Pendongeng Kak Resha bercerita di hadapan sejumlah siswa Paud di Pos Paud Bougenvile, Cisalak, Depok, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021). | ASPRILLA DWI ADHA/ANTARA FOTO

Nasional

22 Dec 2021, 03:45 WIB

Pengelola PAUD Tingkatkan Kreativitas Kala Pandemi

Semua jenjang pendidikan di Yogyakarta sudah buka pada bulan ini.

YOGYAKARTA – Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KB Yaa Bunayya Yogyakarta Monika Aprianna Hartono mengatakan, salah satu sisi positif dari pandemi memunculkan daya kreativitas mengajar. Dari kurang bisa mengoperasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kini para pendidik belajar mengoperasikannya.

Ia mengatakan, pengelola juga memberikan pelatihan dan membangun kolaborasi dengan pihak-pihak lain dalam meningkatkan kompetensi pendidik. Namun, ia mengingatkan, hal yang sangat penting dalam pembelajaran, yakni materi yang berbobot,

"Bagaimana kita bisa membuat pembelajaran yang menyenangkan, tidak cuma memberi LKS, coba kita sedikit demi sedikit menggeser paradigma dari teacher center menjadi child center, anak yang lebih berkreasi dan bebas memilih pembelajaran," ujar Monika pada focus froup discussion (FGD) bertema “Mengelola PAUD di Masa Pandemi” pada Selasa (21/12). 

FGD daring ini diselenggarakan oleh Republika bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 BNPB. FGD ini dilatarbelakangi kondisi PAU yang menghadapi tantangan besar selama pandemic Covid-19.

Wali murid, Novi Resmi Ningrum, berharap, pembelajaran tatap muka untuk PAUD segera dilaksanakan dengan syarat yang sudah ditentukan. Ia bersyukur, uji coba terbatas terus dilaksanakan.

Novi yang anak-anaknya masih di jenjang SD, PAUD dan TKA ini juga menyambut baik percepatan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun. Namun, ia mengingatkan, masih banyak anak-anak di bawah enam tahun yang belum divaksinasi. 

“Memang ada hal-hal yang harus diperhatikan, guru-guru yang harus siap, orang-orang tua yang harus jujur, karena memang tidak ada yang bisa menggantikan peran seorang guru," ujar Novi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan, semua jenjang pendidikan di Yogyakarta sudah buka pada bulan ini. PAUD memang jadi yang terakhir dan dibuka secara bertahap.

Ini sesuai pesan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang mengingatkan kalau idealnya pembukaan PTM dimulai dari tingkat atas terlebih dulu baru ke bawah. SMA dan SMP sudah dibuka terbatas sejak pertengahan September.

Ia mengaku bersyukur, belum ada klaster sekolah di Yogyakarta. Disdik Yogyakarta turut proaktif agar anak-anak, guru dan karyawan sekolah merasa aman ketika melakukan pembelajaran.

Sejak awal November, Budi mengatakan, Disdik Yogyakarta aktif melakukan uji sampel terhadap anak-anak, guru dan karyawan di sekolah. Jadi, surveillance tidak pasif hanya ketika ada yang terpapar dan baru melakukan tracing kontak erat.

"Setiap sekolah kita ambil sampel 10 persen, insya Allah nanti seluruh sekolah dan sampai awal Desember kita sudah testing 2.200 sampel, alhamdulillah positive rate tidak sampai di atas dua persen, ini harus kita pertahankan," kata Budi. 


×