Pemain bulu tangkis Spanyol, Carolina Marin (tengah) berfoto bersama pengurus federasi Badminton Spanyol saat mempromosikan BWF World Championship 2021, pada Desember 2020 lalu. | EPA-EFE/MARISCAL

Kabar Utama

09 Dec 2021, 03:50 WIB

Takut Omikron, Tim Badminton RI Mundur

Pemerintah menyatakan varian omikron belum ditemukan di Tanah Air.

JAKARTA -- Tim bulu tangkis mengundurkan diri dari keikutsertaan ke BWF World Championship 2021 atau Kejuaraan Dunia 2021 yang akan berlangsung di Huelva, Spanyol, pada 12-19 Desember 2021. Keputusan itu disebut berdasarkan kekhawatiran akan penyebaran varian baru Covid-19, omikron.

Kabar mundurnya tim Indonesia pertama kali diberitakan media Malaysia, Selasa (7/12). Media jiran mengutip salah satu sumber di Jakarta. Namun ketika itu belum ada penjelasan apapun dari otoritas bulutangkis nasional terkait benar tidaknya mereka batal ke Spanyol. 

"Keputusan menarik diri tim bulutangkis Indonesia dari Kejuaraan Dunia ini juga sudah disetujui oleh Bapak Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna," tutur Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, Kamis.

Pihak PBSI juga mengatakan, keputusan ini menyesuaikan dengan sikap Pemerintah Indonesia terkait pencegahan masuknya varian omikron ke Tanah Air. “Penyebaran virus omikron yang cepat sehingga perubahan protokol kesehatan yang tidak menentu membuat kami memutuskan untuk mundur dari Kejuaraan Dunia 2021," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky.

"Kami tidak mau mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan atlet lebih utama. Para pemain juga sudah kami ajak berdiskusi dan mereka setuju untuk menarik diri dari Kejuaraan Dunia," kata Rionny melanjutkan. 

photo
Pebulu tangkis Jonatan Christie saat beraksi membawa nama Indonesia dalam BWF World Championships di Nanjing, Cina, 2018 lalu. (AP Photo/Mark Schiefelbein) - (AP)

Ia menekankan, ada imbauan dari pemerintah Republik Indonesia, di tengah pandemi yang belum mereda untuk mengurangi kegiatan berpergian ke luar negeri. Terlebih di sejumlah negara Eropa juga terjadi lonjakan pesat kasus Covid-19. 

Sempat ramai di media sosial bahwa pengunduran diri pemain Indonesia karena kekurangan biaya. Hal ini dibantah oleh Kabid Media dan Humas PB PBSI Broto Happy. "Alhamdulillah saat ini kondisi keuangan PBSI sehat. Bahkan kita sudah bayar tiket pesawat dan hotel," ujarnya ketika dihubungi Republika, kemarin. 

Sejatinya, Pelatnas PBSI di Cipayung akan mengirimkan 13 wakilnya ke BWF World Championship 2021. Mereka terdiri atas para pemain tungggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito; serta tunggal putri  Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan. 

Sedangkan pasangan ganda putra yang rencananya diberangkatkan adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/M Rian Ardianto, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Dari ganda putri ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu; kemudian Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dari ganda campuran. 

Tommy Sugiarto salah satu peserta dari luar Pelatnas menyatakan sebenarnya  sudah mengeluarkan dana pribadi puluhan juta rupiah untuk pembelian tiket dan juga akomodasi di Spanyol. Meski begitu, ia akan mengikuti keputusan PBSI.

“Saya tetap bagian dari asosiasi bulu tangkis Indonesia dalam hal ini PBSI yang bertanggung jawab atas seluruh atlet Indonesia yang bertanding membawa nama Indonesia." ujarnya. 

Belum masuk Tanah Air  

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi memastikan varian omikron hingga kemarin belum masuk ke Indonesia. Hal itu ia sampaikan menyusul kabar temuan di Bekasi Jawa Barat.  "Tidak benar ini. Sampai saat ini kami belum mendeteksi kasus omikron, " kata Nadia saat dikonfirmasi Republika, Rabu (8/12). 

