Ilustrasi kegiatan ICMI. |

Khazanah

06 Dec 2021, 09:37 WIB

ICMI Harus Jadi Jalan Tengah Umat

ICMI telah ikut membawa Indonesia ke arah kemajuan.

BANDUNG – Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan, ICMI harus mengambil peran yang spesifik untuk menjadi jalan tengah. Hal ini dalam upaya mempersatukan umat Islam sebagai pewujudan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Tidak hanya berjuang untuk ICMI dan umat Islam, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia, kemanusiaan, dan alam semesta. Itulah Islam rahmatan lil’ alamin,” ujar dia seusai menghadiri agenda pleno dalam Muktamar ke-7 dan Milad ke-31 ICMI 2021 di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Jawa Barat, Ahad (5/12).

Zulhas melanjutkan, ICMI juga harus menjembatani ormas-ormas yang ada. Dia mengingatkan, meski ada perbedaan-perbedaan, semua bersepakat dalam perbedaan tersebut. "Artinya adalah, kita harus tetap saling menghormati, saling memperkuat persatuan karena kita adalah saudara seagama, sebangsa, dan seperjuangan," ujarnya.

Mengusung tema “Membangun Indonesia Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045’’, Muktamar ke-7 ICMI berlangsung pada 4-6 Desember 2021. Muktamar ini dihadiri 450 pengurus dari ICMI pusat, badan otonom ICMI pusat, utusan Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI dalam dan luar negeri, dan utusan seluruh organisasi daerah (orda) kabupaten/kota se-Indonesia.

Agenda dalam muktamar yaitu penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus ICMI periode 2015-2021, menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menetapkan garis besar program kerja, pedoman pokok dan kebijakan organisasi ICMI, serta memilih majelis pengurus ICMI.

Muktamar dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) RI sekaligus Ketua Dewan Penasihat ICMI, KH Ma'ruf Amin, Sabtu (4/12). Turut hadir saat pembukaan muktamar di antaranya Ketua Dewan Kehormatan ICMl Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wali Kota Bandung Oded M Danial.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ICMI (icmipusat)

Sementara itu, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie menyampaikan, ICMI harus menjaga hubungan dengan semua partai politik (parpol) tanpa menunduk ke parpol tertentu. Dia menilai, ada persoalan di tubuh parpol saat ini sehingga perlu kolaborasi antara keduanya agar sesuai dengan tujuan yang dikehendaki pada awal masa reformasi.

“Kolaborasi ICMI dengan semua partai harus dijaga tanpa ada tuntutan kepada ICMI untuk berperan. Karena tidak boleh kita tunduk kepada partai,” ujar Jimly seusai agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus ICMI periode 2015-2021, Ahad.

 

Ia juga menyampaikan, ICMI pada masa kepengurusan baru selama lima tahun ke depan harus menghadirkan peran yang juga baru. Meskipun begitu, dia mengatakan, peran intelektual harus terus dilakukan dengan membina kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan di kampus dan menggerakkan pikiran-pikiran cerdas.

"Imtaq (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan teknologi) itu harus seimbang tanpa harus dituntut mengambil peran politik yang lebih jauh," ujarnya.

Jimly juga mengingatkan agar jangan sampai organisasi yang didirikan pada 7 Desember 1990 itu dimanfaatkan untuk memperoleh kekayaan dan jabatan tertentu. "Besarkan ICMI, jangan mengambil darinya," katanya.

Sedangkan Wapres dalam pidatonya pada pembukaan muktamar mengatakan, kehadiran ICMI bagi bangsa bukan hanya sekadar wadah perkumpulan para cendekiawan Muslim. ICMI telah menjadi simbol perkembangan gelombang perubahan umat Islam Indonesia sejak dibentuk pada tiga dekade silam.

“Bangsa ini telah menyaksikan kiprah ICMI dalam berbagai aspek penting yang membawa Indonesia ke arah kemajuan,” ujar Wapres.


×