Warga mengantre untuk menerima uang kas yang dibagikan World Food Program di Kabul, Afghanistan, Rabu (17/11/2021). PBB memperingatkan bahwa jutaan dalam tahap nyaris kelaparan di Afghanistan. | AP/Petros Giannakouris

Internasional

03 Dec 2021, 03:45 WIB

PBB: 274 Juta Orang Butuh Bantuan 2022

Jumlah orang yang membutuhkan bantuan pada 2022 akan naik 17 persen.

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, pada 2022 akan ada 274 juta orang yang akan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Mereka adalah orang-orang yang berada di Afghanistan, Ethiopia, Myanmar, Suriah, dan Yaman. Mereka hidup menghadapi tantangan berat seperti perang, gangguan keamana, kelaparan, perubahan iklim dan pandemi virus korona.

Kantor Koordinasi untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) di bawah PBB memaparkan dalam laporan tahunannya, bahwa jumlah orang yang membutuhkan bantuan pada 2022 akan naik 17 persen. Badan ini menyerukan agar donor mengucurkan 41 miliar dolar AS untuk membantu sekitar 183 juta orang yang paling mendesak untuk dibantu.

“Krisis iklim lebih dulu menghantam orang-orang yang paling rentan di dunia dengan dampak terburuk. Konflik berkepanjangan menghantam, dan instabilitas memburuk di sejumlah bagian dunia, terutama Ethiopia, Myanmar, dan Afghanistan,” kata Kepala OCHA Martin Griffiths, Kamis (2/12). “Pandemi belum berlalu, dan negara miskin kekurangan vaksin.”

Seruan ini menunjukkan kebutuhan berbagai badan PBB dan mitra mereka. Namun, tampaknya OCHA pun tak terlalu ambisius bahwa seruan tersebut akan dipenuhi.

Tahun ini donor mengucurkan 17 juta dolar AS untuk proyek tahun lalu yang dipaparkan OCHA dalam Global Humanitarian Overview tahun lalu. Namun, dana itu hanya separuh dari permintaan PBB untuk sepanjang 2021.

Tahun ini, kata Griffiths, “Kita telah menjangkau 70 persen dari orang yang disasar. Kami sadar bahwa kami tidak akan mendapatkan hingga 41 miliar dolar AS, seperti yang kami harapkan.”

Dari permintaan dana kali ini, penggunaannya proyek khusus di 30 negara. Separuh dari mereka ada di Afrika, dan sebagian lagi di Timur Tengah atau Amerika Selatan.

Griffiths kemudian mengutip perkiraan yang dibuat Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), yang menyebutkan ada 45 juta orang berisiko kelaparan. Mereka tersebar di puluhan negara.  

photo
Warga mengantre untuk menerima uang kas yang dibagikan World Food Program di Kabul, Afghanistan, Rabu (17/11/2021). PBB memperingatkan bahwa jutaan dalam tahap nyaris kelaparan di Afghanistan. - (AP/Petros Giannakouris)

“Bantuan kemanusiaan amat berarti,” kata Griffiths. “Kita telah menghentikan kelaparan yang mempengaruhi setengah juta jiwa di Sudan Selatan, kita telah mengirimkan bantuan kesehatan kepada 10 juta jiwa di Yaman, kita juga telah membantu vaksinasi jutaan orang di Myanmar,” katanya.

OCHA mengatakan, lebih dari 24 juta orang membutuhkan batuan penyambung hidup seperti di Afghanistan. Mereka didera konflik, kekacauan politik, virus korona, guncangan ekonomi, dan kekeringan terburuk yang pernah terjadi dalam satu generasi.

“Kita tidak pernah meninggalkan Afghanistan. Kita akan hadirdi sana bersama program yang ditargetkan pada 2022, tiga kali lipat besarannya dari 2021. Alasannya karena kebutuhan dan kondisi yang begitu beragam, yang tentu Anda semua sudah tahu,” katanya.

Menurutnya, situasi di Ethiopia pun dalam kondisi “paling mengerikan”, jika diukur dari tingkat kebutuhan hidup yang mendesak. Ia khawatir akan kemungkinan masuknya pasukan perlawanan di ibu kota, Addis Ababa. Saat ini Pemerintah Ethiopia masih berhadapan dengan pasukan perlawanan dari kawasan Tigray.

photo
Warga membersamai personel militer Ethiopia memperingati kematian pasukan federal yang dibunuh milisi Tigray Peoples Liberation Front (TPLF) di Addis Ababa, Ethiopia, Rabu (3/11/2021). - (AP/AP)

Bank Dunia

Dewan di Bank Dunia mendukung keputusan mengucurkan 280 juta dolar AS kepada dua badan bantuan di Afghanistan. Dana tersebut berasal dari dana perwalian yang selama ini dibekukan. Hal ini diungkap dua sumber, Rabu (1/12).

Keputusan itu harus disetujui oleh 31 donor yang tergabung dalam badan Afghanistan Reconstruction Trust Fund (ARTF) yang dipimpin Bank Dunia. Amerika Serikat adalah pendonor terbesar di antara 31 donor.

Para donor dijadwalkan bertemu pada Jumat (3/12) ini. Sedangkan dua badan bantuan yang dipercaya menyalurkan bantuan adalah FAO dan badan PBB yang mengurusi anak-anak, Unicef.

Sumber : Reuters/Associated Press


×