Para pendukung Timnas Sepak Bola Italia menuju piala dunia. | EPA-EFE/MATTEO BAZZI

Olahraga

18 Nov 2021, 03:50 WIB

Italia Gigit Jari

Italia harus menentukan nasibnya lewat play-off untuk tampil di Piala Dunia 2022.

BELFAST -- Italia harus gigit jari karena gagal mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia 2022. Azzurri gagal menang melawan Irlandia Utara di Belfast.

Sementara, Swiss menjadi juara grup usai mengalahkan Bulgaria 4-0. Sebelum pertandingan, skuad asuhan Roberto Mancini itu masih berada di puncak Grup C dengan hanya unggul selisih gol dari Swiss.

Namun, Italia yang butuh kemenangan justru gagal memanfaatkan momentum. Italia ditahan imbang tanpa gol oleh Irlandia Utara. Hasil ini seolah mengulang ingatan buruk Italia saat gagal memuncaki grup dalam kualifikasi Piala Dunia.

Saa itu, Italia yang nasibnya ditentukan lewat play-off justru kalah dari Swedia sehingga tidak berlaga dalam Piala Dunia 2018. Hasil ini membuat Italia harus melewati babak play-off karena tertinggal dua poin dari Swiss.

Italia empat kali menang dan empat kali imbang dalam delapan pertandingan kualifikasi. Tapi, Italia juga bisa mengulang pertandingan play-off pada 2017 lalu karena ada Swedia dalam daftar tim yang menempati posisi runner-up. Ada juga Portugal, Rusia, Polandia, serta sejumlah negara lain untuk mendapatkan tiga tiket tersisa.

Pelatih Italia, Roberto Mancini, menyebut, anak asuhnya bermain tidak sabar saat Italia ditahan imbang Irlandia Utara. ''Kami tidak sabar untuk bermain karena rasanya waktu terus berjalan dan kami ingin pertandingan ini cepat selesai,'' kata Mancini, dikutip dari Football-italia, Selasa (16/11).

Menurut Mancini, Irlandia Utara adalah tim yang sulit ditembus saat main di kandang sendiri. Ia mengatakan, Irlandia Utara bertahan dengan sangat baik dengan mengandalkan kemampuan fisik. Situasi Italia juga kurang menguntungkan karena Ciro Immobile absen akibat cedera.

Karena itulah, Lorenzo Insigne berperan sebagai false nine. Meski demikian, Mancini memuji pemainnya yang telah melakukan terbaik dan memberikan segalanya untuk tim.

''Jadi, tidak masalah siapa yang bermain. Ini tentang mentalitas yang kami miliki sebagai satu unit. Saya berharap ini adalah malam yang kami tutup dengan perasaan sangat bahagia dalam penerbangan kembali ke Italia,'' ujar Mancini.

Swiss memang sudah membuntuti Azzurri di Grup C dengan poin yang sama dan hanya dibedakan oleh selisih gol. Tapi, Xherdan Shaqiri, yang melakoni penampilan ke-100-nya untuk Swiss, memberikan umpan matang kepada Noah Okafor untuk membawa timnya unggul tak lama setelah turun minum.

Ruben Vargas, Cedric Itten, dan Remo Freuler pun menambah keunggulan Swiss, yang menambah rekor tak terkalahkan selama kualifikasi di Grup C. Swiss lima kali menang dan tiga kali imbang serta mengoleksi 18 poin. Sementara, Italia berada di peringkat kedua dengan 16 poin.

''Kami bangga pada akhirnya lolos, karena itu tidak mudah. Itu juga bergantung pada Italia dan kami membutuhkan beberapa gol,'' kata Shaqiri, dikutip dari laman resmi UEFA.

Menurutnya, Swiss sedikit kesulitan pada babak pertama karena Bulgaria bermain bertahan sehingga sulit mencetak gol. Namun, pada babak kedua akhirnya Swiss memiliki kepercayaan diri lebih dan menciptakan lebih banyak peluang.

