Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi inspektur upacara saat ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021). | Edi Yusuf/Republika

Nasional

02 Dec 2021, 03:45 WIB

Ridwan Kamil Segera Pilih Parpol

Ridwan Kamil mengisyaratkan siap jika memang ‘hanya’ sekadar menjadi cawapres.

YOGYAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi pernyataan sejumlah pengurus partai dan hasil survei yang mendukungnya untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Saat ini ia mengaku masih menimbang sebelum menentukan partai mana yang akan dipilih sebagai kendaraan politik.

Ridwan Kamil mengaku masih fokus menjalankan tugasnya sebagai gubernur Jabar. Menurutnya, kinerja yang baik akan berdampak pada elektoral. Ia meyakini masyarakat menghargai kinerja tanpa pencitraan.

“Dengan kerja ada apresiasi dari warga, baik itu berupa pujian, komentar, dan elektoral. Saya sudah haqqul yakin kalau independen di level nasional tidak mungkin. Saya akan istikharah tahun depan masuk partai. Doakan saja,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat di Yogyakarta, Rabu (1/12).

Terkait hasil survei yang naik turun, Emil yakin bahwa dukungan itu dari akumulasi kerja. “Fokus aja kerja. Tapi kalau ngomongin survei politik, terlalu jauh sekarang. Survei itu relevan kalau berpasangan, lebih realistis. Ini kontes berpasangan, bukan kontes individu,” katanya.

Namun, Emil pun mengapresiasi berbagai dukungan yang datang dari berbagai kalangan agar dirinya maju dalam kontestasi di level pilpres. Hal itu akan menjadi semangat tersendiri. Sebaliknya, kata dia, jika ada kritik atau bentuk apresiasinya tidak baik, maka ia akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Saya tiap hari memperbaiki diri. Apakah survei jelek, saya evaluasi, kalau bagus, apanya yang bagus. Setiap hari harus ada perbaikan,” katanya.

Oleh karena itu, Emil enggan memikirkan mengenai soal siapa yang akan menjadi pasangannya nanti jika jadi berkontestasi untuk pilpres 2024 nanti. Begitu juga, dengan posisi siapa yang menjadi capres atau cawapres.

“Pelajaran dua kali pilkada, pengantin itu ibarat Siti Nurbaya semua. Tidak pernah saya bisa memilih. Saya manut dengan perjodohan oleh situasi. Setelah dinikahkan, baru belajar mencintai. Yang ngatur jodoh itu bukan si pengantinnya, tapi diatur koalisi,” ujar dia.

Emil mengisyaratkan siap jika memang ‘hanya’ sekadar menjadi cawapres. “Nggak ada masalah. Kepemimpinan itu di mata Tuhan sama saja. Bermanfaatkah dia dengan jabatan nomor satu (presiden), bermanfaatkah di mata rakyat dengan nomor dua (wakil presiden). Nomer satu dan dua sama saja. Rakyat lebih sejahtera itu yang lebih penting,” ujar dia.

Ketua DPW Hanura Jabar Dian Rahadian pada akhir pekan lalu menyatakan siap mendukung Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi gubernur Jabar atau berkompetisi di level pilpres. Lalu, Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana menawarkan Ridwan Kamil bergabung dalam partainya karena memiliki hubungan baik sejak Ridwan Kamil menjabat sebagai wali kota Bandung.

“Kita apresiasi keputusan Ridwan Kamil tentang rencana akan masuk parpol pada tahun 2022 mendatang. Bahkan kita sangat terbuka jika Kang Emil mau bergabung bersama kami di Partai Gelora,” kata Haris yang diketahui mantan kader PKS itu.


×