Barang bukti narkotika jenis sabu berikut tersangka diperlihatkan saat rilis di kantor BNN, Jakarta, Kamis (19/8). BNN mengagalkan dua upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat narkoba Thailand dan Aceh dengan total barang bukti se | Prayogi/Republika.

Jakarta

23 Nov 2021, 10:21 WIB

Bandar Narkoba Tabrak Polisi

Kapolda beri penghargaan kepada anggota polisi tersebut.

JAKARTA – Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat (Resnarkoba Polrestro Jakpus), Kompol Indrawienny Panjiyoga menjelaskan, bandar narkoba yang menabrak dan melindas polisi sedang bertransaksi. Setelah ketahuan oleh anggotanya, sang bandar akhirnya melarikan diri.

Panjiyoga menuturkan, penangkapan bandar narkoba dilakukan di rest area KM 208 Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Ahad (21/11) sekitar pukul 06.00 WIB. Insiden itu berawal saat jajaran Satuan Resnarkoba Polrestro Jakpus hendak melakukan penangkapan. Namun, tersangka sudah curiga saat melakukan transaksi kepada petugas yang melakukan penyamaran.

"Pada saat penangkapan, ternyata pelaku ada yang di dalam mobil. Akhirnya pelaku lari masuk ke mobil pada saat melihat anggota (polisi—Red) di depannya, langsung ditabrak," kata Panjiyoga saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Carolus Salemba, Jakpus, Senin (22/11).

Dia menuturkan, dua personel Satuan Resnarkoba Polrestro Jakpus yang ditabrak, salah satunya adalah Iptu JM. Dia mengalami patah tulang di bagian kaki kiri, dan anggota lainnya mengalami luka ringan hingga harus dirawat di RS.

Panjiyoga menyebut, aparat sudah mengidentifikasi dua bandar narkoba yang saat ini masih dalam pengejaran. Beruntung, barang bukti jenis sabu total seberat 35 kilogram atau senilai Rp 53 miliar turut berhasil diamankan. "Mohon doanya. Tim masih bergerak," katanya.

Informasi yang dikumpulkan, bandar narkoba yang diincar itu selama ini, memasok barang haram tersebut ke wilayah Jakarta. Pengejaran bandar narkoba ini berawal dari pengungkapan kasus begal yang menimpa karyawati Basarnas hingga meninggal dunia di Kemayoran, Jakpus, pada 22 Oktober 2021.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran akan memberi penghargaan untuk personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu JM yang ditabrak oleh bandar narkoba di Cirebon, Jawa Barat. "Nanti kita lihat, 'reward' pasti ada, tinggal tingkatannya seperti apa. Karena ini kan kerja tim, ada tujuh orang (personel) yang terlibat," kata Fadil usai mengunjungi Iptu JM di RS Carolus Salemba, Jakarta Pusat, Senin.

Dalam kunjungannya, Kapolda memberikan dukungannya kepada IptuJM yang terluka parah karena ditabrak dan dilindas mobil oleh bandar narkoba saat hendak melakukan penyergapan di "Rest Area" KM 208 Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (21/11) sekitar pukul 06.00 WIB.

republikaonline

Polisi Ditabrak Bandar Narkoba Saat Pengejaran di Cirebon. ##polisi #narkoba ##cirebon Metamorphosis - Danilo Stankovic

 

Ekstasi

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengungkap peredaran 1.500 butir ekstasi berbentuk kapsul yang dilakukan tiga tersangka di KotaBanjarmasin."Kapsul berisi serbuk ekstasi warna kuning dengan berat 672,70 gram kami sita saat tersangka melakukan transaksi," terang Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Moch Isharyadi Fitriawan di Banjarmasin, Senin.

Ketiga tersangka berinisial IK (35), WH (36), dan MR (31) ditangkap di Jalan Dahlia, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, pada Kamis (18/11). Awalnya petugas mendapatkan informasi adanya rencana transaksi yang dilakukan pengedar narkoba.Kemudian Tim Opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel melakukan pengintaian hingga meringkus ketiganya yang masih satu jaringan pengedar.

Tak hanya ribuan ekstasi berbentuk kapsul, polisi turut menyita enam paket sabu-sabu dengan berat 1.489,28 gram sehingga dari penangkapan tersebut petugas berhasil menggagalkan peredaran narkotika seberat 2.161,98 gram atau sekitar 2,1 kilogram terdiri atas ekstasi dan sabu-sabu.

Berdasarkan barang bukti tersebut, ketiganya dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika."Kami masih menelusuri jaringan bandar dari peredaran narkotika ini karena disinyalir lintas provinsi dengan pasokan cukup besar ke Kalsel," kataIsharyadi mewakili Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Tri Wahyudi.

Sumber : Antara


×