Sejumlah pengunjung memadati kawasan kuliner Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (27/11/2021). Kajian Politik Nasional (KPN) menyigi bahwa 63,1 persen responden menyatakan puas dengan penanganan Covid-19 di Provinsi Banten. | ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

Nasional

29 Nov 2021, 03:45 WIB

Masyarakat Puas Penanganan Covid-19 di Banten

Badan Intelijen Negara Daerah Sulawesi Barat (Binda Sulbar) menggelar vaksinasi massal.

TANGERANG – Sebuah survei menunjukkan masyarakat dominan puas dengan kinerja Pemerintah Provinsi Banten dalam menangani masalah pandemi Covid-19. Survei tersebut dilakukan oleh Kajian Politik Nasional (KPN) pada 22-25 November 2021.

“Jumlah angka persentase 63,1 persen responden menyatakan puas dan 11,6 persen menyatakan sangat puas, sementara 17 persen menyatakan tidak puas, dan 8,3 persen sangat tidak puas,” ujar Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul dalam keterangannya, Ahad (28/11).

“Dari hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Banten dalam menangani dan menanggulangi Covid-19 sudah baik,” tuturnya.

Adib mengatakan, penilaian penanganan Covid-19 di Banten meliputi kecepatan penanganan, ketersediaan obat, ventilator, ruang perawatan, tenaga kesehatan, hingga oksigen. Selain itu, keluarnya aturan tentang penanganan Covid-19, termasuk sanksi pelanggar protokol kesehatan.

Berdasarkan survei yang sama, layanan kesehatan mendapatkan persentase 6,8 persen sebagai kategori program Pemprov Banten paling mendesak diselesaikan. Program yang diharapkan untuk segera ditangani justru berkaitan dengan masalah ekonomi, yakni sembako murah. “Ada 17,9 persen responden menginginkan program tersebut dilaksanakan,” kata Adib. 

Adib menuturkan, survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling (MRS) dengan margin of error (MoE) ±2,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung oleh tim lembaga KPN terhadap 800 responden yang merupakan warga Banten.

photo
Prajurit medis TNI AL menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga saat acara Serbuan Vaksinasi Massal Bersama TNI AL di Balai Pertemuan Warga Kramatwatu, Serang, Banten, Kamis (25/11/2021). Program vaksinasi yang bertujuan menuntaskan pencapaian kekebalan komunal dan Indonesia bebas Covid-19 itu berlangsung dalam menyambut Hari Armada RI. - (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Sementara, Badan Intelijen Negara Daerah Sulawesi Barat (Binda Sulbar) menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum secara pintu ke pintu dengan target penyuntikan 20.200 dosis vaksin hingga akhir 2021. Masyarakat diminta untuk tidak termakan kabar bohong atau hoaks mengenai vaksin Covid-19.

“Kegiatan vaksinasi yang kami lakukan telah mencapai lebih dari 13.000 dosis dari target sebanyak 20.200 dosis sampai Desember 2021,” ujar Kepala Binda Sulbar, Sudadi, lewat keterangannya, Ahad (28/11).

Dia mengungkapkan, BIN terus mengejar target penyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Itu dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah agar tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Sulbar.

Menurut Sudadi, selain untuk membantu pemerintah, kegiatan vaksinasi massal pintu ke pintu itu juga dilakuka  untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Dia menjelaskan, selain vaksinasi pintu ke pintu, pihaknya juga membuka layanan di beberapa Puskesmas di 19 titik Kabupaten Sulawesi Barat.

Sudadi menambahkan, sejak Oktober hingga awal November 2021, BIN daerah Sulbar sudah melaksanakan vaksinasi gelombang pertama kepada 11.000 jiwa, diantaranya menyasar pelajar dan lansia. “Diharapkan target herd immunity 70 persen dapat tercapai pada akhir tahun 2021,” kata dia. 


×