Petugas memberikan informasi kepada nasabah terkait Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 di Bank Muamalat di Jakarta, Selasa (5/11). ST006 merupakan jenis sukuk hijau ritel (green sukuk retail) yang digunakan untuk membiayai proyek-proyek terkait lingkungan. Su | Republika/Prayogi

Ekonomi

01 Dec 2021, 05:20 WIB

Layanan Urun Dana Syariah Genjot Penerbitan Sukuk

Fokus utama untuk tahun depan masih di produk sukuk.

JAKARTA -- Securities crowdfunding (SCF) atau perusahaan penyedia layanan permodalan urun dana syariah akan menerbitkan sejumlah produk sukuk hingga akhir tahun ini. Salah satu SCF syariah, Shafiq, telah menghimpun dana Rp 1 miliar sejak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2021. 

Co-founder dan Chief Executive Officer (CEO) Shafiq Kevin Syahrizal menyebut akan ada minimal tiga proyek tambahan lagi sebelum menutup 2021. "Saat ini sudah menghimpun Rp 1 miliar dan sebanyak Rp 1,5 miliar masih kampanye. Insya Allah, pekan ini ada lagi sukuk yang akan dikampanyekan Rp 2,8 miliar," kata Kevin kepada Republika, Selasa (30/11).

Pada 2022, Shafiq menargetkan pendanaan yang dapat disalurkan mencapai Rp 60 miliar. Saat ini, mekanisme pendanaan dilakukan melalui penerbitan sukuk. Kevin mengatakan, fokus utama untuk tahun depan masih di produk sukuk.

Shafiq akan menyasar proyek-proyek pemerintah, kementerian, BUMN, dan swasta. Shafiq tetap menyediakan mekanisme penerbitan saham syariah, tetapi saat ini persentasenya tidak sebesar sukuk. "Ada beberapa sektor yang kami coba fokuskan, seperti sektor kesehatan dan pendidikan untuk sahamnya, atau proyek-proyek pemerintah, kementerian, BUMN, dan swasta untuk sukuk," katanya.

Meski demikian, secara umum, Shafiq masih terbuka untuk seluruh sektor. Dia melihat hal yang paling utama adalah harus lulus dari sisi bisnis dan ketentuan syariahnya. Shafiq juga menargetkan pasar dari masyarakat secara umum dengan segmen yang beraneka ragam. Proses edukasi terkait SCF syariah juga terus digencarkan, terutama melalui media sosial dan webinar.

Sementara itu, CFO Bizhare Gatot Adhi Wibowo mengatakan, saat ini banyak UMKM yang kesulitan mengelola perusahaan dan pendanaan. "Dalam crowdfunding syariah, selain dibantu dari sisi pendanaan, UMKM juga diberi pendampingan sehingga bisa lebih berkembang," kata Gatot.

Dengan konsep syariah, setiap permasalahan bisnis dikembalikan ke hukum-hukum syariah. Hal itu sangat membantu UMKM yang terkendala dalam bisnisnya. SCF syariah memiliki akad-akad yang jelas sehingga sangat membantu dibandingkan dengan meminjam dari lembaga keuangan konvensional.

Menurut Gatot, sekarang sudah ada lima UMKM yang memperoleh pendanaan melalui Bizhare dengan total nilai pendanaan Rp 5,6 miliar. Porsi pendanaan syariah tersebut mencapai 9 persen dari total pendanaan Bizhare. Hingga akhir tahun, Bizhare akan mencatatkan empat investasi lagi dengan nilai mencapai Rp 10 miliar. 

Gatot optimistis penyaluran pendanaan UMKM akan terus meningkat pada tahun depan. Saat ini sudah ada 276 UKM syariah yang mengajukan pendanaan dengan total pengajuan Rp 2,7 triliun. Gatot menargetkan seluruh pengajuan tersebut bisa terealisasi pada 2022.


×