Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

15 Jan 2022, 03:30 WIB

Mendidik Anak Saleh

Setiap orang tua berkewajiban mencetak dan mendidik anaknya menjadi saleh.

OLEH ARMAWATI 

Seorang anak adalah anugerah. Setiap orang tua tidak cukup hanya memberi makan dan membesarkannya, tapi juga harus mengasuh dan mendidiknya agar menjadi anak yang saleh.

Saleh merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Arab. Kata saleh berasal dari kata shaluha-yashluhu-shalahan, yang artinya baik, tidak rusak, dan patut. Adapun patut dalam hal ini adalah layak mendapatkan pujian. Seiring perkembangan bahasa, shalih disematkan untuk laki-laki, shalihah merujuk pada perempuan.

Setiap orang tua berkewajiban mencetak dan mendidik anaknya menjadi saleh. Bahkan, kewajiban ini sudah ada sebelum menikah, yakni ketika hendak memilih calon suami atau istri. Kewajiban ini tidak boleh diabaikan, karena akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Anak saleh bukan pemberian alam, melainkan hasil usaha orang tua dalam mendidiknya.

Dengan adanya anak saleh, setiap orang tua akan memiliki amalan yang berkesinambungan meskipun telah mati. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia mati, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

Derajat orang tua juga akan ditinggikan di surga apabila memiliki anak saleh. Dosa-dosa orang tua pun berkemungkinan untuk diampuni.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak).”  Seseorang lantas bertanya, “Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini?” Maka, Rasulullah SAW bersabda, “(Ini semua) disebabkan permohonan ampun anakmu kepada Allah untukmu.” (HR Ibnu Majah).

Sedangkan, di dunia orang tua juga akan mendapatkan manfaat. Pertama, anak saleh takkan mengabaikan orang tua dan selalu menjaga orang tua, baik dalam keadaan sehat maupun sakit, terlebih ketika orang tua telah lanjut usia.

Kedua, anak saleh akan memberikan orang tuanya pelayanan dan penghormatan terbaik. Ketiga, anak saleh akan menjaga nama baik orang tua. Anak saleh menyadari bahwa menjelek-jelekkan ayah atau ibunya akan berakibat buruk.

Keempat, anak saleh akan mengurangi beban orang tua. Kelima, anak saleh takkan memarahi orang tua. Allah SWT dalam Alquran memerintahkan anak berhubungan dan memperlakukan orang tuanya secara baik.

Ketika berusia lanjut, seorang anak dilarang mengatakan “ah”. Anak tidak boleh membentak dan hendaknya berbicara dengan perkataan yang mulia di hadapan orang tua. (QS Luqman: 14-15, QS al-Isra’: 23).

Sebelum menjadikan anak saleh, orang tua tentu harus terlebih dahulu menyalehkan dirinya. Hal ini membutuhkan pembelajaran, komitmen, kesabaran, kesungguhan, keimanan, dan ketakwaan yang kuat kepada Allah SWT. Mencetak anak saleh memerlukan metode pendidikan yang tepat.

Pendidikan keimanan, pendidikan karakter mulia, dan pendidikan bernuansa positif lainnya perlu diberikan oleh orang tua. Sesungguhnya mencetak dan mendidik anak menjadi saleh akan membuka pintu gerbang surga bagi orang tua.

Wallahu a’lam.


×