Pedagang pengumpul memasukkan es batu ke dalam kotak berisi ikan layur (Trichiurus lepturus) hasil tangkapan nelayan di Pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (10/8/2021).Ikan layur tersebut dijual oleh nelayan kepada pedagang pengumpul seharg | ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.

Ekonomi

29 Dec 2021, 09:53 WIB

KKP-AP II Perbanyak Direct Call Perikanan Lokal

Ekspor produk perikanan dilakukan melalui bandara-bandara transit.

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk meningkatkan kegiatan direct call atau ekspor langsung produk perikanan dari berbagai bandara di Indonesia ke negara tujuan. Direct call membantu pelaku usaha perikanan memangkas biaya operasional saat melakukan ekspor.

"Tentu kerja sama dan peningkatan sinergitas dengan AP II semakin penting mengingat keberterimaan produk perikanan kita sudah menjangkau 171 negara,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Kemananan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina saat rapat koordinasi dengan AP II di Gedung Mina Bahari II, KKP, Jakarta, Selasa (28/12).

Rina menjelaskan, selama ini, ekspor produk perikanan dilakukan melalui bandara-bandara transit, seperti Soekarno-Hatta dan Juanda. Hal ini yang menyebabkan biaya operasional menjadi tinggi dan terdapat risiko penurunan kualitas produk akibat waktu tempuh yang relatif lama.

Sementara, produksi perikanan Indonesia, Rina menyebutkan, mencapai 916,2 ribu ton di Pulau Sumatra, 247 ribu ton di Kalimantan, serta 232,4 ribu ton di Pulau Jawa. Selain itu, KKP juga mendorong peningkatan produksi di sejumlah lokasi melalui program Kampung Budidaya. “Untuk itu, kita perlu menetapkan prioritas negara tujuan ekspor langsung, seperti Cina, Jepang, Singapura, Vietnam, dan lain-lain,” ujar Rina.

Rina memastikan, BKIPM siap mengupayakan dukungan volume minimal dan kontinuitas penyediaan komoditas yang diekspor. Tak hanya itu, dia menjamin, lembaganya juga akan mengupayakan adanya forum komunikasi antarpemangku kepentingan serta bekerja sama dengan instansi terkait lainnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Angkasa Pura II (angkasapura2)

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto mengatakan, sinergi antara BKIPM dan AP II bernilai strategis bagi KKP karena memiliki dampak secara ekonomi dan keamanan bagi produk perikanan. 

"AP II mengelola 20 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia yang beberapa di antaranya menjadi titik ekspor atau lalu lintas orang keluar negeri. Kita harapkan adanya peningkatan kerja sama antara AP II dan BKIPM berupa penambahan bandara yang akan berfungsi untuk ekspor langsung bisa meningkatkan ekspor produk perikanan ke depan," ujar Doni.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyambut baik penguatan kerja sama yang sudah terjalin. AP II akan menyiapkan sejumlah hal yang dibutuhkan guna terselenggaranya ekspor langsung di beberapa bandara yang dikelolanya. 

 

"Ini sangat bagus, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Kita komitmen untuk bersinergi dalam mewujudkan ekspor langsung ini," kata Awaluddin.

Awaludin menyampaikan, AP II mengelola 20 bandara yang tersebar di wilayah barat Indonesia. Ia mengatakan, ekspor langsung sebelumnya juga telah dimulai di beberapa bandara di wilayah timur, seperti Manado serta Ambon.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga meminta jajarannya untuk terus memfasilitasi pelaku usaha agar dapat eksis di pasar dunia. Fasilitasi tersebut mulai dari pendampingan, sertifikasi, profiling potensi pasar, hingga penguatan peran quality assurance.


×