Ilustrasi kegiatan Baznas | ARI BOWO SUCIPTO/ANTARA FOTO

Khazanah

16 Nov 2021, 09:03 WIB

Baznas-Lazismu Bantu Pendidikan Pelajar Palestina

Baznas dan Lazismu berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina.

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), bersama Quantum Akhyar Institute milik Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan bantuan kepada pelajar Palestina untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi Muhammadiyah.

Ketua Baznas Prof Noor Achmad mengatakan, pihaknya telah berupaya sekuat tenaga membantu Palestina, terutama bagi warganya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. “Terima kasih khususnya kepada Ustaz Adi Hidayat, Ma'had Islam Rafiatul Akhyar atau Quantum Akhyar Institute, telah mempercayakan zakat muqayyadah, yang diberikan kepada Baznas khususnya untuk beasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah,” kata Noor dalam siaran langsung melalui Youtube Baznas TV, pekan lalu.

Noor mengatakan, bantuan dari UAH telah disampaikan kepada Baznas sebesar Rp 6,3 miliar pada Juli 2021. Bantuan tersebut akan disalurkan 100 persen melalui Lazismu bagi pelajar Palestina di perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Ini zakat yang sudah ditentukan, sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan ini sebagai trigger (pemicu). Alhamdulillah kami mendapatkan pengakuan, bahwa apa yang dilakukan Baznas menjadi pioner," kata Noor.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) PP Muhammadiyah, Prof Chairil Anwar mengatakan, para pelajar di Palestina membutuhkan bantuan pendidikan. Bantuan ini akan melibatkan tujuh universitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

"Kami sangat berbahagia mendapat kepercayaan dari Baznas, Lazismu, dan Quantum Akhyar Institute untuk berbagi kepada saudara kita di Palestina. Saudara di Palestina membutuhkan bantuan pendidikan ini," kata Chairil.

Dia mengatakan, secara total terdapat 22 program studi yang akan ditawarkan dalam bentuk program magister. Adapun dosen-dosen dari perguruan tinggi Muhammadiyah, kata dia, sebagian bergelar doktor dan lainnya guru besar.

 

"Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah kami bangga sekaligus bersyukur untuk berbagi ilmu dengan saudara-saudara kita di Palestina. Terima kasih kepada Baznas, Lazismu, walaupun ini bagian dari Muhammadiyah dan Ustaz Adi Hidayat dari Quantum Akhyar Institute. Insya Allah pengalaman ini bisa menjadi modal," ucap Chairil.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki perhatian yang besar terhadap dunia pendidikan. Hingga saat ini, Muhammadiyah memiliki 165 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan beasiswa ini, para pelajar Palestina akan dibiayai secara penuh pendidikannya, akomodasi serta kebutuhan sehari-harinya. Muhammadiyah menawarkan dua program beasiswa kepada warga Palestina, yang terbagi menjadi dua batch, yaitu program magister selama dua tahun, dan program short course selama satu bulan. Program magister diperuntukkan bagi 20 orang, dan program short course bagi 25 orang.

Beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah yang akan ditawarkan, di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


×