Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke salah satu pengunjung mall saat vaksin di Lobi utama Palembang Indah Mall, Sumsel, Sabtu (27/11). Vaksinasi yang diselenggarakan oleh pengelola Mall bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang menyediakan | ANTARA FOTO/Feny Selly/hp.

Nasional

29 Nov 2021, 03:45 WIB

Pemda Diminta Benahi Data Penerima Vaksin Covid-19

Pendataan vaksinasi di lapangan akan berpengaruh pada pendataan vaksinasi secara nasional.

JAKARTA -- Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah tidak hanya dapat memenuhi target vaksinasi Covid-19 hingga akhir tahun. Pemerintah pusat juga meminta pemerintah daerah untuk terus membenahi data penerima vaksin Covid-19 agar data vaksin lebih akurat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, tidak jarang masyarakat melakukan vaksinasi di luar daerah asalnya. Hal itu berimbas pada data penerima vaksin Covid-19 yang tidak akurat.

Ia mengatakan, pendataan vaksinasi di lapangan akan berpengaruh pada pendataan vaksinasi secara nasional untuk mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok. Sebab, setiap daerah sudah memiliki target jumlah pencapaian vaksinasi. 

“Di sana (daerah asal) kelihatannya kurang target vaksinnya. Padahal, sudah penuh karena masyarakatnya divaksin di tempat lain,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes Kemenkes Jambi di Kota Jambi, melalui siaran pers, Ahad (28/11). 

photo
Warga antre saat vaksinasi Covid-19 massal yang digelar Polres Kerinci di Bedeng Delapan, Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Sabtu (27/11/2021). Gubernur Jambi Al Haris menyebutkan Kabupaten Kerinci bersama, Merangin, dan Sarolangun merupakan tiga daerah dengan capaian vaksinasi Covid-19 di bawah 50 persen atau terendah di provinsi itu sehingga perlu dilakukan percepatan. - (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp.)

Di sisi lain, ia mengimbau para petugas vaksinasi sebagai garda terdepan untuk memastikan masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi terdata secara akurat. Ia mengatakan, para petugas vaksinasi segera mengirimkan data penerima vaksin di wilayahnya bertugas ke daerah asal penerima vaksin. 

“Mereka secara manual segera dikirim ke sana supaya dimasukkan di kabupaten atau daerah di mana warga berasal,” kata dia.

Ia mengatakan, petugas vaksinasi juga sebaiknya mendaftarkan penerima vaksin ke dalam aplikasi P-Care Vaksinasi. “Siapa pun yang divaksin itu harus masuk didaftarkan dalam aplikasi BPJS namanya P-Care,” kata dia.

“Kenapa yang vaksin harus didaftar di aplikasinya BPJS? Karena kalau nanti ada apa-apa, terutama ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau ada efek dari vaksin itu nanti biayanya akan dibayar BPJS,” kata dia.

Aplikasi P-Care Vaksinasi digunakan untuk pencatatan yang meliputi registrasi sasaran penerima vaksin, screening status kesehatan, serta pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan vaksinasi. Proses pendataan peserta vaksinasi Covid-19 yang dilakukan merupakan integrasi dari beberapa sistem, seperti PeduliLindungi untuk menelusuri kontak tracking dan tracing pengguna sehingga memberikan informasi terkait keramaian dan zonasi penyebaran Covid-19. 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan vaksinasi Covid-19 pada November 2021 mencapai 90 persen. Namun, realisasinya baru sekitar 82 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangsel, per Sabtu (27/11), jumlah warga di Tangsel yang melakukan vaksinasi Covid-19 dosis satu sebanyak 884.355 jiwa atau 82,4 persen dari target 1.073.266 jiwa. Adapun capaian vaksinasi dosis dua sebanyak 690.528 jiwa atau 64,3 persen dari target yang sama.

photo
Warga memperlihatkan kartu vaksinasi saat acara Serbuan Vaksinasi Covid-19 Massal Bersama TNI AL di Balai Pertemuan Warga Kramatwatu, Serang, Banten, Kamis (25/11/2021). Program vaksinasi yang bertujuan menuntaskan pencapaian kekebalan komunal dan Indonesia bebas Covid-19 itu berlangsung dalam menyambut Hari Armada RI. - (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Pergerakan penambahan angka vaksinasi Covid-19 di Tangsel notabene hanya sekitar 0,1 hingga 0,2 persen per harinya. Kemungkinan besar hingga pengujung November 2021, realisasinya tidak dapat mencapai target 90 persen. Pada Oktober 2021 juga realisasi vaksinasi di Tangsel tak mencapai target, yakni 78 persen dari target 80 persen. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengakui, kegiatan vaksinasi Covid-19 memang mengalami perlambatan. Hal itu terjadi bukan hanya di wilayahnya saja, melainkan vaksinasi Covid-19 secara nasional. “Memang laju vaksinasi ini agak melambat dibandingkan sebelum-sebelumnya. Itu tidak hanya di Tangsel,” tuturnya.

Salah satu faktor perlambatan realisasi vaksinasi adalah sikap masyarakat yang cenderung santai karena merasa sudah cukup aman seiring melandainya kasus Covid-19. Dia menyebut, meskipun kasus Covid-19 relatif landai pada saat ini, masyarakat harus tetap waspada.

“Tetap kita waspadai, bagaimana vaksinasi juga salah satu upaya supaya Covid-19 ini bisa terus terkendali. Selain surveilans aktif terus dilakukan 3T, prokes tetap dijalankan, dan rumah sakit tetap harus bersiap siaga, vaksinasi juga harus kita kejar terus,” terangnya.

Untuk dapat mendorong angka capaian vaksinasi, pihaknya terus menyediakan layanan vaksinasi di sejumlah titik, baik di puskesmas maupun di tempat publik seperti pusat perbelanjaan/mal. “Vaksinasi secara door to door juga masih terus dilakukan. Pelayanan on the spot di tingkat RW juga masih,” lanjutnya.

Dengan kegiatan vaksinasi yang terus digencarkan, Pemkot Tangsel tetap optimistis menargetkan realisasi vaksinasi mencapai 100 persen pada akhir Desember 2021.


×