Pesepak bola Bhayangkara FC Sani Rizki (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persita Kevin Gomes (kanan) saat pertandingan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (18/11/2021). Persita berhasil mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor | ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nz

Olahraga

19 Nov 2021, 05:12 WIB

Posisi Bhayangkara FC di Puncak Klasemen Terancam

Jika Persib menang, posisi Bhayangkara FC akan tergeser mengingat Persib unggul head to head.

BANDUNG -- Persaingan papan atas kompetisi Liga 1 2021/2022 semakin panas. Sang pemuncak klasemen, Bhayangkara FC, kembali mengalami kekalahan dari tim promosi, Persita Tangerang.

Skor 2-1 tercipta dari gol Irsyad Maulana dan Ahmad Hardianto dengan satu gol balasan Dendy Setiawan. Atas hasil tersebut, Bhayangkara tetap berada di puncak klasemen dengan raihan 28 poin.

Namun, posisi tersebut terancam mengingat masih ada pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (20/11). Jika Persib menang, posisi Bhayangkara FC akan tergeser mengingat Persib unggul head to head.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menyebut timnya bermain buruk pada babak pertama dan gol kedua Persita merupakan kesalahan pemain belakangnya. Dia menyebut, seharusnya tim mendapatkan penalti dan Ezechiel NDouassel tidak layak mendapatkan kartu merah.

"Kartu merah Ezechiel pun membuat wasit harus diusut karena sepertinya wasitnya bukan untuk Liga 1 dan itulah alasan sulitnya berkembangnya kompetisi di Indonesia," kata Paul seusai laga.

Meski kalah, Paul tidak ingin melihat keadaan timnya yang bisa disalip oleh Persib. Menurut Paul, ia hanya akan fokus pada tim dan tidak akan melihat pertandingan lain meski posisi tim di klasemen terancam.

"Apa pun yang dilakukan tim lain bukan urusan kita. Saya hanya menangani Bhayangkara dan fokus pada pertandingan kita karena (wasit) tidak netral sangat menyulitkan tim," ujar Paul.

Poin penuh atas Persita pun membawa tim menuju papan atas dengan total 20 poin. Pelatih Persita, Widodo Cahyono Putro, mengaku titel tim promosi bukan berarti tim tidak bisa bersaing di papan atas.

"Dalam sepak bola liga ini tidak ada yang tidak mungkin, semua saling mengalahkan. Seperti kami analisis Bhayangkara yang kalah dari Persib pada awal seri kedua dan itu jadi modal kita," kata Widodo.

Widodo mengakui timnya bisa terus berkembang dengan evaluasi pada setiap laga. Ini pula yang menjadi modal Persita untuk menjadi tim promosi paling bagus dibandingkan dua tim promosi lainnya, Persiraja Banda Aceh dan Persik Kediri.

"Kami di awal dengan manajemen sudah sepakat bahwa Persita ini sedang berkembang dengan bidikan pertama itu infrastruktur dulu, jadi kami mengalir saja di kompetisi ini," kata Widodo.

Di sisi lain, posisi PSIS pun ikut tergerus setelah ditahan imbang Persikabo 1973 di Stadion Manahan, Solo, pada Kamis (18/11). Sempat unggul, PSIS terpaksa berbagi poin dengan skor akhir 2-2.

Pelatih PSIS, Imran Nahumarury, menyebut tetap mengapresiasi timnya yang mau bekerja keras hingga menit akhir. Dia pun tidak khawatir dengan posisi tim yang bisa saja keluar dari papan atas klasemen.

"Itulah sepak bola, kadang taktikal berjalan baik atau tidak sukses. Tapi, saya apresiasi sekali pemain saya yang tampil sore ini. Sekali lagi selamat buat lawan," ujar Imran.

Pada pekan kedua belas, akan ada pertandingan penentuan lainnya, seperti Persiraja kontra Barito Putera, sebagai pembuktian keluar dari zona degradasi. Kedua tim akan bertemu di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada Jumat (19/11).

Laga derbi Jatim pun akan kembali terjadi dengan mempertemukan Persebaya dan Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (20/11). Pada hari yang sama, ada laga sarat gengsi yang mempertemukan Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo.


×