Siswa SMPN 252 antre untuk mengikuti tes usap PCR di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). Sebanyak 35 siswa serta 10 guru mengikuti tes usap PCR setelah terdapat satu siswa yang positif COVID-19 dan untuk saat ini PTM (Pembelajaran Tatap Muka) diberhentikan | ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

Jakarta

14 Jan 2022, 11:04 WIB

PTM di Tujuh Sekolah Ditutup

Tidak semua sekolah ditutup karena masih memenuhi syarat melaksanakan PTM.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara tujuh sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Penutupan dilakukan karena ada siswa di tujuh sekolah tersebut yang terpapar Covid-19. 

"Setidaknya sudah ada tujuh sekolah yang kami tutup untuk sementara waktu, nanti kami lihat perkembangannya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/1).

Namun, Riza tidak memberikan informasi detail mengenai sekolah yang ditutup sementara itu, termasuk jumlah orang yang terpapar Covid-19. Meskipun ada tujuh sekolah yang terpapar Covid-19, Riza menegaskan pihaknya belum menghentikan PTM 100 persen di seluruh sekolah.

Selama ini, langkah yang dilakukan dengan menutup sementara sekolah yang terdapat kasus Covid-19, termasuk varian baru, omikron. Dia menambahkan, pihaknya tidak menutup semua sekolah karena Jakarta masih memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM 100 persen secara terbuka.

"Memang belum ditutup semuanya karena Jakarta masih memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM 100 persen secara terbuka, kecuali memang sekolah-sekolah, kelas yang memang dipastikan ada pandemi Covid-19 di situ," kata dia.

Riza menambahkan, jangka waktu penutupan sekolah yang terpapar Covid-19 dilakukan bergantung jumlah orang yang terpapar. Jika jumlah yang terpapar tidak lebih dari lima persen, penutupan sementara dilakukan selama lima hari, Namun, apabila di atas lima persen, penutupan sementara dilakukan selama 14 hari. Selama penutupan sementara, pihak sekolah akan melakukan evaluasi, termasuk melakukan disinfeksi ruangan.

Per Selasa (11/1), jumlah kasus Covid-19 aktif di DKI Jakarta sebanyak 2.752 kasus. Dari jumlah itu, 2.044 kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Kasus positif sekitar 412 orang merupakan hasil tes PCR.

Sebelumnya, PTM 100 persen di SMA Negeri 71 Jakarta, Duren Sawit, Jakarta Timur, dihentikan sementara akibat seorang siswa kelas XII terpapar Covid-19. Siswa tersebut diketahui terpapar varian omikron.

Selain SMAN 71 Jakarta, sekolah lainnya yang ditutup, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 252 Jakarta di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kepala SMPN 252, Misto, mengatakan, kegiatan PTM 100 persen dihentikan selama lima hari ke depan sesuai dengan peraturan SKB Empat Menteri.

"Sesuai dengan regulasi SKB Empat Menteri dan juga dari keputusan kepala dinas yang menyatakan bahwa kalau ada satu siswa yang terpapar, baik di klaster rumah atau klaster sekolah, (PTM) itu dihentikan untuk sementara, sesuai regulasi yaitu lima hari," kata Misto.

Misto menambahkan, siswa kembali belajar secara daring hingga lima hari ke depan. Sekolah akan kembali dibuka pada Selasa (18/1) mendatang. Misto mengatakan, untuk siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sudah dirawat bersama sang ayah sejak Selasa (11/1), di Rumah Sakit Omni Pekayon, Bekasi.

"Yang terpapar (Covid-19) itu klaster dari rumah dan rumahnya ini kebetulan mereka tinggalnya bukan di DKI, tapi di Bekasi," ujar Misto.

Pihak SMPN 252 Jakarta juga melakukan penelusuran. Misto mengatakan, penelusuran itu dilakukan dengan melakukan tes usap PCR terhadap siswa lain yang berada satu kelas dengan siswa yang terpapar Covid-19. Misto menambahkan, hasil tes usap PCR para siswa tersebut akan diketahui pada tiga hari ke depan atau pada Ahad (16/1).

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, Linda Romauli, mengatakan, dari tujuh sekolah yang ditutup, enam di antaranya ada di Jakarta Timur. Enam sekolah tersebut ditutup sementara karena adanya anak didik dan tenaga pengajar yang terpapar Covid-19.

Enam sekolah yang ditutup, yaitu SMAN 71, SMK Malaka, SMPN 252, SMPN 62, SDN Jati 01, dan SMA Pelita 3. Khusus SMPN 62, kata dia, yang terpapar Covid-19 merupakan guru. Dia menambahkan, pada Senin depan, PTM 100 persen di SMAN 71 dan SMK Malaka sudah bisa digelar kembali.

“Kondisi anak dan guru terpapar enggak (parah) sih. kebetulan mereka yang terpapar juga sudah vaksin kedua, sudah selesai,” kata Linda.

photo
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh di SDN 033 Jalan Asmi, Kota Bandung, Selasa (11/1/2022). Untuk keamanan, di Kota Bandung PTM dibagi beberapa kelompok dengan batasan tertentu. Kelompok satu kapasitas 100 persen, kelompok dua kapasitas 75 persen dan kelompok tiga kapasitas 50 persen, menyesuaikan dengan kapasitas sekolah terkait kesiapan prokesnya. - (Edi Yusuf/Republika)

Terus bertambah 

Sementara itu, jumlah warga terpapar Covid-19 di RW 02 Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, terus bertambah menjadi 67 orang per Kamis (13/1). Camat Taman Sari, Agus Sulaeman, mengatakan, mereka yang positif merupakan hasil penelusuran puskesmas, setelah satu orang warga Krukut terpapar Covid-19.

"Sudah 660 yang sudah ikut tracing dan proses akan terus berlanjut," kata Agus.

Agus melanjutkan, dari 67 orang yang terpapar Covid-19, 52 orang sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi mandiri. Sisanya, isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu proses masuk ke Wisma Atlet Kemayoran.

Hingga saat ini, penguncian wilayah secara mikro (micro lockdown) terus diperluas dari empat RT, menjadi 14 RT di RW 02. Agus mengatakan, perluasan micro lockdown itu perlu dilakukan untuk mencegah aktivitas warga keluar-masuk wilayah RW 02.


×