Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. | Dok Unusa

Khazanah

24 Nov 2021, 07:37 WIB

PCNU Surabaya Rancang Konsep NU Kota

Konsep NU Kota dimaksudkan menjaga persatuan dan wasathiyah umat Islam agar terhindar dari paham antikebinekaan.

SURABAYA –  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya ingin memberi kontribusi untuk menuju sekaligus memiliki prototipe "NU Kota" yang akan dijadikan aspirasi pada Muktamar Ke-34 pada 2021.

"Kami ingin berkontribusi supaya memiliki prototipe NU kota. Dan dari Surabaya, Insha Allah akan kami perjuangkan menjadi aspirasi muktamar mendatang," ujar Ketua PCNU Surabaya, KH Muhibbin Zuhri.

Ia mengaku telah membuat road map atau pemetaan yang sejak enam tahun lalu sudah bersepakat ingin menjadikan NU kompatibel dengan kehidupan kota. Dalam pemetaan itu, terdapat beberapa hal yang menjadi penekanan, pertama yakni PCNU Surabaya ingin menuju prototipe kota dengan cara memperkuat basis. Ada basis yang tidak boleh ditinggalkan dan harus terus dirawat meskipun nantinya berinovasi untuk mencurahkan pemikiran dalam kreativitas ikhtiar menjadi NU Kota.

Basis NU Surabaya yakni "3M" atau masjid/mushala, masdrasah, dan majelis. Masjid yang sejak awal didirikan dengan tradisi NU diharapkan tidak berubah menjadi amaliyah lain sehingga anak muda NU harus rajin menjaga masjidnya agar tidak menjadi sarang untuk pengembangan ideologi-ideologi radikal.

Kemudian, madrasah yakni diharapkan selalu bersinergi dengan pemerintah agar ada kebijakan peningkatan kualitas. Demikian pula dengan majelis sebagai salah satu konsolidasi kultural untuk menyampaikan cara beragama yang benar. "Kepada seluruh pimpinan NU dan badan otonom agar merawat ketiga basis kultural ini," ucapnya.

"Kalau semua itu sudah dirawat baik berarti NU melangkah dan hadir di tengah-tengah masyarakat. Hadir bukan berarti secara fisik, tapi menjawab kebutuhan semuanya," tambah Muhibbin.

Penekanan berikutnya adalah dakwah berbasis komunitas karena selama ini masih sebatas wilayah pemerintahan, padahal basis kota telah berkembang pesat. "Masyarakat tidak hanya berkumpul berdasarkan kewilayahan tradisional. Tren adanya apartemen dan pemukiman kawasan baru tentu menjadi tantangan untuk berdakwah," tuturnya.

Reschedule Muktamar NU tak diintervensi

Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang rencananya digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021 terpaksa harus dijadwalkan ulang. Reschedule ini dilakukan seusai pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama masa libur Natal dan tahun baru (Nataru), yakni pada 24 Desember-2 Januari 2022.

Ketua Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah Muktamar ke-34 NU, Prof Muhammad Nuh, membantah jika ada pihak yang menyatakan bahwa Reschedule Muktamar NU tersebut disebabkan adanya intervensi politik dari salah satu calon ketua umum PBNU. “Oh gak ada (intervensi), semata-mata yang jadi pertimbangan adalah PPKM,” ujar Nuh saat dihubungi Republika, Ahad (21/11).

Dia pun mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang menyatakan bahwa Muktamar NU di Lampung ditunda. Dia mengungkapkan, masih ada kemungkinan Muktamar NU dimajukan. Menurut Nuh, semua itu masih akan diputuskan dalam rapat PBNU yang akan dilaksanakan rais aam, ketua umum, ketib aam, dan sekjen. “Ada kemungkinan dimajukan sebelum tanggal 20 atau diundurkan setelah tanggal 2 Januari 2022,” ujar dia.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan RI ini menjelaskan, penjadwalan ulang Muktamar NU itu juga masih sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang telah digelar sebelumnya. Menurut dia, hasil munas-kombes tersebut menetapkan tanggal pelaksanaan muktamar pada 23-25 Desember 2021 dengan konsideran pertimbangan, yaitu sepanjang mendapatkan izin kaitan dengan protokol kesehatan. 

Meski demikian, Nuh mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pimpinan PBNU akan melaksanakan rapat penentuan tersebut. Dia menjelaskan, ada kemungkinan ketua umum, sekretaris jenderal, rais aam, dan katib aam bertemu pada Ahad (21/11) siang. Menurut Nuh, jika Muktamar NU dimajukan sebelum 20 Desember, panitia tentu akan membutuhkan persiapan yang lebih ekstra lagi. Dia menegaskan, hal itu juga akan menjadi pertimbangan dari para pimpinan PBNU. “Ya semuanya kita pelajari riil lapangannya seperti apa, baik dari kondisi fisiknya maupun persiapan materi-materinya,” kata dia. 

Sebelumnya, ada wacana Muktamar NU akan diundur pada 31 Januari 2022 mengingat pada tanggal tersebut NU didirikan. Hanya saja, Nuh kembali mengembalikan penjadwalan ulang muktamar kepada para pimpinan teras PBNU.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sebelumnya menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pembicaraan apa pun terkait rencana perubahan waktu penyelenggaraan Muktamar. “Kita musyawarahkan terbatas bersama Rais 'Aam, Katib 'Aam dan Sekjen," ujar Kiai Said. 

Menurut Kiai Said, sebagaimana diktum putusan Konbes NU, rapat itulah yang akan memutuskan perubahan waktu muktamar manakala kondisi belum memungkinkan terkait perkembangan Covid-19.

Sumber : Antara


×