Di Grup I, Inggris akhirnya mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup I kualifikasi Piala Dunia usai berpesta gol ke gawang San Marino 10-0. Main di Olimpico di Serravalle, San Marino, Inggris sudah unggul melalui Harry Maguire pada menit ke-6.

Harry Kane menjadi bintang dalam pertandingan ini ketika dia mencetak hattrick kelimanya untuk Inggris hanya dalam waktu 13 menit pada babak pertama. Ia lalu menambahkan koleksi golnya menjadi empat sehingga total sudah mencetak 48 gol, sama dengan catatan Gary Lineker. Laga ini juga menjadi hattrick kedua secara beruntun bagi Kane setelah sebelumnya melakukan hal serupa ke gawang Albania.

Manajer Inggris Gareth Southgate memuji Harry Kane yang tampil produktif dalam pertandingan ini. Bahkan, Southgate menambahkan, jika Kane main setengah jam lagi dalam laga Olimpico di Serravalle itu, ia akan menghubungi keluarga Wayne Rooney karena telah memecahkan rekor golnya.

''Dia adalah pencetak gol fenomenal. Kami ingin memberikan kesempatan malam ini dan dia memanfaatkannya dengan baik,'' ujar Southgate, dikutip dari Skysports.

Harry Kane telah mencetak lebih banyak gol daripada pemain Eropa lainnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan 12 gol. Sementara untuk 2021, ia sudah mengoleksi 16 gol, terbanyak dari semua pemain the Three Lions dalam satu tahun kalender.

Jersi Timnas Inggris dari Indonesia

Ada satu hal yang mengundang perhatian saat melihat unggahan akun Twitter resmi timnas Inggris pada Selasa (16/11) WIB. Sebab, ada unsur Indonesia pada kostum yang dipakai para pemain pasukan the Three Lions.

Timnas Inggris baru saja berpesta gol dengan kemenangan 10-0 kontra San Marino di Stadio Olimpico, Serravalle, pada Selasa (16/11) dini hari WIB, dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022.

Striker utama Inggris, Harry Kane, mencetak quattrick sekaligus menandakan dirinya semakin dekat dengan rekor gol sepanjang masa untuk timnas Inggris milik Wayne Rooney. Kane sudah membukukan 48 gol, sementara Rooney memegang 53 gol.

Di satu sisi, timnas Inggris mengumumkan debut Aaron Ramsdale sebagai penjaga gawang. Menariknya, dalam foto unggahan dalam akun Twitter resmi @England, kostum yang dipakai Ramsdale dan kawan-kawan itu ternyata hasil buah karya dari Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, kerah jersi milik kiper Aaron Ramslade yang diproduksi oleh Nike bertuliskan “Made in Indonesia. Fabrique en Indonesia”. Postingan tersebut juga ditulis deskripsi singkat “A ThreeLions debut for @AaronRamsdale98!”.

Hal tersebut memancing komentar netizen Indonesia yang sebagian besar merasa bangga melihat timnas Inggris memakai jersi buatan Indonesia, terlihat beberapa komentar pada unggahan tersebut.

“Wow, made in Indonesia,” tulis akun Instagram @Malikabdaziz8.

“Woooo Made in Indonesia,” tulis @AnsahElinur.

“Proud of Indonesia,” tulis @Pahala_broo.

Sementara itu, jenama raksasa produk olahraga, Nike, diketahui memiliki pabrik besar di Indonesia. Berbagai perlengkapan olahraga berkualitas tinggi tersebar di berbagai cabang olahraga di penjuru dunia. Selain di Indonesia, Nike dikabarkan memiliki pabrik lainnya di dua negara Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand.

Salah satu pabrik yang memproduksi barang-barang Nike adalah PT Victory Chingluh Indonesia. Itu adalah perusahaan sepatu global asal Taiwan dengan klien dari beberapa nama besar, seperti Nike, Adidas, dan Mizuno. Mereka sudah membuat sepatu Nike sejak 2010 dan sudah bekerja sama dengan Adidas pada 2008.


×