Ustadz Abdul Muthi menyampaikan tausiyahnya saat gelaran Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (31/12/2019). | Thoudy Badai_Republika

Kabar Utama

Republika Gelar Dzikir Nasional Secara Virtual

Muhasabah Akhir Tahun MUI juga akan digelar secara hibrid menjelang akhir tahun 2021.

JAKARTA -- Memperingati pergantian tahun 2021 menuju 2022, Republika kembali menggelar kegiatan Dzikir Nasional pada 31 Desember. Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi, menyebut acara kali ini digelar secara virtual mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Kegiatan Dzikir Nasional digelar secara virtual karena situasi yang belum memungkinkan. Tapi, kita berusaha untuk tetap menjaga kekhidmatan, pengisi materi juga berasal dari para tokoh agama di Indonesia," ujar Irfan saat dihubungi Republika, Rabu (29/12).

Kali ini, acara Dzikir Nasional mengangkat tema "Terus Membersamai Kebaikan". Salah satu tujuannya, agar kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Republika sebagai media tidak cukup hanya memberitakan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari setiap kegiatan kebaikan yang terjadi di Indonesia. 

Kedua, acara ini juga diharapkan bisa menjadi alternatif kegiatan bagi masyarakat yang ingin melewatkan pergantian tahun dengan cara yang lebih bermartabat, bukan mengisi pergantian tahun dengan hura-hura atau pergi ke tempat yang penuh kemaksiatan. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

"Mudah-mudahan, Republika berharap kegiatan zikir yang berjalan secara virtual ini tidak terulang lagi pada tahun-tahun ke depan, melainkan sudah berjalan normal. Sehingga, kita bisa kembali bertemu dan menggelar acara secara luring, melibatkan beragam elemen keumatan dan bisa ikut meramaikan dan memakmurkan masjid," katanya. 

Lebih lanjut, Irfan menyebut media Republika berusaha untuk menghadirkan acara alternatif ini secara rutin dan terus-menerus. Dengan demikian, perayaan pergantian tahun bisa dilewatkan dengan kebaikan, yang membuat tahun depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Kegiatan Dzikir Nasional ini nantinya menjadi kedua kalinya digelar secara virtual atau daring. Biasanya, acara tersebut digelar langsung bertempat di Masjid At-Tin, Jakarta Timur. 

Terakhir, Pemimpin Redaksi Republika menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengisi acara dan tim yang terlibat, yang berusaha mendukung kelancaran acara Dzikir Nasional. 

photo
Ustadz Abdul Muthi menyampaikan tausiyahnya saat gelaran Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (31/12). Tausiyah tersebut membahas tentang mendidik masyarakat menjadi generasi yang unggul. - (Thoudy Badai_Republika)

Berdasarkan informasi dari panitia kegiatan, acara Dzikir Nasional akan diisi dengan sambutan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua MUI bidang Dakwah Cholil Nafis. 

Adapun pengisi tausiyah, antara lain, Ustazah Qotrunnada, Ustazah Aisyah Dahlan, Habib Nabiel Al Musawa, Ketua Umum ICMI Prof Arif Satria, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar, novelis Habiburrahman El shirazy, serta Ustaz Abdul Syukur.  

Muhasabah Akhir Tahun 

Sementara itu, Muhasabah Akhir Tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga akan digelar secara hibrid menjelang akhir tahun 2021. Acara tersebut akan dihadiri tak lebih dari 100 jamaah di Istiqlal, Jakarta, pada Kamis (30/12).  Selain itu, acara tersebut akan digelar secara virtual melalui berbagai platform, di antaranya lewat republika.co.id, Youtube, dan TVMUI.  

Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal Laksma TNI (Purn) Asep Saepudin menjelaskan, penting untuk menjaga protokol kesehatan di tengah meningkatnya varian Covid-19 omikron. Karena itu, pembatasan jamaah penting untuk dilakukan pada acara tersebut.  

photo
Warga usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/10/2021). - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Asep pun menegaskan, Masjid Istiqlal akan mendukung acara muhasabah akhir tahun yang sudah diselenggarakan dua tahun ke belakang. Dia menjelaskan, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar akan menjadi salah satu pengisi tausiyah dalam acara tersebut. "Insya Allah, imam besar akan hadir," ujarnya saat rapat bersama MUI dan Republika, Senin (27/12). 

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi menjelaskan, Muhasabah Akhir Tahun akan menyajikan Istighasah Kubro, tausiyah dan doa. Menurut dia, sebagian pengisi acara akan memberikan sambutan dan tausiyah secara daring. Kiai Zubaidi mencontohkan, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar yang akan memberikan sambutannya secara daring.  

Selain dua tokoh tersebut, Kiai Zubaidi menjelaskan, MUI berupaya untuk menghadirkan ulama yang merepresentasikan ormas Islam. “Nanti doa dan pengantar akan dibacakan oleh perwakilan dari habaib Majelis Rasulullah. Habib Nabiel Al Musawa,” kata dia menjelaskan.  

Selain tausiyah, acara ini akan menggelar shalawat dan istighasah yang juga akan digelar secara hibrida. Karena itu, untuk menyemarakkan acara tersebut, MUI mengimbau segenap pengurus MUI di setiap provinsi dan daerah agar bisa menyaksikan acara tersebut. 

Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Habib Nabiel Al Musawa mengatakan, Muhasabah Akhir Tahun MUI bukan untuk merayakan pergantian tahun. Agenda ini dihelat untuk mengingatkan umat dari agenda yang membuatnya lalai dari mengingat Allah SWT dan Rasul-Nya.  

"Muhasabah setahun Majelis Ulama itu tugasnya adalah untuk mengarahkan umat untuk supaya tetap berada di dalam rel yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam," kata Habib Nabiel saat dihubungi, Republika, Rabu (29/12). 

Menurut dia, pada pergantian tahun baru ini, biasanya banyak masyarakat lupa kepada Allah dan Rasulullah-Nya karena mereka larut di dalam hiburan-hiburan yang tidak bermanfaat dan menjauhkannya dari ajaran Islam. Biasanya mereka berkumpul melakukan maksiat, seperti minum-minuman keras, berzina, dan segala macam maksiat dilakukan. 

Habib Nabiel menegaskan, meski Muhasabah Akhir Tahun ini tidak ada dalilnya, kegiatan ini penting untuk melawan acara-acara maksiat yang dihelat saat akhir tahun. "Ini namanya yang disebut dengan darurah, di mana kondisi ini meminta kepada umat untuk bergerak melakukan sesuatu yang dapat mengingat kepada Allah dan Rasulullah, Kalau kita diam saja di rumah, tak terus terbawa kepada hal-hal yang mungkar," katanya.

 “Kalau kita tidak melakukan itu, mungkarot yang menang karena mereka memang terus mengadakan berbagai macam acara yang sifatnya melalaikan dan juga membawa pada hal-hal yang tidak bermanfaat."

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat