Warga melintasi daerah yang masih terendam banjir di Perumahan Organda, Distri Heram, Kota Jayapura, Papua, Ahad (9/1/2022). Sekitar tujuh ribu warga terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat (7/1/2022). | ANTARA FOTO/Gusti Tanati/foc.

Nasional

Tiga Bencana Alam Terjadi di Papua

Kemensos mengirimkan banyak bantuan untuk korban bencana alam di Papua

JAYAPURA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua menyatakan sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu mengalami tiga bencana alam, yakni banjir, tanah longsor, dan air laut pasang (rob).

Kepala BPBD Papua William Manderi mengatakan, sejumlah daerah yang melaporkan bencana alam secara lisan, yakni Kabupaten Waropen, Yapen, Biak, dan Kabupaten Nabire. "Kami masih menunggu laporan tertulis karena baru Kota dan Kabupaten Jayapura yang melaporkannya," kata dia, Senin (10/1).

Di Kota Jayapura, BPBD Papua membuka dapur umum yang menyiapkan 600 nasi bungkus per hari sejak Sabtu (8/1). Wakil Wali Kota Jayapura yang juga Ketua Tanggap Darurat Bencana Alam Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan, 7.005 warga terdampak banjir dan tanah longsor.

Sebanyak 12 orang tertimbun longsoran, tujuh meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan empat dirawat di rumah sakit. “Saat ini, air sudah surut dan sedang dilakukan pembersihan di berbagai kawasan yang terdampak,” kata dia.

Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan 20 ton beras dan kebutuhan dasar, seperti selimut, kasur, pakaian layak pakai, sikat gigi, sabun mandi, serta lainnya untuk warga yang terdampak banjir. "Kini dalam proses pendistribusian ke Papua," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua Nius Wenda.

Menurut Nius, persediaan bantuan logistik untuk korban bencana alam di wilayahnya sudah semakin menipis. Dinsos Papua sudah menyalurkan bantuan lima ton beras dan makanan siap saji pada hari pertama pascabencana banjir dan longsor di Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu pemasangan alarm pendeteksi pergerakan tanah di Ibu Kota Provinsi Papua itu. Ia mengatakan, pemasangan alat tersebut dapat membantu mendeteksi pergeseran tanah di sekitarnya sehingga warga ada kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Dia mengatakan, ada tiga lokasi yang akan dipasang pendeteksi itu, yakni sekitar Bhayangkara, Angkasa, dan Klofkamp atau Paldam. Selain bantuan tersebut, Pemkot Jayapura akan memperbanyak penyebaran pengumuman di daerah-daerah yang rawan bencana mengingat dari laporan BMKG curah hujan akan meningkat pada Februari mendatang.

"Warga yang bermukim di lereng gunung dan pinggir kali diminta waspada. Bila memungkinkan untuk sementara mengungsi ke daerah yang lebih aman, terutama pada malam hari," katanya.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura memprakirakan kondisi cuaca di Kota Jayapura cerah berawan hingga dilanda hujan lokal untuk tiga hari ke depan. Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura Cahyo Nugroho 

mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem serta dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, serta jalan licin.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat