Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berfoto bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) dan Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem Jan Darmadi (kiri) saat hadir dalam peringatan HUT ke-10 Partai NasDem | ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Kabar Utama

12 Nov 2021, 03:45 WIB

Nasdem Janji Loyal kepada Jokowi

Partai Nasdem dan PDIP adalah dua mesin utama pendukung Jokowi menjadi presiden sejak 2014.

JAKARTA -- Partai NasDem menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Partai NasDem di gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11).

Di hadapan Presiden Joko Widodo yang hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menuturkan bahwa Partai NasDem merupakan sahabat bagi pribadi Presiden Jokowi. 

"Arti seorang sahabat berulang kali saya katakan, adalah bisa menerima segala kelebihan dan segala kekurangan yang ada," kata Paloh di Peringatan HUT ke-10 Partai NasDem, Kamis (11/11). 

Karena itu, Paloh menegaskan kesiapan Partai Nasdem untuk tetap mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo sampai masa jabatannya berakhir. Bahkan jika diperlukan, Paloh memberi sinyal, NasDem siap diajak bertukar pikiran mencari calon pemimpin setelah era Jokowi.

 "Boleh diajak, boleh kita bersama, tapi kalaupun kita berpisah berbeda, satu komitmen Nasdem, kebersamaan dan kecintaan kita tidak akan pernah  terpupus dimanapun kita berada," ujarnya. 

photo
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) saat menghadiri peringatan HUT ke-10 Partai Nasdem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Acara tersebut mengusung tema Satu Dekade di Jalan Restorasi. - (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Paloh menegaskan, Nasdem akan kembali kembali mendukung Jokowi presiden kalau masa jabatan presiden tidak dibatasi dua periode oleh konstitusi. "Karena pasti iramanya, tone-nya sama dari atas sampai bawah, dari pimpinan sampai kader paling rendah, jawabannya satu, ya pasti Jokowi kembali," kata Paloh.

Partai Nasdem dan PDIP adalah dua mesin utama pendukung Jokowi menjadi presiden sejak 2014. Bahkan dibanding PDIP, Nasdem saat itu lebih dulu menyorongkan kemungkinan Jokowi, yang ketika itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, untuk maju ke pemilihan presiden.  

Namun demikian, Paloh memastikan NasDem memiliki komitmen yang sama untuk patuh terhadap konstitusi. Begitu juga dengan Presiden Jokowi "Kita punya komitmen yang sama. Presiden Jokowi juga mempunyai moralitas komitmen yang sama, untuk menghargai konstitusi. Untuk menjaga konstitusi," ungkapnya. 

Selain itu, tugas lainnya yang harus dilakukan Partai NasDem adalah bagaimana tetap mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi hingga selesai. Hal tersebut dinilai penting agar jalannya administrasi pemerintahanya tetap efektif sampai akhir masa jabatannya.

"Ini harus dikawal sepenuhnya dengan seluruh komitmen, kejujuran hati kita, kesiapan hati kita," tegasnya. 

Paloh juga menyerukan kepada seluruh fungsionaris, kader, dan anggota partai Nasdem di seluruh tanah air untuk meneguhkan semangat perubahan untuk merestorasi Indonesia. Menurutnya semangat tersebut harus dimulai dari perilaku diri sendiri.

 "Tetaplah memberikan sesuatu yang terbaik untuk kemaslahatan masyarakat dan rakyat bangsa ini," ucapnya.   

"Bersiaplah untuk bersama-sama saling bahu membahu dengan institusi partai-partai politik dengan latar belakang apapun itu. Untuk satu semangat yang sama, membangun negeri ini untuk kemajuan masa depan anak cucu kita,"  imbuhnya. 

Surya Paloh, juga menegaskan bahwa keputusan Nasdem mendukung Jokowi sejak awal adalah keputusan yang tepat. Ia menilai Presiden Jokowi adalah pimpinan yang mau menerima masukan dan kritik serta bisa mengharumkan nama bangsa. "Jadi tidak salah, tepat sekali ketika sejak awal kita mendukung presiden Jokowi tanpa syarat," imbuhnya disambut tepuk tangan undangan yang hadir. 

Sebaliknya, Jokowi dalam acara tersebut menyatakan bahwa ia meyakini kekuatan yang dimiliki Partai Nasdem akan sangat menentukan stabilitas pemerintahan ke depan. Selain itu, kata Jokowi, dukungan Nasdem juga penting dalam menjaga stabilitas politik di Tanah Air.

“Saya kira bahwa stabilitas politik sangat penting sekali sekarang ini dan dukungan Nasdem seperti disampaikan bapak ketua saya kira juga diperlukan,” tambahnya. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat HUT Partai Nasdem yang ke-10. 

Ia juga mendorong agar bangsa Indonesia mulai membangun rasa percaya diri dan optimisme sebagai bangsa pemimpin. Jokowi tak ingin masyarakat Indonesia masih memiliki mental inlander atau mental terjajah sehingga sulit untuk merasa percaya diri dan membangun optimisme. 

photo
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Acara tersebut mengusung tema Satu Dekade di Jalan Restorasi. - ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

“Jangan sampai kita kehilangan orientasi itu. Dan itulah yang dinamakan gerakan perubahan, gerakan restorasi, ya di situ,” tambahnya. 

Ia melanjutkan, bangsa Indonesia memiliki banyak sejarah kejayaan dari para pendahulu. Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia pun melalui sebuah perjuangan yang panjang. Selain itu, kata dia, Indonesia juga kaya dengan warisan peradaban dan juga ajaran budi pekerja. Hal itulah yang menjadi kunci untuk memperkuat identitas dan karakter bangsa. 

“Sehingga kita bisa mewarisi kearifan-kearifan lokal untuk mengelola kehidupan kita secara baik, ada seni dan budaya yang kita miliki yang sangat beragam,” kata dia. 

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai lewat pernyataan kemarin Paloh memang ingin menunjukan bahwa NasDem loyal dengan Jokowi. "Itu kan sebenarnya sindiran-sindiran saja, bahasa-bahasa bersayap, itu kan majas gitu ya. Kan kalau boleh, diundang-undang kan nggak boleh (lebih dari dua periode)," kata Pangi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11). 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Partai NasDem (official_nasdem)

"Tetapi bahwa bagi NasDem tetap Jokowi di hati NasDem, di hati Surya Paloh bersahabat, tetap ingin berjuang selanjutnya, maksudnya pilihannya NasDem kalau bisa sama dengan pilihan Jokowi kan gitu kedepannya, sama berjuang bersama," ia menambahkan.

Pangi juga melihat pernyataan tersebut tidak bisa ditafsirkan bahwa Partai Nasdem mendukung wacana tiga periode. Menurutnya Paloh hanya ingin menunjukan bahwa Nasdem masih mencintai Jokowi.

"Nggak mau meninggalkan Jokowi. Cuma kan dalam tradisi politik kita kan basa-basi itu penting kan, untuk menyenangkan Presiden kan wajar," ujarnya. 

Pangi juga melihat Paloh pandai dalam memilih diksi dalam orasinya. Sehingga tidak heran jika pernyataannya tersebut mampu menarik simpati Jokowi. "Bayangin aja 'kalau nggak dihambat konstitusi kita akan dukung lagi', berarti kan mungkin Pak Jokowi punya agenda juga, mungkin dianggap Nasdem agak-agak nakal kemarin, atau Nasdem agak-agak kurang apa, tapi akhirnya dengan menggunakan bahasa itu kan menunjukan bahwa Nasdem itu loyal nggak nakal," ia menambahkan.


×