Pekerja membongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menambah jadwal penerbangan di Provinsi | AMPELSA/ANTARA FOTO

Ekonomi

06 Dec 2021, 09:44 WIB

Garuda Indonesia Tunda Bayar Sukuk Global

Garuda Indonesia saat ini sedang menjalankan proses restrukturisasi. 

JAKARTA  — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menunda pembayaran sukuk global 500 juta dolar AS atau setara Rp 7,26 triliun. Lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (3/12), manajemen emiten berkode saham GIAA itu menyatakan, industri penerbangan sampai saat ini masih tertekan situasi pandemi Covid-19.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengatakan, penundanaan pembayaran dari kupon sukuk ini dilakukan dengan seksama atas keberlangsungan usaha Garuda di tengah situasi pandemi dan dampakya terhadap industri penerbangan yang belum pulih.

Dengan demikian, Garuda Indonesia harus menunda distribusi berkala yang jatuh tempo pada Desember 2021. "Penundaan pembayaran kupon sukuk pada periode tahun berjalan 2021 ini menjadi langkah terbaik yang dapat ditempuh Garuda Indonesia saat ini,” kata Prasetio dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Ahad (5/12).

Prasetio menegaskan, langkah ini harus ditempuh untuk memastikan keberlangsungan usaha ke depannya dapat terjaga dengan baik. Terutama, untuk memastikan komitmen perseroan dalam penyelesaian kewajiban usaha. 

Menurut Prasetio, Garuda Indonesia saat ini sedang menjalankan proses restrukturisasi. Garuda Indonesia juga akan terus melanjutkan diskusi intensif dengan para pemegang saham untuk memperoleh kesepakatan terbaik dalam penyelesaian kewajiban usaha. 

Garuda Indonesia sudah menyampaikan skema proposal restrukturisasi kepada lessor dan kreditur. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hal tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan perusahaan.

Irfan mengatakan, langkah tersebut menandai percepatan proses restrukturisasi dan pemulihan maskapai pelat merah tersebut. "Proposal ini menguraikan rencana jangka panjang bisnis Garuda Indonesia serta sejumlah penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis kami dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utama," kata Irfan.

Penyampaian skema proposal restrukturisasi tersebut menjadi langkah awal dari keseluruhan proses restrukturisasi sekaligus menjadi momentum penting dalam upaya Garuda Indonesia bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan profitabel.

Irfan memastikan, skema proposal restrukturisasi tersebut telah disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara real time oleh seluruh lessor, kreditur, maupun pihak terkait lainnya. Hal tersebut mengacu pada ketentuan non-disclosur agreement uyang telah disepakati seluruh pihak.

"Kanal ini akan mempermudah para pihak untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik karena ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia yang menegakkan prinsip-prinsip transparansi dan kejujuran serta menciptakan komunikasi konstruktif dengan semua kreditur,” ujar Irfan.

Irfan menambahkan, proposal tersebut akan diselaraskan dengan momentum pengajuan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta oleh salah satu mitra bisnis Garuda Indonesia. Irfan mengatakan, Garuda Indonesia juga berkoordinasi dengan tim restrukturisasi serta para advisor untuk terus melakukan koordinasi intensif bersama pihak lessor dan kreditur.

 
Dukungan lessor dan kreditur tentunya memiliki makna penting bagi kami dalam mendukung upaya transformasi mindset bisnis yang lebih adaptif dan resilient.
 
 

"Dukungan lessor dan kreditur tentunya memiliki makna penting bagi kami dalam mendukung upaya transformasi mindset bisnis yang lebih adaptif dan resilient dalam menjawab tantangan industri di masa depan," kata Irfan.

Selanjutnya, kata Irfan, Garuda Indonesia mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi komprehensif tersebut, khususnya sebagai basis pertimbangan proses restrukturisasi yang akan dijalankan.

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengajak semua pihak untuk mendukung renegosiasi Garuda Indonesia dengan para lessor atau pihak yang menyewakan atau menyediakan jasa sewa pesawat dan kreditur hingga titik akhir.

"Menurut saya, terkait Garuda Indonesia itu, biarkanlah mereka (tim negosiator) menyelesaikan proses renegosiasi dengan para pemberi sewa pesawat atau lessor dan kreditur hingga titik akhir," ujar Toto.

Toto juga mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat Indonesia agar jangan memberikan aura-aura yang kurang lebih tidak mendukung proses renegosiasi Garuda Indonesia yang sedang berjalan saat ini.


×