Ilustrasi platform pembiayaan peer to peer lending Ethis | Youtube

Ekonomi

11 Jan 2022, 03:25 WIB

Ethis Catat Pertumbuhan 400 Persen pada 2021

Ethis juga mendapatkan penghargaan dari dalam maupun luar negeri

JAKARTA -- Perusahaan teknologi finansial (tekfin) syariah, Ethis, mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan dengan kualitas terjaga. CEO Ethis, Ronald Wijaya, menyampaikan, perusahaan berhasil mencatatkan tren kinerja positif dengan sejumlah pencapaian pada tahun lalu.

"Alhamdulillah, berdasarkan data kami mengalami pertumbuhan lebih dari 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Ronald kepada Republika, Senin (10/1).

Ethis berhasil mencatatkan tingkat keberhasilan bayar dalam tempo 90 hari (TKB90) pada akhir 2021 sebesar 100 persen. Pada tahun lalu, Ethis juga berhasil menyandang status berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ronald berharap, hal ini dapat menambah kepercayaan dan kredibilitas di mata masyarakat. Ethis juga berhasil mendapatkan beberapa penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk mewakili Indonesia di Expo 2020 Dubai beberapa bulan lalu.

"Pada 2022 ini, insya Allah kami menargetkan penyaluran setidaknya 5-6 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya," kata Ronald.

Ethis menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapainya. Salah satunya, yakni menggaet beberapa superlender untuk bekerja sama setelah resmi mengantongi predikat berizin dari OJK. Superlender tersebut termasuk perbankan dan konglomerasi yang ingin berinvestasi melalui tekfin.

"Untuk inovasinya, kami targetkan launching aplikasi pada tahun ini," ujar Ronald.

Kinerja positif Ethis juga serupa dengan sejumlah tekfin syariah lain pada tahun lalu. Tekfin syariah Alami berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp 1,25 triliun. Semuanya disalurkan ke sektor produktif dengan mayoritas sektor pertanian dan perikanan. Beberapa di antaranya, yakni pembiayaan aquaculture ke lebih dari 1.000 petani ikan.

Alami menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan dua kali lipat pada 2022. CEO Alami, Dima Djani, menyampaikan, pertumbuhan pembiayaan pada 2021 cukup signifikan, yakni hingga enam kali lipat.

"Kita berambisi bisa menyalurkan Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Ada juga target-target lain yang masih didiskusikan secara internal," kata Dima.


×