Nadia menyatakan, pemerintah terus mengantisipasi munculnya varian omikron. Termasuk mengawasi kasus omikron di dalam negeri meski tak ada riwayat perjalanan ke luar negeri. "Karena kemungkinan adanya varian omikron yang dideteksi tanpa ada riwayat perjalanan ke luar negeri,” kata dia. 

Ia mengemukakan, di beberapa negara seperti Spanyol dan Amerika Serikat diketahui muncul varian omikron tanpa adanya riwayat perjalanan luar negeri dari yang terpapar. "Artinya itu menjadi perhatian kita untuk berhati-hati. Yang pasti kita harus berhati-hati dengan varian baru seperti omikron," ucapnya. 

Sejak 26 November 2021 varian omikron masuk dalam Variant of Concern (VoC) Badan Kesehatan Dunia (WHO). Nadia mengingatkan, kelompok lansia berpotensi paling terkena dampak terhadap varian omikron seperti yang terjadi di Jerman. Sebab itu pemerintah akan memprioritaskan kelompok lansia untuk mendapatkan vaksin booster

photo
Warga berdiri saat menanti kunjungan pejabat lokal yang menjalankan program vaksinasi Covid-19 di Lawley, Afrika Selatan, Jumat (3/12/2021). Pemerintah setempat mengebut vaksinasi guna meredam penularan varian omikron. - (AP/Jerome Delay)

Hingga Rabu (8/12), WHO melaporkan bahwa varian omikron telah terdeteksi di 57 negara. Sebaran itu dikhawatirkan memicu lonjakan keterisian rumah sakit.

Kendati demikian, pihak WHO hingga kemarin menyatakan masih perlu lebih banyak data untuk menelaah keparahan penyakit akibat varian tersebut. “Bahkan jika keparahannya sama atau lebih rendah dari varian delta, rumah sakit-rumah sakit pasti akan lebih terisi jika semakin banyak orang tertular. Pada akhirnya hal itu akan meningkatkan kasus baru dan kematian,” tertulis dlam laporan WHO. 

Sebelum varian omikron terdeteksi di Afrika Selatan, contohnya, rata-rata kasus harian mencapai 300 kasus. Sementara pada 5 Desember lalu, menurut WHO penularan harian sempat mencapai 62 ribu kasus. Lonjakan tinggi juga terdeteksi di  Eswatini, Zimbabwe, Mozambik, Namibia dan Lesotho.

Sementara, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS Anthony Fauci mengatakan para ahli kesehatan akan memiliki beberapa data tentang omikron pada pertengahan depan. "Kami akan dapat menentukan apakah antibodi yang diinduksi oleh semua vaksin kehilangan kemampuan efektivitasnya dengan omicron," kata Fauci.

"Selain itu, kami melakukan penelitian pada hewan untuk mengevaluasi perlindungan kekebalan serta kemanjuran antivirus," ujarnya menambahkan. 

Fauci menunjuk ke grafik yang menunjukkan rata-rata bergulir tujuh hari dari kasus omikron yang dikonfirmasi per 1 juta orang di Afrika Selatan. Dia mencatat bahwa angka itu sekarang merupakan varian dominan yang beredar di negara tersebut.

"Infleksi yang hampir vertikal ini jelas menunjukkan tingkat penularan yang tinggi," katanya dikutip laman CNBC, Rabu.

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Windhu Purnomo menegaskan apapun varian virus Covid-19, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan melengkapi vaksinasi sebagai upaya pencegahan. Windhu menjelaskan, Omicron memunculkan gejala yang kurang lebih sama, yakni seperti influenza pada umumnya. 

Cara penularan juga tidak jauh berbeda, yaitu melalui droplet dan bisa sebagai airborne (penyakit yang menyebar lewat udara) di tempat tertutup. “Jadi prokes tetap nomor satu untuk mencegah tertular atau menulari orang lain, dan mencegah terjadinya mutasi baru,” kata Windhu, Selada (7/12).


×