Warga yang terdampak abu vulkanik dari guguran lahar panas Gunung Semeru dievakuasi dari Desa Kamar Kajang, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). | ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Kabar Utama

06 Dec 2021, 03:45 WIB

Evakuasi Korban Semeru Terkendala

Jumlah korban erupsi Gunung Semeru disebut bisa bertambah.

LUMAJANG -- Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) sore menimbulkan sedikitnya 14 korban meninggal hingga Ahad sore. Sementara evakuasi sejumlah warga yang terjebak di wilayah terdampak masih terkendala.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, masalah cuaca dan sisa material yang masih banyak menyebabkan proses penanganan berjalan lambat. Terlebih sisa material erupsi sudah menjadi lumpur di sejumlah area.

"Kedalamannya mungkin sekitar 80 centimeter dan itu panas. Mangkannya itu kendalanya di situ," kata Wawan saat dihubungi Republika, Ahad (5/12) sore. Mengingat lumpur yang ditemukan bukan biasa, para relawan harus menggunakan sepatu boot tahan panas.

Kemudian para relawan juga harus meningkatkan kewaspadaan agar proses penanganan berjalan baik.

Di samping itu, pihaknya juga harus menggunakan kendaraan khusus dalam proses penanganan. Menurut Wawan, hambatan penanganan terutama terjadi di tiga wilayah Kabupaten Lumajang, yakni Pronojiwo, Candipuro, dan Pasirian.

photo
Tim SAR gabungan menyusuri endapan material guguran awan panas Gunung Semeru ketika proses pencarian korban di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Sedikitnya 13 korban dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. - (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan hal serupa pada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, kemarin. “Kondisi awan panasnya itu hari ini medannya agak sulit karena ada jalur yang sebelumnya permukiman karena sungainya penuh meluber ke permukiman," ujar Thariqul saat dihubungi Wapres dari Bali, Ahad (5/12).

Thariqul juga mengatakan, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo yang merupakan jalan nasional dan menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang juga terputus. "Jadi saya minta Kabupaten Malang untuk bantu yang Pronojiwo karena kita nggak bisa ke sana, Bapak," ujar Thariqul kepada Wapres.

Ia juga melaporkan, hingga Ahad pukul 12.09 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 14 orang. "Tapi terus bergerak (bisa bertambah) Bapak Wapres. Jadi karena ada banyak masyarakat yang juga melaporkan suaminya belum kembali, suaminya belum datang," ujarnya.

Wapres kemudian meminta Bupati Lumajang untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah lainnya maupun kementerian terkait dalam mempercepat penanganan. "Antisipasi jangan sampai terjadi korban baru lagi," kata Wapres.

 
 

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, masih ada 10 warga yang belum bisa dievakuasi dari dusun yang terdampak letusan Gunung Semeru di Desa Supiturang, Pronojiwo. Petugas kesulitan mengevakuasi 10 warga dari Dusun Curah Kobokan karena jalur menuju ke dusun itu sukar dilalui kendaraan.

Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB. Pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Lumajang mencatat, selain korban meninggal, sebanyak 41 warga mengalami luka bakar. Terdapat 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik

Ada delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik. Di antaranya Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono; Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari; Kecamatan Pagelaran pada Desa Clumprit; Kecamatan Wajak pada Desa Bambang; Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari; Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit; Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari; serta Kecamatan Turen pada Desa Talok.

photo
Warga yang terdampak abu vulkanik dari guguran lahar panas Gunung Semeru menunggu dievakuasi di Desa Kamar Kajang, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Pemkab Lumajang bersama tim reaksi cepat (TRC) BPBD Lumajang dan para relawan telah melakukan pertolongan dan mengevakuasi warga di beberapa lokasi untuk dibawa ke tempat yang lebih aman. - (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Kementerian ESDM melalui Badan Geologi mengeklaim sudah mengirimkan peringatan dini kepada pemangku kepentingan di wilayah Jawa TImur terkait aktivitas Gunung Semeru. Badan Geologi juga sudah menaikkan status Gunung Semeru ke level Waspada sejak Mei lalu.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menjelaskan, erupsi dan guguran awan panas sudah mulai dikeluarkan Gunung Semeru sejak 1 Desember 2021. "Kami sudah bilang tanggal 2 itu ke surat Bupati Lumajang. Termasuk, surat ke Ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indarparawansa)," ujar Andiani melalui konferensi pers, Ahad (5/12).

Andiani menekankan, sejauh ini potensi erupsi susulan ataupun guguran awan panas masih bisa terjadi. Tapi seberapa besar dan seberapa jauh memang sulit diprediksi. "Potensinya tetap ada. Kami meminta masyarakat untuk tetap berhati hati," kata Andiani.

Sedangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, proses mitigasi dan sistem peringatan dini terkait awan panas guguran Gunung Semeru sedianya sudah berjalan. "Tapi karena guguran material sangat besar maka terjebak. Sampai ada yang berlindung di atap rumah dan sebagainya," ucap Khofifah. 

Bantuan Mengalir 

Khofifah Indar Parawansa telah memerintahkan BPBD Jatim dan Dinas Sosial mengirim bantuan tenaga, peralatan, hingga logistik untuk penanganan warga terdampak erupsi, termasuk pengungsi. Ratusan paket bantuan untuk masyarakat Kabupaten Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru telah dikirim ke Lumajang sejak Sabtu (4/12) malam.

