Ilustrasi Injourney | Youtube

Ekonomi

14 Jan 2022, 10:21 WIB

Bangkitkan Pariwisata Nasional, Presiden Resmikan InJourney

InJourney menjadi ekosistem besar industri pariwisata dan sektor pendukung di Tanah Air.

JAKARTA  — Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aviasi dan pariwisata bernama Indonesia Journey (InJourney) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/1). In Journey diharapkan mampu membangkitkan dunia pariwisata di Tanah Air. 

Presiden mengingatkan holding BUMN sektor pariwisata harus gesit, lincah, dan profesional dalam menjalankan bisnis, jangan malah terjebak dalam permasalahan-permasalahan lama.

“Holdingisasi ini harus membuat holding BUMN pariwisata menjadi gesit dan lincah serta profesional karena kunci ini, membuat tata kelola menjadi lebih efisien dan lebih simpel dan sederhana, dan jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru, atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru,” kata Presiden saat meluncurkan InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung, di Pantai Kuta Mandalika, Lombok.

Presiden mengatakan, kunci untuk bergerak lebih maju adalah perbaikan manajemen dan tata kelola untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia yang begitu besar. Pada tahun ini Presiden berharap Indonesia mendapatkan potensi peningkatan kunjungan wisata karena menjadi tuan rumah berbagai perhelatan internasional, seperti MotoGP 2022 pada Maret 2022 dan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 pada November 2022. 

Presiden juga berpesan kepada holding BUMN Pariwisata agar dampak kemajuan sektor pariwisata dapat dirasakan masyarakat setempat, termasuk UMKM daerah setempat. “Bisa memperbesar, memperbaiki tata kelola, tetapi juga lingkungannya juga bisa ikut nebeng. Dan, segera bentuk ekosistem lintas sektor yang melibatkan BUMN, melibatkan swasta, melibatkan masyarakat lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di daerah,” ujar Presiden.

Menteri BUMN Erick Thohir menilai, peluncuran InJourney merupakan momen yang sangat bersejarah. Ia mengatakan, kehadiran InJourney merupakan upaya BUMN dalam membangkitkan kembali geliat pariwisata Indonesia yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

“Covid-19 sangat berdampak terhadap industri pariwisata kita. Wisatawan internasional yang datang ke Indonesia pada 2019 sekitar 16 juta, saat Covid-19 turun sampai 75 persen sehingga angkanya 4 juta sekarang," kata Erick saat peluncuran In Journey.

Erick menyebutkan, jumlah turis mancanegara hanya 1,5 persen dari wisatawan domestik yang mencapai 330 juta wisatawan dan mengalami penurunan sebesar 30 persen selama pandemi.

"Oleh karena itu, kita bentuk holding pariwisata dan (sektor) pendukung, tidak lain kita ingin fokuskan kesempatan membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik yang potensial masih sangat besar selama ini, tapi kurang terintegrasi," ujar Erick.

Erick mengatakan, InJourney merupakan ekosistem besar yang meliputi seluruh BUMN yang terkait dengan industri pariwisata dan pendukung, mulai dari bandara, hotel, hingga destinasi wisata. Ia menyampaikan, nantinya bandara akan menjadi aerocity dengan menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan para wisatawan. 

Selain itu, Erick juga meminta InJourney menyiapkan travel plan atau rencana perjalanan agar tidak kalah dari negara lain. "Kalau bicara InJourney ini megaekosistem, dia bisa bergabung ke ekosistem-ekosistem lain yang ada di BUMN lain seperti perbankan,” kata Erick.

Erick berupaya terus memperbaiki ekosistem holding pariwisata dengan potensi penjualan yang terus meningkat. Menurut dia, ini kesempatan membangkitkan dan memfokuskan pariwisata lokal, tapi tetap menjaga wisatawan mancanegara.

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Dony Oskaria memastikan, akan memaksimalkan kekuatan yang ada di setiap anggota holding pariwisata dan sektor pendukung. “Holding ini merupakan sesuai dengan arahan presiden bahwa ke depan ada satu ekosistem pariwisata Indonesia yang mengurus dari hulu sampai ke hilir," kata Dony.

Dony menjelaskan, InJourney menargetkan bandara yang ada di Indonesia akan menjadi bandara terbaik di dunia. Selanjutnya, untuk sektor perhotelan, Dony mengatakan, InJourney akan menyatukan 122 hotel yang berada di bawah Kementerian BUMN. "Ini ke depannya akan menjadi tantangan sebagai hotel terbesar di Indonesia," ujar Dony. 

Dony menambahkan, InJourney juga akan mengelola pusat perbelanjaan PT Sarinah (Persero) yang saat ini masih direnovasi. Dony memastikan, nantinya Sarinah akan menjadi ritel dan heritage store Indonesia yang dapat mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maju dan masuk ke pasar internasional. 

Tak hanya itu, Dony memastikan juga akan memaksimalkan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) atau TWC. Dony menargetkan tahun ini TWC juga akan mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

"TMII ini dan tempat wisata lainnya (di bawah pengelolaan TWC) ke depan mampu mendorong percepatan pertumbuhan industri pariwisata,” kata Dony menambahkan. 

Sebelumnya, holding pariwisata dan pendukung sudah terbentuk melalui Aviasi Pariwisata Indonesia sebagai induknya yang sebelumnya merupakan PT Survai Udara Penas (Persero). Pada tahap pertama ini holding pariwisata dan pendukung beranggotakan PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, serta Sarinah.


×