dia, perlakuan protokol kesehatan tetap sama dengan hanya dilakukan penutupan selama lima hari.

Tergesa-gesa

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof Unifah Rosyidi, mengkritik pelaksanaan PTM 100 persen yang diselenggarakan di sejumlah daerah, khususnya Jakarta terlalu tergesa-gesa.

"Sejak awal PGRI keberatan dengan PTM 100 persen, sebab sebagaimana diketahui meskipun di Jakarta guru yang sudah divaksinasi hampir 100 persen, siswanya untuk jenjang menengah 78 persen. Akan tetapi, untuk siswa SD baru dimulai vaksinasi,” ujar Unifah.

Apalagi, kata dia, kebijakan PTM 100 persen diselenggarakan pada saat varian omikron mulai merebak di Tanah Air. Oleh karena itu, PGRI keberatan PTM 100 persen terus diterapkan di semua sekolah.

Unifah menghimbau agar pelaksanaan PTM 100 persen, terutama di Jakarta dievaluasi. Sementara itu, faktor pendukung pembelajaran, seperti mutu pembelajaran hibrida, menurut dia, sebaiknya ditingkatkan dan infrastruktur digital diperbaiki. 


×