Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) bersama Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) berfoto bersama delegasi dari berbagai negara saat pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) ke-14 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (9/12/2021). | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Internasional

10 Dec 2021, 03:45 WIB

Jokowi Hadiri Virtual Summit for Democracy AS

BDF diharapkan dapat menjadi ajang untuk saling belajar tentang bagaimana nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan keadilan dapat membantu pemulihan dari pandemi.

BADUNG -- Presiden Joko Widodo berpartisipasi secara virtual dalam Summit for Democracy, Kamis (9/12) malam. Pertemuan ini digagas dan dituan rumahi oleh Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

"Siang ini saya akan kembali ke Jakarta untuk nanti malam (Kamis malam, Red) mendampingi Presiden RI berpartisipasi secara virtual dalam Summit for Democracy," ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi seusai membuka Bali Democracy Forum ke-14 secara virtual dari Bali, Kamis.

Menurut laman resmi Kementerian Luar Negeri AS, pada 9-10 Desember 2021, Presiden Biden akan menjadi tuan rumah pertama dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Demokrasi. KTT ini mempertemukan para pemimpin dari pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menetapkan agenda afirmatif untuk pembaruan demokrasi dan untuk mengatasi ancaman terbesar. dihadapi oleh demokrasi saat ini melalui aksi kolektif.

Dari 100 negara yang diundang, Rusia dan Cina tidak turut dalam undangan AS. Selama akhir pekan lalu, Cina mengadakan Forum Internasional tentang Demokrasi virtualnya sendiri.

BDF ke-14 dibuka

Pada hari yang sama, Retno resmi membuka Bali Democracy Forum ke-14 yang dilakukan secara hibrida atau campuran antara fisik dan virtual, di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis. Tema BDF kali ini adalah Democracy for Humanity: Advancing Economic and Social Justice during the Pandemic.

"BDF diharapkan dapat menjadi ajang untuk saling belajar tentang bagaimana nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan keadilan dapat membantu kita pulih, to recover together and recover stronger," ujar Retno kepada awak media secara virtual dari Bali, Kamis.

BDF kali ini diikuti oleh 335 peserta dari 95 negara dan empat organisasi internasional yang hadir baik secara fisik maupun virtual. Acara ini diikuti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan 18 pejabat setingkat menteri dan wakil menteri antara lain Menlu AS Antony Blinken, Menlu Cina Wang Yi, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu, Menlu Selandia Baru Nanaia Mahuta, dan lain sebagainya.

"Sebagai komunitas global, kita semua harus bekerja sama agar kesetaraan dapat dijalankan. Antara lain melalui keringanan utang, pemberian akses setara terhadap vaksin, dan meningkatkan investasi untuk ketahanan kesehatan, jaminan sosial, dan pendidikan bagi semua," ujar Retno mengutip Guterres.


×