Platform Fita untu promosi gaya hidup luas kepada masyarakat. | Dok Telkomsel

Inovasi

11 Nov 2021, 16:15 WIB

Akses Luas Gaya Hidup Sehat

Teknologi bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan upaya promosi pentingnya menjaga kesehatan.

Banyak hikmah yang bisa didapat selama masa pandemi berlangsung. Salah satunya, adalah semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Dengan transformasi digital yang saat ini dapat ditemui dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, sektor promosi kesehatan kini juga makin dilirik masyarakat. Pada Rabu (10/11), Telkomsel merilis platform aplikasi kesehatan, Fita, sebagai upaya meningkatkan kesadaran pola hidup sehat bagi masyarakat.

Fita merupakan aplikasi lokal Indonesia yang berfokus pada edukasi dan promosi pola hidup sehat. Di aplikasi ini, pengguna dapat memanfaatkan beragam fitur untuk menunjang gaya hidup sehat.

Mulai dari, video resep makanan sehat, video olahraga, pencatatan jumlah langkah harian, berbagi bersama komunitas dan ahli kesehatan bersertifikat, tip kesehatan, monitor jumlah kalori, hingga mengumpulkan poin yang nanti dapat ditukar hadiah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam acara peresmian aplikasi Fita yang digelar secara virtual menjelaskan, pandemi telah mengajarkan pentingnya transformasi digital dan menjaga kesehatan. “Dinamika ini membuat perusahaan, seperti Telkomsel tak bisa lagi mengandalkan bisnis model lama dan harus bertransformasi,” ujarnya.

Menurut Erick, saat ini, lansekap usaha rintisan di Indonesia mencatatkan ada enam unicorn dan satu decacorn. Besarnya potensi sumber daya manusia dengan bonus demografi, pendanaan, dan akses distribusi, membuat Indonesia setidaknya memiliki 25 unicorn di masa depan.

Untuk mencapai target ini, tentu diperlukan usaha kolaboratif dengan para founder yang ada di Tanah Air. “Ke depan, industri teknologi harus dapat terus dioptimalkan manfaatnya untuk kepentingan bagsa,” ujarnya.

Minat Olahraga Tinggi

photo
Aplikasi Fita - (Dok Telkomsel )

Menurut riset yang dilakukan Garmin, selama masa pandemi kegiatan jalan kaki cenderung berkurang. Namun, olahraga yang dilakukan di dalam ruangan trennya mengalami peningkatan.

Riset ini, dilakukan Garmin dengan mengintegrasikan data pengguna secara anonim melalui pemantauan kesehatan selama 24 jam. Melalui data ini, Garmin mengamati aktivitas fisik pengguna Garmin di Asia untuk memberikan gambaran terkait kondisi kesehatan masyarakat selama pandemi.

Perubahan perilaku masyarakat yang makin peduli kesehatan ini, ditangkap Telkomsel sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi di bidang kesehatan. Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengungkapkan, minat masyarakat untuk melakukan olahraga selama di rumah, mengalami peningkatan signifikan selama pandemi.

Menurut Hendri, kehadiran aplikasi Fita merupakan upaya untuk mengembangkan portofolio layanan Telkomsel. “Fita hadir untuk menerapkan kebiasaan baik hidup sehat di tengah masyarakat luas. Saat ini, sebagai solusi terdepan untuk mendorong pencegahan Covid-19 di di tahap awal, aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 300 ribu lebih pengguna,” ia melanjutkan.

Menerapkan pola hidup sehat, memerlukan komitmen dan disiplin tinggi. “Di sinilah aplikasi Fita hadir untuk membantu masyarakat yang memerlukan pemahaman dan bimbingan,” ungkap Chief Executive Officer Fita, Reynazran Royono.

Menurutnya, aplikasi kesehatan telemedicine sudah mulai ramai dan diminati masyarakat. Jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk terhubung dengan layanan kesehatan.

Namun saat ini belum banyak platform yang menekankan kontennya kepada pencegahan. “Fita hadir untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan baik, mendorong masyarakat untuk dapat menerapkan hidup lebih sehat, sehingga tidak mudah terserang penyakit sebagai bentuk pencegahan,” Reynazran melanjutkan.

Untuk mendaftar pada aplikasi Fita, pada tahap awal pengguna diwajibkan untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi fisik dan tujuan kesehatan yang ingin diraih. Kemudian, pengguna akan diberikan tugas harian yang harus diselesaikan.

Tugas-tugas ini, bertujuan membangun kebiasaan baik, agar terbentuk pola pikir yang merupakan langkah awal terciptanya pola hidup sehat. Reynazran menjelaskan, Fita menawarkan program yang terpersonalisasi untuk setiap pengguna.

Ke depan, Fita memiliki target untuk menjadi the leading health-tech company yang berfokus dalam menyuguhkan solusi pencegahan agar masyarakat terhindar dari penyakit. Inovasi teknologi pun menjadi merupakan kunci pengembangan Fita dalam satu tahun ke depan.

“Fitur yang ada akan dilengkapi oleh AI technology untuk mencapai tingkat akurasi yang maksimal. Misalnya, pengguna bisa mengunggah foto makanan yang ia konsumsi untuk mendapatkan macronutrients. Kemudian, AI di kamera perangkat untuk memantau latihan dan menerapkan gamifikasi agar pengguna kian termotivasi,” Reynazran mengungkapkan. 

 

 
Indonesia kerap dihadapkan oleh berbagai macam penyakit seperti hipertensi, kardiovaskular, diabetes, dan masyarakat yang masih terpaku pada pola hidup yang tidak sehat. Dilansir dari Riskesdas 2018, lebih dari 63 juta penduduk Indonesia menyandang hipertensi. Penyakit ini menjadi salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit lainnya. Fakta lain mengemukakan, data dari Kementerian Kesehatan edisi Oktober 2020 mengungkapkan, dari 1.488 pasien Covid-19, 34,5 persen di antaranya merupakan pasien penderita diabetes melitus.
 
   


×