Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang rencananya akan digunakan pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Denpasar, Bali, Kamis (2/12/2021). | ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Nasional

04 Dec 2021, 03:45 WIB

Indonesia akan Buktikan Kemampuan Tangani Covid-19 di G-20

Pemerintah optimistis kegiatan pertemuan G-20 di Indonesia akan berjalan dengan baik pada 2022.

JAKARTA -- Pemerintah Indonesia akan membuktikan kemampuannya dalam menangani Covid-19 pada ajang pertemuan Presidensi G-20. Meskipun kondisi Covid-19 masih belum pasti dengan kemunculan varian baru, pemerintah optimistis kegiatan pertemuan G-20 di Indonesia akan berjalan dengan baik pada 2022. 

"Kalau kita lihat, situasi kesehatan kita terus membaik. Artinya, berbagai kegiatan sudah bisa dilakukan. Ini jadi penting, bagaimana Indonesia di Presidensi G-20 menunjukkan bagaimana kondisi yang baik ini, dengan semakin menekan laju penularan. Kalau bisa Indonesia menjadi negara pertama yang keluar dari Covid-19," kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam Dialog Produktif Jumat KPC PEN yang dipantau di Jakarta, Jumat (3/11).

Saat ini, vaksinasi dosis lengkap direncanakan akan selesai pada 2022. "Di akhir Desember 2021, 80 persen total masyarakat Indonesia atau orang yang menjadi sasaran vaksinasi kita akan telah mendapat dosis pertama. Sementara 60 persen dari masyarakat akan telah mendapat dosis lengkap," imbuhnya.

Nadia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat saat ini Indonesia telah memiliki cukup vaksin dari produsen. Masyarakat Indonesia pun diharapkan segera melakukan vaksinasi lengkap sementara pemerintah mengupayakan vaksin terdistribusi merata.

"Dua dosis vaksinasi ini akan mendukung perlindungan kita dan Indonesia akan menjadi model selama Presidensi G20," ucapnya.

Saat ini, ia mengatakan, pemerintah juga sedang mematangkan kebijakan vaksinasi booster atau dosis ketiga untuk orang lanjut usia. "Apakah lansia akan kita mulai vaksinasi di Januari? Ini sedang kita matangkan untuk kebijakannya, mengingat baru 51 persen lansia yang mendapat vaksinasi dosis pertama, sementara dosis kedua baru 30 persen," kata Nadia.

Nadia menambahkan, situasi penanganan Covid-19 di Indonesia sudah sangat baik. Karena itu, negara seperti Amerika Serikat dan negara anggota Uni Eropa tidak melarang warga negaranya berkunjung ke Indonesia. 

"Ini suatu hal yang baik. Kalau kita lihat angka kasus positif Covid-19 kita sudah pada level sangat rendah dimana jumlah kasus yang dilaporkan kemarin hanya sekitar 360 dan kematian sebesar 10," ucapnya.

Sumber : antara


×