Paket bantuan yang dikirimkan berupa beras, lauk pauk, tambah gizi, selimut, family kits, baju anak-anak, dan sembako. Selain itu, bantuan lain juga dikirimkan, yaitu terpal, kantong mayat, pampers, masker kain, masker medis, sandang, air, biskuit bayi, minyak telon, minyak kayu putih, dan suplemen. 

Selain itu, juga dikirimkan juga alat-alat evakuasi. “Saya bersama bupati Lumajang meninjau lokasi kejadian dan menyisir apa-apa saja yang dibutuhkan masyarakat," ujar Khofifah saat meninjau dampak erupsi Gunung Semeru di Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Ahad (5/12). 

Khofifah mengatakan, bantuan yang saat ini dikirimkan sebagai langkah awal kesigapan Pemprov Jatim dalam menangani bencana alam. Nanti, akan ada bantuan yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan.

BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik awal senilai Rp 1,1 miliar dalam bentuk makanan siap saji, selimut, masker, dan tenda pengungsi untuk mempercepat penanganan darurat erupsi Gunung Semeru. Menurut keterangan BNPB yang diterima di Jakarta pada Ahad, sejak Sabtu (4/12) telah diberikan bantuan makanan siap saji 1.374 paket, lauk pauk 1.377 paket, selimut 2.000 lembar, matras 900 lembar, masker KF94 20 ribu buah, serta dua unit tenda pengungsi. 

photo
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) meninjau rumah yang terendam abu vulkanik dari guguran lahar panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung dampak bencana dan meminta Pemkab Lumajang dan Pemerintah Pusat bersinergi dalam menyikapi dampak letusan Gunung Semeru. - (ANTARA FOTO/UMARUL FARUQ)

Total seluruh bantuan yang diberikan Rp 1.149,189.300. Pengiriman itu dilakukan bersamaan dengan kedatangan tim reaksi cepat dan perwakilan kementerian serta lembaga, yang langsung menuju area terdampak di Kabupaten Lumajang.

Sedangkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menurunkan 14 personel, yang terdiri atas Baznas Tanggap Bencana (BTB), dokter, perawat, farmasis, dan relawan untuk membangun pos kesehatan dan pengobatan mobile bagi warga korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12).

Sebelumnya, Baznas juga terlebih dahulu mengirimkan tim tanggap bencana dari Kabupaten Lumajang yang menjadi titik terdekat dari lokasi bencana. "Selain memberikan pelayanan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya, pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian Baznas," ujar Pimpinan Baznas, Saidah Sakwan, kemarin. 

Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, meminta seluruh takmir (pengurus) masjid untuk ikut bergotong royong membantu pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Semeru. “Bila masjid diperlukan untuk menampung pengungsi, segera dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” kata Jusuf Kalla dalam siaran pers, Ahad (5/12).

Pengurus pusat DMI sejak Sabtu (4/12)telah melakukan koordinasi dengan pengurus DMI di wilayah Jawa Timur hingga Kabupaten Lumajang. Pengurus DMI Lumajang langsung bergerak ke lapangan untuk membantu pengungsian.

Tim Disaster Management Center (DMC) dari Dompet Dhuafa cabang Jawa Timur, juga telah tiba di lokasi titik evakuasi pada Ahad dini hari. Dari pantauan tim di lapangan, kebutuhan medis menjadi yang paling mendesak.

Puskesmas Penanggal, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, menjadi yang terdekat untuk evakuasi warga dan saat ini kewalahan menangani warga yang mengalami luka bakar derajat 1 dan 2.

photo
Relawan mengamati kepulan asap yang berasal dari material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. - (ANTARA FOTO/ZABUR KARURU)

"Menurut laporan tim di lapangan, saat ini puskesmas terdekat sudah kewalahan. Karena permintaan penolongan pertama akan luka bakar membeludak," kata Shofa Al Quds, selaku GM Respons DMC Dompet Dhuafa, melalui keterangan tertulisnya kepada Republika, Ahad (5/12).

Ia menyatakan, warga dengan kondisi luka bakar derajat 1 dan 2 memenuhi ruangan yang ada di Puskesmas Penanggal, Candipuro. Jadi, selain evakuasi, kebutuhan penanganan medis menjadi kebutuhan mendesak.

"Ada kasus luka bakar dan mungkin infeksi saluran pernapasan atas. Maka itu, tim medis dari Madiun dan Surabaya, kami kerahkan dengan cepat," katanya.

Sementara itu, Shofa kembali menegaskan, untuk menguatkan respons medis di lokasi, tim dari Jakarta akan melengkapi kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan medis darurat. Sehingga, dapat maksimal respons darurat di lapangan untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, juga menginstruksikan kepada relawan MDMC di Jawa Timur untuk segera melakukan tindakan kesiapsiagaan. "MDMC Kabupaten Lumajang langsung menetapkan poskor (pos koordinasi) relawan Muhammadiyah untuk tanggap darurat erupsi Gunung Semeru," kata Budi, Sabtu (4/12). 

Sumber : antara


×