Pengunjung merekam foto yang dipajang dalam Pameran Foto Bogor Dalam Bingkai 2020 di Gedung Tegar Beiman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6). Pameran foto yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor tersebut menampilkan 80 fot | Republika/Putra M. Akbar

Perencanaan

21 Nov 2021, 18:35 WIB

Jeli Menangkap Peluang

Pandemi tak hanya mendatangkan sisi negatif, tapi juga positif dalam menghadapi tantangan krisis yang dihadapi.

Pandemi Covid-19 mulai menurun kasusnya, walau di beberapa daerah ada potensi kenaikan kembali. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi secara perlahan mulai bangkit. Salah satu pemulihannya ada di sektor perekonomian, termasuk di tingkat keluarga dan rumah tangga. Karena itu, kini saatnya jadi peluang untuk bangkit dari keterpurukan.

Menurut pakar finansial dari Shila financial, Ila Abdulrahman, penting bagi keluarga untuk melihat peluang tersebut. Karena kita tidak bisa lagi bergantung pada pemerintah, perusahaan, atau bisnis saat ini. “Sehingga, kita harus jeli pada apa yang dapat membuat kita bertahan dan mempertahan kan pendapatan atau menambah jumlah pendapatan,” jelas Ila kepada Republika, pekan lalu.

Dia mengatakan, jika kita tidak dapat melihat peluang ini dan bergantung pada pihak lain, kita mungkin sulit akan bangkit kembali. Soalnya, gelombang ketiga Covid-19 diprediksi bakal terjadi pada Desember 2021, sehingga semua orang perlu mempersiapkan diri. Karena itu, tak ada salahnya jika kita jeli menangkap peluang dan menetapkan strategi untuk bertahan dari krisis.

“Krisis tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi juga positif,” kata dia. Sisi positif pandemi, Ila melanjutkan, contohnya, banyak masyarakat berhasil punya bisnis sendiri dengan bantuan teknologi digital.

Ila menambahkan, pengaturan keuangan jadi langkah setelahnya. "Jika memang masih berutang, maka selesaikan utang." Lalu, mulai sisihkan uang untuk dana darurat setidaknya empat bulan pengeluaran dan pemenuhan asuransi kesehatan atau jiwa. 

Penyisihan dana juga dilakukan untuk investasi, dana pensiun, biaya pendidikan anak, menikah, kehamilan, melahirkan, berhaji, zakat, hibah, wasiat, dan warisan.

Salah seorang ibu rumah tangga yang bisa menangkap peluang saat pandemi adalah Abika Putri. Dia bersama suaminya Azka Pradha membangun usaha kuliner di Semarang sejak 2019. Perempuan berusia 29 tahun itu awalnya berjualan yoghurt dari rumah, lalu berjualan makanan berpugasan saus mentai. "Aku lebih melihat apa yang belum ada dijual di Semarang," jelas dia.

Antusiasme pembeli ternyata tinggi terhadap mentai. Suaminya pun memutuskan bekerja penuh di rumah dan membantu usaha kuliner yang diberi nama Kennyo Papa itu.

Abika pun terus mencari peluang dan berusaha mengeksekusinya, walau memang menghadapi berbagai tantangan, seperti kekurangan modal dan berjuang bertahan. "Kita tetap jalan dengan modal seadanya. Yang penting digarap dulu, kita nekat-nekatan saja."

photo
Pengunjung memilih pakaian muslim dan aksesorisnya saat Indonesia Hijab Fest di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021). Indonesia Hijab Fest yang berlangsung hingga 10 April mendatang dan melibatkan 80 pelaku UMKM pakaian muslim ini digelar untuk membantu mereka bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. - (M Agung Rajasa./ANTARA FOTO)

Banyaknya orang yang hobi bersepeda dan lewat di depan rumah mereka pun menjadi peluang berikutnya. Mereka pun membuka menu bubur di depan rumah di pagi hari. "Peluangnya harus dikerjain, namun sesuai dengan kemampuan kita. Yang penting di-gas," jelas Abika.

