Pengunjung mengamati New Avanza yang dipamerkan di ruang pamer Toyota pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (16/11/2021). Kendaraan New Avanza merupakan salah satu kenda | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

Otomotif

25 Nov 2021, 09:18 WIB

Serasa Bukan Avanza

Kabin yang sederhana dan terkesan apa adanya di Avanza generasi pertama lenyap semua.

 

Ahad (14/11) sore itu, ruas-ruas jalan di sekitar BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, sedikit macet. Perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang digelar di ICE BSD City menambah kemacetan sore akhir pekan di kawasan tersebut.

Dari balik kemudi Toyota Avanza generasi ketiga yang baru diluncurkan empat hari sebelumnya, saya menembus sejumlah ruas jalan di kawasan BSD City. Mobil sejuta umat ini sesungguhnya bukan sesuatu yang asing. Pada 2004 sampai 2007 atau sekitar tiga tahun, Avanza G manual menemani aktivitas sehari-hari saya. Avanza generasi pertama tersebut menjadi kawan setia setiap hari ke kantor dan acara keluarga pada akhir pekan.

Setelah 14 tahun, akhirnya saya bisa kembali ‘bercengkerama’ dengan Avanza. Saat pertama kali duduk di kursi pengemudi Avanza tipe 1.5 G CVT TSS ini, kabin yang sederhana dan terkesan apa adanya di Avanza generasi pertama lenyap semua.

Interiornya menampilkan new striking full dashboard design yang disertai panel instrumen yang dapat memberikan berbagai informasi melalui New TFT MID 4,2 inch. Selain itu, terdapat pula new illuminating start/stop button yang memberikan kenyamanan bagi pengemudi saat mengoperasikan mesin kendaraan, bahkan dalam kondisi gelap. 

Belum lagi, All New Avanza tipe tertinggi ini kini dilengkapi head unit besar sembilan inci bergaya floating. Ada pula fitur new tilt telescopic steering with audio & MID switch untuk memudahkan pengaturan posisi kemudi, audio, dan MID melalui sentuhan sederhana di sisi setir.

Keluar dari parkiran Intro Jazz Bistro BSD saat dimulainya perjalanan hampir satu jam bersama low MPV andalan PT Toyota Astra Motor ini terasa istimewa. Fitur Toyota Safety Sense (TSS) yang disematkan pada mobil dengan banderol Rp 264,4 juta tersebut menambah rasa berkendara yang tak biasa.

Fitur TSS yang terdiri atas pre-collision warning and pre-collision braking, pedal missoperation control, lane departure warning and lane departure prevention, lane keeping control, automatic high beam, adaptive driving beam, dan front departure alert sangat membantu pengendara.

Teknologi blind spot monitoring, misalnya, selalu bekerja mana kala ada kendaraan menyalip dari samping. Baik itu kendaraan roda empat maupun sepeda motor. Apalagi, di jalan yang padat sering kali pengendara saling serobot dan ketika kita akan belok. Fitur blind spot monitoring ini selalu memberitahukan saya kalau ada mobil lain yang menyalip dari samping. Informasi tersebut lewat indikator warna kuning di spion.

Fitur TSS lainnya yang selalu memberi informasi di layar MID adalah lane departure warning and lane departure prevention. Fitur ini bertugas menjaga mobil tetap pada jalurnya.

Ketika sedikit saja kendaraan oleng dan ban akan melewati marka, sistem akan membunyikan peringatan, menampilkan indikator kewaspadaan pada MID, sekaligus menginterupsi kemudi supaya lurus lagi. Berkali-kali informasi tersebut muncul di layar MID disertai suara kecil yang muncul sehingga membuat saya harus kembali berada di jalur semula.

Konsumen mobil yang selama ini berpendapat Toyota terlalu pelit menyematkan fitur-fitur canggih untuk produknya di Indonesia harus segera menghilangkan anggapan itu. Tak hanya fitur keselamatan berkelas yang membuat mengendarai Avanza kini tak lagi seperti mobil murahan.

Bantingan suspensinya menjadi lebih baik. Efek mengayun berlebihan sudah tidak ada lagi. Ketika melewati jalan bergelombang di jalan Serpong, tidak terasa ayunan walaupun dalam kecepatan di sekitar 80 km/jam. Suspensi baru ini juga membuat Avanza semakin nyaman diajak bermanuver. Belok ke kiri dan ke kanan, rasanya masih anteng. Salah satu penyebabnya adalah konstruksi dimensi yang lebih lebar, sekaligus penggunaan ban besar 16 inci.

Tak hanya itu, transmisi CVT yang dibekali pada kendaraan penyumbang terbesar penjualan TAM ini, menghilangkan hentakan dan menambah mulus akslerasi. Performa mesinnya juga cukup menjanjikan, meninggalkan kesan kurang responsif di generasi sebelumnya.

Jantung pacu 1.500 Dual VVT-i Avanza sekarang bisa menghasilkan torsi puncak 137 Nm pada 4.200 rpm dan tenaga 106 PS pada 6.000 rpm. Dibandingkan yang lama, ada peningkatannya 1 Nm dalam hal torsi dan 2 PS di tenaganya.

Sistem penggerak roda depan juga membuat performa Avanza terbaru lebih efisien tersalurkan. Tidak ada tenaga terbuang lantaran harus melewati gardan terlebih dulu seperti di Avanza lama. Efeknya, akselerasi juga makin cekatan. Di jalan yang agak sepi, saya mencoba menekan pedal gas dalam-dalam sehingga kecapatan mencapai 100 km/jam dan mesin terasa responsif.

Jauh sekali dari yang saya rasakan saat mencoba New Veloz generasi kedua sekitar dua tahun lalu yang saat itu baru diluncurkan. Performanya terkesan lemot saat saya mengendarai secara singkat di area Toyota Driving Experience milik PT TAM. Saya merasakan sekali perbedaan dengan SUV brand lain yang memenani saya sehari-hari walaupun dengan kapasitas mesin yang sama 1.500.

Kini, semuanya sudah berbeda. Saya merasakan seperti bukan mengendarai Avanza. Dengan bekal beberapa perubahan yang sangat signifikan, rasanya tidak ada alasan untuk meragukan bahwa All New Avanza akan merajai pasar mobil di Indonesia. Dengan fitur yang masih terbatas saja, Avanza generasi kedua pada September 2021 menjadi mobil terlaris di Tanah Air dengan penjualan 7.531 unit. Apalagi, dengan fitur yang lengkap saat ini. 


×