Petugas kepolisian mengunjungi lokasi bangunan SMAN 96 Jakarta yang roboh di Jakarta, Kamis (18/11/2021). Gedung SMAN 96 Jakarta yang masih dalam proses pembangunan tersebut roboh pada Rabu (17/11) siang dan mengakibatkan empat orang pekerja proyek mengal | ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
25 Nov 2021, 09:30 WIB

Dukung Proses Gedung SMAN 96 Ambruk

Waka DPRD DKI minta PT Adhi Karya, selaku kontraktor proyek SMAN 9 Cengkareng diaudit.

JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mendukung aparat menindak penanggung jawab proyek SMAN 96 Cengkareng, Jakbar, yang ambruk saat sedang renovasi.

Sekretaris Kota Jakbar, Iin Mutmainnah, menyatakan, pihaknya mendukung proses hukum jika memang ada pelanggaran dalam insiden gedung SMAN 96 Jakarta yang roboh tersebut. Robohnya gedung SMAN itu dianggap memperlambat pembangunan daerah hingga dapat membahayakan keselamatan warga.

"Kalau memang ada ditemukan pelanggaran secara hukum pasti ditindak secara hukum," kata Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (24/11).

Maka dari itu, Pemkot Jakbar mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Markas Polres Metro (Polrestro) Jakbar. Termasuk ketika polisi memeriksa pejabat Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Jakbar. "Iya, kita dukung proses hukum. Pastinya jika memang ditemukan pelanggaran hukum," kata Iin.

Terkait

Terkait peran Sudin Citata Jakbar dalam program perbaikan sekolah tersebut, Iin tidak bisa memberikan keterangan lebih detail. Sebab, proses renovasi sekolah merupakan kebijakan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Iin berharap proses hukum bisa berjalan dengan lancar sehingga penyebab utama gedung SMAN 96 Jakarta sampai ambruk bisa terungkap.

Gedung SMAN 96 Cengkareng roboh saat proses renovasi pada Rabu (17/11). Akibat kejadian itu, empat pekerja yang tertimpa bangunan sampai harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng untuk menjalani perawatan. Beruntung, saat insiden terjadi, tidak ada kegiatan belajar dan mengajar sehingga tak ada korban dari siswa ataupun guru.

Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polrestro Jakbar, AKP Fahmi Fiandri, menyatakan, jajarannya memang memeriksa pejabat Sudin Citata Jakbar. Hanya saja, pemeriksaan sudah dilakukan beberapa hari lalu. Dia juga enggan membeberkan alasan sampai harus memeriksa Sudin Citata Jakbar. "Kita periksa Sudin Citata untuk dimintai keterangan saksi," kata Fahmi, Rabu.

Dia menekankan, penyidik tidak menutup kemungkinan untuk memeriksa pejabat sudin lain di lingkungan Pemkot Jakbar. Hal itu agar penyebab robohnya gedung SMAN 6 bisa terungkap jelas.

Menurut Fahmi, total sudah 20 saksi dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari pekerja bangunan, mandor, kontraktor, hingga pejabat di lingkungan Pemkot Jakbar. Dari keterangan para saksi tersebut, polisi belum juga melakukan gelar perkara ataupun mengumumkan tersangka utama kepada publik.

Alasannya, kata dia, pemyidik masih menunggu hasil penelitian puing bangunan yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri. Dia berharap hasil laboratorium itu segera keluar. Sehingga proses penyelidikan bisa berjalan maksimal guna mempercepat pengungkapan insiden sekolah tersebut.

Audit 

Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mendorong dilakukan evaluasi pekerjaan rehabilitasi SMAN 96 Cengkareng oleh kontraktor proyek PT Adhi Karya. Dia meminta agar proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya di Ibu Kota diaudit karena terbukti teledor hingga mengakibatkan bangunan SMAN 96 yang sedang direnovasi roboh.

"Robohnya bangunan sekolah yang sedang direnovasi, ini mengancam keselamatan jiwa siswa. Audit perencanaan dan pelaksanaan konstruksi harus dilakukan," kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Taufik menegaskan, audit bisa membuka tabir bahan bangunan yang dipakai untuk renovasi SMAN 96 itu, apakah kualitasnya sesuai spesifikasi atau ada bahan yang dikurangi. Dia juga meminta Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta dan dinas terkait agar secepatya mengevaluasi kinerja PT Adhi Karya.

Bahkan, jika ditemukan kesalahan agar kontraktor diberi denda. "Kami ingin tahu kualitas bangunannya. BPPBJ juga harus berani memberi sanksi," ucap Taufik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik DKI, Sabudiyono menjelaskan, banyaknya tahap prakonstruksi yang harus dilaksanakan, sebelum rehabilitasi gedung SMAN 96 mulai dikerjakan. Hal itu menyebabkan tenggat bagi kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan gedung tersisa 3,5 bulan.

Meskipun begitu, ia tidak menyinggung apakah ada kesalahan yang dilakukan kontraktor hingga proses renovasi malah mengakibatkan gedung sekolah hancur. "Tahapannya kalau yang pertama kan desain dasar, lalu manajemen kontruksi (MK), baru dilakukan lelang fisik. Jadi, harus melewati beberapa tahapan dulu," kata Sabudiyono, beberapa waktu lalu. 


×