Pekerja yang didatangkan dari Inggris melakukan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (3/11/2021). | ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Olahraga

10 Nov 2021, 03:45 WIB

Indonesia Tetap Bisa Gelar Turnamen Internasional 

Berbagai turnamen atau kejuaraan internasional akan tetap digelar sesuai jadwal.

JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA) tidak akan menghentikan event olahraga internasional yang bakal digelar di Tanah Air. Berbagai turnamen atau kejuaraan internasional akan tetap digelar sesuai jadwal.

Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) dipastikan terus bekerja untuk memenuhi semua hal yang diminta WADA. Ada berbagai turnamen internasional yang akan digelar di Indonesia.

Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2021, SimInvest Indonesia Open 2021, dan BWF World Tour. Selain itu, akan ada World Superbike (WSBK) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Event olahraga itu dipastikan tetap jalan," kata Amali kepada Republika, Selasa (9/11). 

Pemerintah, menurut menpora, terus berupaya memfasilitasi hal-hal yang dibutuhkan LADI untuk memenuhi permintaan WADA. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa ikut campur terlalu dalam untuk menjaga independensi LADI. 

Wakil Ketua Umum LADI, Rheza Maulana mengatakan, pihaknya terus bekerja untuk melengkapi tuntutan WADA. LADI fokus melakukan pengambilan sampel doping di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021. "Target sampel sekitar 200 dengan rentang waktu selama sepekan ke depan," kata Rheza, Selasa (9/11).

Proses pengambilan sampel Peparnas dilakukan dengan supervisi dan monitoring oleh Lembaga Antidoping Jepang (JADA) secara jarak jauh (virtual dan surel) dan akan dipantau progresnya via sistem ADAMS (sistem pelaporan testing di WADA). "Setelah peparnas selesai, LADI fokus mengejar out of competition testing (OOCT) 2021 yang belum terlaksana untuk kuartal III dan IV. Setelah itu semua tercapai, LADI akan mengajukan evaluasi ulang terhadap status non-compliance LADI terhadap WADA," katanya.

WADA sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada LADI karena dianggap tak patuh terkait pengiriman sampel tes doping. Dampak dari sanksi itu telah dirasakan Indonesia saat menjuarai Piala Thomas 2020 pada pertengahan Oktober lalu. Indonesia merayakan kemenangan tanpa bendera Merah Putih. 

Ketua Bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy menyatakan, dua turnamen internasional yang akan bergulir pada pertengahan November ini tetap berjalan sesuai jadwal. Ia menepis anggapan turnamen bakal batal menyusul hukuman dari WADA terhadap LADI. 

"Sejauh ini tidak ada perubahan dan turnamen berjalan on the track. Turnamen Indonesia Masters dan Indonesia Open sudah masuk kalender BWF sejak jauh-jauh hari, sebelum munculnya kasus sanksi WADA," katanya saat dihubungi Republika, Selasa (9/11).

Jika tak ada halangan, Indonesia Masters akan digelar di Bali pada 16-21 November 2021. Sementara, Indonesia Open juga dihelat di Pulau Dewata pada 23-28 November. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Luar Negeri PBSI Bambang Roedyanto sudah menyatakan, Indonesia Masters dan Indonesia Open tetap berjalan. Izin dari BWF terhadap tiga turnamen internasional di Indonesia menjadi landasan kuat supaya agenda tetap berjalan sesuai jadwal.

Hal ini sekaligus membantah kemungkinan pembatalan acara akibat tidak patuhnya LADI terhadap peraturan WADA.  


×