Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Mendag Muhammad Lutfi (kiri) dan Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi (kanan) berbincang saat meninjau salah satu stand saat Launching Holding BUMN Pangan ID FOOD di Museum Fatahilah, J | Prayogi/Republika.

Ekonomi

15 Jan 2022, 02:27 WIB

PPI Jadi Ekspor Gateway di ID FOOD

Menteri BUMN Erick Thohir mendukung peluncuran merek ID FOOD untuk mendukung program pemerintah .

JAKARTA  — PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI siap beperan sebagai trading logistik atas produk-produk Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan dalam proses distribusi dari hulu ke hilir. Pemerintah resmi meluncurkan ID FOOD untuk menciptakan transformasi ekosistem pangan nasional yang terintegrasi, 

Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati mengatakan, pihaknya siap bahu-membahu dengan seluruh anggota ID FOOD, seperti PT Sang Hyang Seri, PT Berdikari, PT Garam, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selaku induk holding dalam memperkuat ekosistem pangan di BUMN.

"PPI sebagai perusahaan trading dan logistik akan terus memastikan berjalannya efisiensi logistik pangan, mengurangi foodloss, serta terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan produk komoditas pangan," kata Nina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (14/1).

Nina menyampaikan, PPI akan mengembangkan kapasitas di sektor trading dan logistik serta meningkatkan pengembangan ekspor sebagai ekspor gateway dan key account holder untuk kegiatan perdagangan ID FOOD.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ID FOOD (idfood_official)

"PPI sebagai anggota ID FOOD juga diharapkan dapat mengkreasikan sumber daya alam Indonesia di darat dan lautan. Hal ini untuk menghasilkan produk pangan berkualitas, optimistis untuk tumbuh, dan berkembang dalam memberdayakan masa depan bangsa yang lebih baik sesuai dengan logo ID FOOD,” ujar Nina.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mendukung peluncuran merek ID FOOD untuk mendukung program pemerintah secara transparansi dalam mencapai sistem rantai pasok yang stabil. "Perbaikan rantai pasok pangan berada di tangan BUMN, ID FOOD kita dorong untuk melakukan peningkatan rantai pasok secara terkoordinasi. Kita harus mempunyai ekosistem dan peta jalan Indonesia secara mandiri untuk menjaga stabilitas rantai pasok pangan dengan baik,” kata Erick.

Erick mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, swasta, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, dan peternak dalam proses pembentukan Holding BUMN Pangan dengan memperkenalkan dan menjual produk-produk keunggulan Indonesia. 

"Mari kita bersama-sama mengetuk hati masing-masing dalam mencari persamaan untuk membangun ekosistem pangan Indonesia,” kata Erick menambahkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ID FOOD (idfood_official)

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berharap holding pangan dapat langsung  bersinggungan dan hadir langsung di pasar nasional. "ID FOOD akan membantu pemerintah dalam mengatur logistik 2022 dengan memastikan barang ada dan barang terjangkau," ujar Lutfi.

Lutfi menegaskan, faktor penting yang perlu menjadi perhatian ID FOOD adalah terkait sistem logistik pangan. Hal ini karena logistik akan sangat berpengaruh pada penyaluran dan distribusi pangan di setiap daerah.

Diketahui sistem logistik yang bermasalah juga kerap kali menyebabkan harga yang diterima konsumen menjadi mahal. Itu karena rantai distribusi yang panjang ataupun faktor ketersediaan transportasi antardaerah. 


×