Calon jamaah umrah berpelukan dengan keluarganya sebelum berangkat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/1/2022). Sebanyak 419 orang berangkat melaksanakan ibadah umrah setelah beberapa tahun terakhir Indonesia ti | Republika

Kabar Utama

17 Jan 2022, 03:55 WIB

Umrah Dihentikan Sementara

Sebanyak 11 dari 25 orang tim advance umrah terkonfirmasi positif varian omikron.

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menghentikan sementara penerbangan jamaah umrah setelah empat pemberangkatan dilakukan pada bulan ini. Penghentian sementara itu untuk mengevaluasi one gate policy atau pemberangkatan satu pintu yang diterapkan sekaligus melihat dinamika penularan Covid-19 varian omikron di Indonesia dan Arab Saudi.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan, sekitar 1.731 jamaah telah berangkat melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Pemberangkatan jamaah terbagi dalam empat kelompok, yakni pada tanggal 8, 10, 12, dan 15 Januari. Skema OGP mewajibkan seluruh jamaah umrah yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan screening kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Hilman melanjutkan, jamaah umrah yang berangkat perdana pada 8 Januari akan kembali ke Indonesia 17 Januari. Sekembalinya jamaah ke Indonesia, Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jamaah yang terinfeksi omikron. “Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai 15 Januari 2022 dan kita coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi,” kata dia di Jakarta, Ahad (16/1).

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan 5.628 kasus Covid-19 baru pada Sabtu (15/1). Dilansir laman Gulf News, Sabtu (15/1), statistik menunjukkan bahwa jumlah total infeksi di Kerajaan Arab Saudi mencapai 604.672 kasus. Saudi dengan populasi 35 juta jiwa menghadapi kenaikan kasus secara pesat beberapa hari ini. Hal itu terjadi seiring dengan penyebaran varian omikron pada awal tahun ini.

photo
Sejumlah calon jamaah umrah mengantre untuk pemeriksaan dokumen di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/1). - (Republika)

Sebanyak 11 dari 25 orang tim advance umrah diketahui terkonfirmasi positif varian omikron. Mereka kini sedang menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta. Mereka saat ini dipastikan dalam kondisi baik atau positif Covid-19 tanpa gejala (OTG).

Tim advance umrah berisi 25 orang dari enam asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Mereka diberangkatkan ke Arab Saudi pada 23 Desember 2021 dan telah kembali ke Tanah Air sebelum jamaah umrah kelompok pertama berangkat pada 8 Januari. Tim tersebut dibentuk untuk menjalani serangkaian proses umrah, dari karantina pemberangkatan hingga kepulangan yang akan dilakukan jamaah.

Setelah tim tiba di Tanah Air, pada Sabtu (8/1), sebanyak 414 jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci. Rombongan jamaah tersebut merupakan kelompok pertama yang secara resmi bisa menjalankan ibadah umrah setelah sebelumnya tertunda karena pandemi. Indonesia terakhir kali mengirim jamaah pada November 2020.

Pemilik biro travel umrah dan haji khusus Patuna Mekar Jaya, Syam Resfiadi, mengatakan, ia bersama 10 orang lainnya kini masih menjalani karantina di Wisma Atlet. “Alhamdulillah, kami yang terpapar (omikron) 11 dari 25 orang tim advance kondisinya normal, hanya sempat batuk dan demam. Alhamdulillah, cukup dengan obat flu dan batuk sudah bisa reda,” kata Syam saat dihubungi Republika, Ahad (16/1).

Syam menceritakan, perpanjangan masa karantina kepada 11 orang dari tim advance percobaan umrah pada masa pandemi dilakukan sejak Rabu (12/1). Karantina dilakukan setelah hasil pemeriksaan positif Covid-19 setelah pulang dari Arab Saudi. Dia memastikan, manajemen Patuna Mekar Jaya belum bisa menyelenggarakan umrah saat ini. Kebijakan itu diambil demi keselamatan jamaah umrah.

“Karena bukti saya OTG, Covid-19 varian omikron melanda Saudi Arabia. Jadi, demi keselamatan jamaah, mohon kiranya bersabar kembali untuk waktu yang lebih baik dengan izin dan kehendak Allah SWT,” kata Syam. Ia pun mempersilakan travel lain jika ingin memberangkatkan jamaah umrah pada masa pandemi saat ini.

Wakil Ketua Umum Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH) Tri Winarto mengatakan, PPIU harus memastikan jamaahnya menaati protokol kesehatan saat beribadah umrah. Ia meminta jangan sampai pengalaman 11 orang dari tim advance terpapar omikron dialami jamaah yang berangkat kemudian.

Menurut pemilik travel Firdaus Tour tersebut, penyebab utama seseorang dapat terinfeksi Covid-19 adalah lalai menerapkan protokol kesehatan. Jamaah perlu terus diingatkan agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang dibuat Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. “Perlu edukasi yang mendalam sehingga jamaah sadar betul, paham betul bahwa SOP pencegahan Covid-19 adalah sebuah kebutuhan,” ujar Tri.

PPIU juga diminta harus memastikan jamaahnya taat terhadap protokol kesehatan saat menyelenggarakan ibadah umrah. Jangan sampai pengalaman 11 orang dari tim advance terpapar Covid-19 varian baru omicron dialami jamaah yang berangkata kemudian.

"Proteksi penyelenggara umroh PPIU terhadap jamaah agar tidak positif adalah tentu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Wakil Ketua Umum Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umroh Haji (Ampuh), Tri Winarto, saat dihubungi Republika, Ahad (16/1). 

Tri yang juga pemilik travel Firdaus Mulia Abadi (Firdaus Tour) ini mengatakan, banyak faktor yang membuat seseorang yang bepergian keluar negeri dalam hal ini umroh terpapar virus. Di antara faktor yang paling utamanya, karena mereka lalai menerapkan protokol kesehatan. 

"Kadang keberangkatan jamaah itu karena euforia kesenangan dia lengah, jadi seenaknya sendiri seolah menganggap hal itu adalah sepele," ujarnya.

Untuk itu jamaah perlu terus diingatkan agar selalu patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) yang dibuat oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memiliki standar oprasional prosedur (SOP) bagaimana prokesnya ditaati. "Sehingga perlu edukasi yang mendalam sehingga jamaah sadar betul, paham betul bahwa SOP pencegahan covid adalah sebuah kebutuhan," katanya.

photo
Sejumlah calon jamaah umrah berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/1). Sebanyak 419 orang berangkat melaksanakan ibadah umrah setelah beberapa tahun terakhir Indonesia tidak mengirimkan jamaah akibat pandemi Covid-19. Republika/Putra M. Akbar - (Republika)

Tri menegaskan, masyarakat terutama jamaah umrah jangan ragu untuk taat terhadap semua ketentuan yang berlaku termasuk prokes. Jangan sampai atas nama ketidakpercayaan, mengabaikan protokol kesehatan. "Kita tidak bisa memanipulasi atas nama ketidakpercayaan terhadap pandemi ini, terhadap virus ini. Jadi mau tidak mau fakta menyebutkan banyak sekali penularan dari perjalanan ini," katanya.

Sudah saatnya jamaah umrah tidak abai dengan imbauan dari pemerintah luar dan dalam negeri soal pandemi. Karena umrah di masa pandemi berbeda dengan di luar pandemi. "Dengan kata lain sekali lagi kesadaran harus timbul untuk bersama-sama menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya. 


×