Warga melihat kepulan awan panas guguran Gunung Semeru dari Desa Sumber Mujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (19/12/2021). | ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA

Nasional

20 Dec 2021, 03:45 WIB

Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran

Awan panas guguran dengan jarak luncur tiga kilometer mengarah ke tenggara Gunung Semeru.

LUMAJANG – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meluncurkan awan panas guguran, Ahad (19/12). Awan panas guguran dengan jarak luncur tiga kilometer mengarah ke tenggara, yakni Besuk Kobokan.

Secara visual, teramati api diam dan sinar api saat visual gunung terlihat jelas. "Awan panas guguran Gunung Semeru berasal dari dua sumber yakni bagian atas (pertumbuhan kubah lava) dan dari bawah (ujung lidah lava)," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Khaerani.

Saat ini, status Gunung Semeru berada pada level III atau siaga sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

photo
Kepulan awan panas guguran Gunung Semeru terlihat dari Desa Sumber Mujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (19/12/2021). Erupsi Gunung Semeru kembali terjadi pada pukul 05.31 WIB yang mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dari bukaan baru aliran lava di sisi tenggara. - (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Saat ini, penanganan bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru berfokus kepada fase awal pemulihan. Pelaksana Tugas Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, fase pencarian korban resmi dihentikan serta jumlah pengungsi yang makin bertambah akibat aktivitas Gunung Semeru.

"Jadi proses ini mulai bergeser dari fokus pencarian korban ke fase awal pemulihan," ujar Abdul, akhir pekan lalu.

Sejak hari kesepuluh pencarian korban dan penetapan Status Tanggap Darurat Kabupaten Lumajang mulai 4-17 Desember 2021, tidak ditemukan lagi jasad korban. Sementara, hingga 16 Desember 2021, jumlah pengungsi bertambah yang sudah mencapai 10.571 jiwa.

"Ini yang menjadi fokus perhatian saat ini dan ke depan bahwa kita harapkan masyarakat terdampak tidak terlalu lama di tempat pengungsian," ujar Abdul.

Abdul mengatakan, upaya pencarian jasad korban hilang untuk saat ini akan berjalan seiring dengan proses transisi menuju awal tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, seperti pemulihan alur sungai. 

Sumber : antara


×