Proses screening warga lansia sebelum vaksinasi Covid-19 booster di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (12/1). Vaksinasi Covid-19 booster untuk Lansia mulai dilakukan di Yogyakarta. Pada Vaksinasi booster perdana ini disediakan 600 dosis vak | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

Bali Siapkan 280 Ribu Dosis Vaksin Booster

Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO

DENPASAR--Pemerintah Provinsi Bali kini telah menyiapkan 280 ribu dosis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan sebagai vaksin dosis ketiga atau booster. Pelaksanaan vaksinasi secara perdana telah dimulai pada Rabu (12/1).

"Kami canangkan dan akan kami lakukan percepatan dalam waktu satu bulan dua bulan ke depan, sehingga pencapaiannya dapat terus ditingkatkan," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri vaksinasi penguat perdana di Denpasar, Rabu (12/1).

Sebanyak 280 ribu dosis vaksin Covid-19 yang tersedia tersebut, kata dia, terdiri atas empat jenis vaksin. Yakni, Sinovac, Astrazeneca, Moderna, dan Pfizer. "Saya akan koordinasi dengan Menteri Kesehatan supaya kebutuhan untuk Bali ini dipenuhi sesuai dengan jumlah karena persyaratan untuk booster ini kita sudah memenuhi syarat," ucapnya.

Menurut dia, Bali sudah memenuhi syarat untuk pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga. Capaian vaksinasi Covid-19 di daerah itu sudah di atas 70 persen dan untuk lansia sudah di atas 60 persen. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, capaian vaksinasi untuk umum sudah 102 persen dan vaksinasi lansia di atas 83 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk dosis ketiga ini akan menyasar kelompok lansia untuk tahap awal. Suarjaya mengatakan, dengan jumlah vaksin sebanyak 280 ribu dosis, dapat digunakan untuk memvaksinasi 560 ribu masyarakat Bali.

Target

Juru Bicara Vaksinaai Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, target sasaran vaksinasi lanjutan Covid-19 atau booster adalah setiap warga negara yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap dan berusia di atas 18 tahun. Total, jumlah target sebanyak 179 juta jiwa. "Target total 179 juta," ucap Nadia kepada Republika, Rabu (12/1/2022).

Adapun, untuk dosis booster, menurut Nadia sama dengan jumlah target sasaran. Hal ini lantaran booster menggunakan setengah dosis vaksin. "Dosis booster sejumlah yang sama," ujar Nadia.

Diketahui, takaran booster yang akan diberikan setengah dosis. Pada Selasa (11/1/2022) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kombinasi vaksinasi booster yang diberikan sesuai dengan pertimbangan para peneliti dalam dan luar negeri serta sudah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI, antara lain, untuk vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.

Untuk vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna. Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan diberikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI. Seluruh kombinasi ini, sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI.

Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Maxi Rein Rondonuwu mengklaim saat ini stok vaksin booster mencukupi. Ratusan juta dosis tersedia kini.

"Kalau ketersediaan vaksin untuk booster kita memadai sekali. Saat ini masih ada hampir 130-an juta dosis sudah siap Biofarma," kata Maxi di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022).

Target sasaran untuk saat ini, lanjutnya, adalah kelompok lanjut usia serta yang memiliki risiko tinggi atau komorbid. Nantinya, tetap ada target peluang untuk kelompok selain lansia dan rentan.

"Sesuai arahan Pak Presiden, memang kita mulai dengan tahapan yang berisiko tinggi. Apalagi dengan Omicron ini yaitu lansia dan compromised. Ini jadi prioritas pertama dan memang target sasaran kita kan semua yang di atas 18 tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi primer dosis 1 dan dosis 2 maupun dosis 1 Jadi itu semua akan dapat di atas 18 tahun. Tapi prioritas awalnya memang lansia," terangnya.

Pemberian booster telah dimulai sejak Rabu (12/1/2022) hari ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Program vaksin booster ini akan dilakukan secara gratis untuk masyarakat Indonesia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat