Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

19 Jan 2022, 03:30 WIB

Mendahulukan Allah

Semoga Allah memberikan kekuatan dalam mendahulukan hak Allah di atas hak siapa pun.

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Semua urusan menjadi mudah ketika mendekat dan berserah diri hanya kepada Allah SWT semata. Kebingungan, kegundahan, dan problematik kehidupan menjadi sirna sebab hanya Allah yang menjadi tempat bergantung. Masalahnya adalah tidak sedikit manusia yang menjadikan Allah sebagai prioritas hanya sebatas di lisan.

Padahal, kita sudah bersumpah untuk mempersembahkan seluruh hidup dan mati hanya untuk-Nya. “Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam’.” (QS al-An’am [6]: 162).

Rasulullah dan para sahabatnya telah meneladankan dalam hal mendahulukan Allah. Sesibuk apa pun urusan ketika ada panggilan melaksanakan shalat maka segera ditinggalkan urusan tersebut dan bersegera untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Aisyah RA ditanya, “Apa yang biasa dilakukan Nabi SAW di rumahnya?” Aisyah menjawab, “Beliau membantu keluarganya, jika waktu shalat tiba, beliau berwudhu dan keluar untuk shalat.”

Ibnu Abbas RA menceritakan kepada para sahabat yang disibukkan dengan pekerjaan dan perniagaannya. Ketika azan berkumandang, mereka langsung meninggalkan perkerjaan dan perniagaannya, lalu berduyun-duyun menuju masjid untuk shalat berjamaah.

Begitu pula yang disaksikan Abdullah bin Umar RA ketika datang ke sebuah pasar. Ketika tiba waktu shalat berjamaah, para pedagang serentak menutup toko-toko mereka dan bersama-sama berjalan menuju masjid.

Seperti itu seharusnya, dalam kondisi apa pun ketika ada undangan dari Sang Pencipta untuk menunaikan shalat, seorang Muslim harus segera memenuhi undangan tersebut. Pesan itu pula yang disampaikan Imam Syahid Hasan Al-Banna, “Bangkitlah segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengarkan azan walau bagaimanapun keadaannya.”

Sikap di atas kadang bertolak belakang dengan kondisi di masyarakat. Tidak jarang kita melihat orang yang lebih asyik dengan kegiatan rapat, mengajar, bisnis, belanja, olahraga, nonton TV, main HP, sibuk dengan anak, dan kegiatan lainnya, yang menomorduakan pelaksanaan ibadah shalat dengan tanpa bersalah.

Tidak patut bagi Muslim meremehkan kewajiban shalat. Shalat sebagai salah satu pilar dalam bangunan Islam (HR Bukhari), dan ibarat kepala dalam tubuh (HR Thabrani).

Karena itu, setiap Muslim hendaknya bertekad mendirikan shalat tepat waktu dan tidak menundanya, apalagi melalaikan. Secara tegas, Alquran mengecam orang yang meremehkan kewajiban shalat hingga terlewat waktunya (QS Al-Ma’aun [107]: 4-5).

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita, kaum Muslimin, dalam mendahulukan hak Allah di atas hak siapa pun. Sehingga kita layak disebut sebagai orang yang tidak lalai dalam mengingat-Nya. Amin. 


×