Petugas kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Gelanggang Remaja Makassar, Jakarta, Jumat (12/11/2021). | ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Nasional

16 Nov 2021, 03:45 WIB

DIY Kembalikan Vaksin Sebelum Kedaluwarsa

Presiden Joko Widodo menekankan agar jajarannya mewaspadai vaksin Covid-19 yang akan kedaluwarsa.

YOGYAKARTA -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, pihaknya sudah mengembalikan vaksin Covid-19 kepada pemerintah pusat sebelum kedaluwarsa. Hal itu menanggapi pemerintah pusat yang menyatakan DIY termasuk tiga Provinsi yang melaporkan stok vaksin yang akan kedaluwarsa.

"Untuk DIY sebelum kedaluwarsa sudah kita kembalikan ke pusat," kata Berty kepada wartawan, Senin (15/11).

Pengembalian vaksin ini sudah dilakukan pada Oktober 2021 lalu. Berty menuturkan, vaksin yang dikembalikan terdiri dari vaksin AstraZeneca yang tanggal kedaluwarsanya pada November 2021.

"Secara angka pasti (berapa dosis yang dikembalikan) tidak hafal saya, hanya itu terjadi bulan lalu," ujar Berty.

Vaksin tersebut, kata Berty, sudah dialokasikan ke provinsi lain oleh pemerintah pusat. Terutama yang masih membutuhkan stok vaksin. "Kami laporkan ke pusat secara tertulis dan diambil oleh beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur dari DIY," jelas Berty.

photo
Petugas kargo membongkar muat vaksin COVID-19 dari Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/11/2021). Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-115 yakni sebanyak empat juta vaksin jadi Coronavac dari Sinovac. - (ANTARA FOTO/Humas Kemenkominfo)

Dalam rapat terbatas evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar jajarannya mewaspadai vaksin Covid-19 yang akan kedaluwarsa. Jokowi telah menerima laporan adanya vaksin kedaluwarsa di sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah, dan juga Yogyakarta.

“Bapak Presiden juga menekankan bahwa tolong hati-hati dengan vaksin kedaluwarsa. Jadi beberapa provinsi yang laporannya sampai ke beliau seperti misalnya NTT atau juga dari Jateng, Yogyakarta, itu perlu diperhatikan agar vaksinasinya jangan sampai kedaluwarsa,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat konferensi pers usai rapat terbatas tersebut, Senin (15/11).

Budi mengingatkan, jika daerah menemukan vaksin yang sudah mendekati tanggal kedaluwarsa, maka segera dialihkan ke provinsi lain yang membutuhkan atau dialihkan kepada TNI dan Polri sehingga dapat segera diberikan kepada masyarakat. Ia pun menegaskan, stok vaksin Covid-19 sampai saat ini masih aman.

Hingga saat ini terdapat 276 juta dosis vaksin dan sebanyak 267 juta dosis di antaranya telah didistribusikan ke daerah. “Dan seperti tadi yang sudah dipakai ada 206 juta. Jadi masih ada stok sekitar 60 juta di kabupaten, kota, provinsi,” kata dia.

Hingga saat ini, pemerintah telah memberikan 216 juta suntikan vaksin Covid-19 kepada 130,6 juta masyarakat Indonesia. Sebanyak 84,5 juta masyarakat di antaranya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dari target populasi yang harus divaksinasi yakni 208 juta.  ';

×