Aset BJBWarga melakukan transaksi di mobil layanan Bank BJB, Jakarta, Ahad (20/7). PT Bank Jabar Tbk (BJB) mencatat pencapaian kinerja untuk aset seluruh kantor cabang se-Indonesia per triwulan I/2014 mencapai Rp78,9 triliun, angka tersebut naik 15,3 per | Republika/Adhi Wicaksono

Ekonomi

14 Jan 2022, 10:24 WIB

Rights Issue Bank BJB Dorong Ekspansi Kredit

Saham baru BJB yang akan dilepas dalam rights issue 925 juta lembar saham seri B.

BANDUNG -- Bank BJB akan menggulirkan rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) guna mendukung ekspansi kredit pada 2022. Rencana itu akan menjadi aksi korporasi pada kuartal I tahun ini.

Saham baru yang akan dilepas dalam rights issue tersebut sebanyak-banyaknya 925 juta lembar saham seri B. Angka itu setara dengan sebanyak-banyaknya 9,40 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

"Skema ini dilakukan dengan harga yang akan ditentukan kemudian, dengan mempertimbangkan penilaian harga wajar perusahaan," ujar Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi melalui siaran pers yang diterima Republika, Kamis (13/1).

Yuddy mengatakan, aksi korporasi itu bertujuan untuk meningkatkan penetrasi kredit perusahaan pada 2022. Menurut dia, rights issue merupakan langkah tepat untuk memperkuat permodalan perusahaan.

Rencana rights issue tersebut juga telah disetujui dalam RUPS Tahunan pada 6 April 2021. Seluruh dana rights issue setelah dikurangi dengan biaya emisi, dia menambahkan, akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit perseroan.

Bank BJB merupakan bank pembangunan daerah (BPD) yang pertama melantai di bursa, tepatnya pada Juli 2010. Setiap tahunnya, Bank BJB rutin membagi dividen kepada pemegang saham. Pada 2021, Bank BJB membagikan total dividen sebesar Rp 942 miliar atau Rp 95,74 per lembar saham.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto menyampaikan, kinerja perseroan hingga kuartal III 2021 mencatatkan pertumbuhan kredit hingga 6,9 persen secara tahunan. Jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp 95,1 triliun. Kinerja tersebut berada di atas pertumbuhan kredit nasional yang hanya tumbuh tipis 0,38 persen secara year on year (yoy).

Sementara itu, tingkat risiko dapat terkelola dengan baik dengan tecerminnya angka rasio kredit macet (NPL) di level 1,3 persen. Selain itu, menurut Widi, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank BJB naik 17 persen sepanjang tahun ini dengan total dana masyarakat yang dikumpulkan Rp 124,43 triliun. Kenaikan tersebut berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) yang tumbuh sebesar 18 persen dari Rp 43,40 triliun menjadi Rp 51,34 triliun.

Total nilai aset yang dimiliki Bank BJB tumbuh sebesar 7,9 persen menjadi Rp 159,3 triliun. Dengan berbagai pertumbuhan positif tersebut, laba bersih yang dibukukan Bank BJB mencapai Rp 1,4 triliun atau tumbuh 17,5 persen (yoy).

';

×