Abika juga mengaku khawatir terjadi penularan di lapaknya, sehingga sempat menutup sementara usaha rumahannya dan berdampak pada pemasukan keluarga. Soal pengaturan keuangan yang sehat jadi tantangan mereka berikutnya. Mereka pun belajar dari orang yang berpengalaman. Akhirnya, mereka pun melayani pesan antar untuk tetap bertahan dan mencari gebrakan menu lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menekankan pentingnya menangkap peluang untuk membangkitkan ekonomi. Dari penelitian di 80 tahun yang lalu menyebutkan, ada tiga orientasi kewirausahaan, yaitu inovasi, berani, dan proaktif.

Dia fokus pada proaktif bahwa seorang pengusaha sukses adalah mereka yang selalu bergerak. “Mereka juga tidak tinggal diam, danmenjemput bola,” kata Sandiaga saat berkunjung ke Palembang akhir Oktober lalu, dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

photo
Pemilik kerajinan umpan pancing ikan metal jig Adi Ahmad Hidayat memeriksa kualitas metal jig di workshop Blazter Jig Karawang, Desa Plawad, Karawang, Jawa Barat, Kamis(17/6/2021). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus berkomitmen memacu UMKM naik kelas sebagai pondasi perekonomian nasional dengan dukungan penguatan infrastruktur digital dan akses terhadap permodalan yang mudah serta tepat sasaran. - (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

Dia mengatakan, untuk terus proaktif, pertama, seorang wirausaha perlu punya rasa empati dan tak sekadar mencari untung, tetapi juga ingin membuka lapangan kerja. Mereka ingin menjadi bagian dari solusi. Cara kedua untuk terus proaktif adalah universalisme atau gotong royong.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti mengatakan, pelaku ekraf harus beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi untuk sukses dan bertahan saat pandemi. Mereka juga, kata dia, harus bergerak mencari wawasan baru, peluang untuk memperbaiki diri, juga membangun jaringan dengan pakar dan sesama pelaku usaha.

 

 
Kita harus membiasakan diri terhadap kemudahan teknologi yang ada. Silakan manfaatkan teknologi untuk memperluas pasar melalui bisnis kemitraan.
YUANA ROCHMA ASTUTI, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf
 
 

 

Manfaatkan Teknologi Terkini

Taiwan Expo 2021 Online akan kembali hadir pada 24 November 2021 dengan konsep desain booth yang memberikan pengalaman dan teknologi terkini. Pameran ini sebelumnya telah sukses diselenggarakan lima kali berturut-turut sejak 2017, mulai dari Jakarta sampai Surabaya dengan total pengunjung mencapai 60 ribu orang per tahunnya. 

Tahun ini, menyesuaikan dampak Covid-19, Taiwan Expo hadir dengan konsep virtual namun dengan tujuan utama untuk tetap berhasil menarik antusias dari berbagai pengunjung dan pelaku bisnis di Indonesia. Taiwan Expo 2021 pun digelar secara daring dengan konsep pameran virtual. 

Dengan konsep ini, para pengunjung dapat menikmati pengalaman baru dengan berinteraksi secara langsung dengan para pelaku usaha serta menemukan konsep produk dan solusi inovatif mereka dalam bentuk virtual. Taiwan Expo 2021 hadir dengan enam tema industri yaitu e-mobility, industri 4.0, era post pandemic, Taiwan halal, konsep gaya hidup Taiwan serta wisata budaya.

Director of Taiwan Trade Center Jakarta, Tony Lin menjelaskan, pameran Taiwan Expo 2021 Online merupakan kesempatan yang baik untuk membuka peluang kerjasama antar kedua negara. “Selain itu Anda juga dapat lebih mengenal perusahaan Taiwan dengan solusi teknologi terkini dan produk-produk yang inovatif,” ujarnya. 

Era mobil listrik akan menghadirkan berbagai solusi terdepan, seperti kendaran bermotor listrik, sistem pengisian daya, sistem mengemudi cerdas, sistem keselamatan pada mobil hingga dukungan infrastruktur khusus untuk bus listrik. 

Serangkaian acara yang akan berlangsung di pameran Taiwan Expo 2021 online, yaitu gelaran B2B Meeting Online, pameran 3D Virtual dan juga webinar. 


×