Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan pemilik PT Lundin Industry Invest John Lundin saat meninjau proyek kapal pesiar di Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021) malam. Pada kunjungan kerja di Banyuwangi, Menteri Erick meninja | ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.

Ekonomi

10 Jan 2022, 02:52 WIB

Pelindo-KAI-PTPN III Optimalkan Terminal Kuala Tanjung

Saat ini, Pelindo, PTPN III, dan KAI, menyatukan niat dan tekad untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja, bersinergi antar-BUMN.

JAKARTA  — Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dilakukan. Kali ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersinergi dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero)/PTPN III dan PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Sumatra Utara, dan kawasan industri pendukungnya. 

Direktur Strategi Pelindo Prasetyo mengatakan, sinergi tersebut tertuang dalam nota kesepahaman tentang rencana kerja sama optimalisasi fasilitas KTMT, KEK Sei Mangkei, dan angkutan barang menggunakan kereta api di Pelabuhan Kuala Tanjung.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan pada Sabtu (8/1) lalu. Prasetyo mengatakan, sinergi antara Pelindo dengan KAI dan PTPN III dilakukan guna meraih potensi pasar di Selat Malaka.

Saat ini, Pelindo, PTPN III, dan KAI, menyatukan niat dan tekad untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja, bersinergi antar-BUMN. "Kami ingin meraih potensi-potensi market di Selat Malaka guna mewujudkan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi Indonesia’s logistic dan supply chain hub," kata Prasetyo dalam keterangan resmi yang diterima, Ahad (9/1). 

Ruang lingkup kerja sama ketiga BUMN adalah optimalisasi pemanfaatan fasilitas pelabuhan dan sinkronisasi rencana pengembangan jalur kereta api dengan klaster industri.

Langkah itu diharapkan dapat menjadikan KTMT sebagai pelabuhan muat dan atau pelabuhan tujuan dalam distribusi logistik, bahan baku, hasil produksi KEK Sei Mangkei dan hasil perkebunan PTPN Group dengan mengoptimalkan penggunaan kereta api milik KAI.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, integrasi kawasan pelabuhan dan kawasan industri akan membuat Indonesia memiliki ekosistem tersendiri yang meningkatkan daya saing.

"Indonesia itu harus memiliki ekosistem sendiri, yaitu dengan bekerja sama dengan swasta, UMKM, dan pihak lain. Saya setuju dengan adanya pengintegrasian kawasan pelabuhan dan kawasan industri yang didukung oleh kereta api dan juga produk-produk yang dimiliki BUMN maupun pihak swasta," kata Erick.

Menurut Erick, semua pihak bersinergi untuk membangun kawasannya masing-masing. "Jadi, saya berharap, ekosistem yang sedang kita bangun sekarang dapat menjadi penyeimbang ekonomi Indonesia," ujar Erick. 

KTMT memiliki panjang dermaga 500 x 60 meter. Pelabuhan yang beroperasi sejak 2019 ini memiliki kapasitas bongkar muat peti kemas hingga 600 ribu TEUs  dan tangki timbun CPO 100 ribu metrik ton per tahun.

Selain KTMT, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), mulai 1 Januari 2022 resmi beroperasi di Terminal Pelabuhan Dumai, Riau.

"Resmi beroperasinya Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Dumai yang merupakan pelabuhan pengekspor CPO terbesar di Indonesia ini merupakan hasil upaya dan kerja keras seluruh insan SPMT dan diharapkan menjadi momentum awal 2022 untuk mewujudkan SPMT se-bagai Indonesian connectivity champion," kata Direktur Utama Pelindo Multi Terminal Drajat Sulistyo.

Pelindo Multi Terminal memfokuskan layanan kepelabuhanannya pada pengelolaan terminal nonpeti kemas, seperti terminal curah cair, curah kering, multipurpose, hingga terminal pe-numpang dan kendaraan.

Beroperasinya SPMT di Terminal Pelabuhan Dumai ditandai dengan dimulainya operasi-onal cargo handling perdana di terminal curah kering Pelabuhan Dumai awal 2022 di Kapal MV Alahas berbendera Panama pada 1 Januari 2022.

Sumber : Antara


×