Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Indek Harga Saham Gabungan (IHSG ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat 37,32 poin atau 0,61 persen ke posisi 6,19 | RENO ESNIR/ANTARA FOTO

Ekonomi

15 Nov 2021, 09:00 WIB

Penggalangan Dana dari IPO Saham Tumbuh 518 Persen

Jumlah calon perusahaan tercatat saham dalam pipeline naik sebesar 45 persen

JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penggalangan dana melalui mekanisme penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) tumbuh signifikan pada tahun ini. Hingga 12 November 2021, penggalangan dana dari instrumen saham mencapai Rp 32,26 triliun.

"Apabila dibandingkan periode yang sama pada 2020, penggalangan dana dari pencatatan saham mengalami kenaikan sebesar 518 persen," kata Direktur Penilai Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, akhir pekan lalu.

Pertumbuhan positif juga terjadi pada penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang hingga posisi 12 November 2021 jumlahnya telah mencapai Rp 83,3 triliun. Menurut Nyoman, penggalangan dana melalui penerbitan instrumen ini mengalami kenaikan sebesar 14,3 persen.

Sejalan dengan itu, Nyoman menyampaikan, jumlah calon perusahaan tercatat saham dalam pipeline naik sebesar 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, nilai penerbitan EBUS diperkirakan akan naik sebesar 81,3 persen.

"Berdasarkan data di atas, kami optimistis prospek dan target penggalangan dana di pasar modal Indonesia pada 2022 akan lebih baik," tutur Nyoman.

Selain itu, faktor perkembangan kondisi normal baru yang semakin kondusif dan pemulihan ekonomi nasional diyakini akan menjadi sentimen positif. Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 5,2 persen pada 2022 dinilai akan mendorong korporasi melakukan ekspansi bisnis dan mencari pendanaan dari pasar modal.

Nyoman menjelaskan, beberapa indikator pasar modal seperti pertumbuhan jumlah investor dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami perkembangan yang baik sepanjang 2021. Jumlah investor di pasar modal Indonesia per Oktober 2021 mengalami kenaikan sebesar 74,1 persen (ytd) dan IHSG naik sebesar 9,6 persen (ytd).

Nyoman berharap, perkembangan positif dari beberapa indikator pasar tersebut dapat terus berlanjut dan meningkat pada tahun depan. Dengan demikian, indikator positif itu bisa membawa optimisme dan menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan penggalangan dana di pasar modal.


×