Penumpang diperiksa oleh petugas kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (7/12/2021). Pemeriksaan tersebut guna mendeteksi penyebaran varian omikron. | EPA-EFE/ADI WEDA

Nasional

10 Dec 2021, 03:45 WIB

Satgas: Omikron Meluas ke 57 Negara

Penyebarannya sudah meluas lintas benua dengan total 57 negara.

JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penyebaran Covid-19 varian omikron semakin meluas. Sejak ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian yang menjadi perhatian dua pekan lalu, omikron telah menyebar tidak hanya di negara-negara Afrika.

"Penyebarannya sudah meluas lintas benua dengan total 57 negara," ujar Wiku dalam keterangan persnya secara daring, Kamis (9/12).

Wiku memastikan hingga saat ini belum menemukan kasus omikron di Indonesia. Pemerintah terus memonitor distribusi varian Covid-19 melalui sequencing spesimen pelaku perjalanan di tiap pintu masuk yang tersebar di Indonesia. “Dan sampai sekarang belum ditemukan kasus bervarian omikron,” kata Wiku.

Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi kasus yang terkendali, meski terdapat beberapa wilayah menunjukkan perkembangan yang tidak cukup baik. Wiku menilai, kondisi ini dapat menjadi bumerang jika semua elemen lengah dan abai terhadap dinamika Covid-19.

Wiku berharap, langkah antisipasi yang dilakukan lebih dini dapat mencegah importasi varian omikron tersebut. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen mengoptimalisasi kapasitas testing, khususnya alat yang memiliki sensitivitas tinggi yang mampu mendeteksi berbagai varian Covid-19.

Ia mengingatkan masyarakat terus menerapkan disiplin protokol kesehatan, pengendalian mobilitas, serta melakukan vaksinasi. Menurutnya, hal ini penting untuk mencegah omikron tidak menyebabkan lonjakan tinggi di Indonesia seperti varian delta beberapa waktu lalu.

"Mengingat upaya kuratif sangat mahal dan berisiko menimbulkan fatalitas, Indonesia dan dunia harus konsisten mengedepankan upaya preventif dalam pengendalian pandemi," kata Wiku.

Menurut Wiku, vaksin berperan penting dalam pengendalian kasus Covid-19 secara global dan mencegah munculnya varian baru. Karena itu, kesetaraan vaksin di seluruh dunia perlu terus digalakkan.

"Meskipun pandemi terjadi di seluruh dunia, nyatanya hingga saat ini belum semua negara memiliki akses yang sama terhadap vaksin, obat, dan alat kesehatan," ujarnya.

Ketua DPR, Puan Maharani menilai pengetatan tracing perlu dilakukan di seluruh lini. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya penularan omikron tanpa terdeteksi.

"Para ahli sudah memperkirakan omikron kemungkinan besar sudah masuk ke Indonesia. Hal ini harus disikapi dengan memperketat tracing, meski memang belum ada laporan resmi penemuan kasus omikron di negara kita," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/12). 


×