Lifter Papua Oktovianus F Itlay (dua kiri) membawa obor api Peparnas XVI Papua bersama masyarakat adat di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (2/11/2021). | ANTARA FOTO/Indrayadi TH/foc.

Kabar Utama

05 Nov 2021, 03:50 WIB

Pesta Olahraga Atlet Difabel Siap Digelar 

Antisipasi pencegahan tetap dilakukan selama Peparnas XVI Papua berlangsung.

JAKARTA -- Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua akan dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (5/11) malam. Acara pembukaan Peparnas dijanjikan tak kalah meriah dari pembukaan PON XX Papua. 

Peparnas Papua bakal berlangsung hingga 15 November. Ada sebanyak 1.935 atlet dari 33 provinsi yang berpartisipasi untuk memperebutkan 2.812 medali, terdiri atas 861 emas, 861 perak, dan 1.090 perunggu. 

Pesta olahraga bagi atlet difabel ini mempertandingkan 12 cabang olahraga, yaitu angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy, tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja. Pertandingan digelar di Kota dan Kabupaten Jayapura

Ketua Opening and Closing Ceremony (OCC) Peparnas XVI Papua Toton Hutomi mengatakan, pihaknya bakal menyajikan pesta cahaya dari ratusan drone. Itu sesuai dengan tema upacara pembukaan, yaitu “Cahaya dari Timur Papua”. Ia memastikan, konsep pembukaan Peparnas akan sangat berbeda dengan upacara pembukaan PON XX Papua yang sudah selesai Oktober lalu. 

photo
Perenang Marinus Melianus Yowei (dua kiri) membawa obor Peparnas XVI Papua di halaman Gedung Negara, Jayapura, Papua, Kamis (4/11/2021). Obor Peparnas XVI Papua akan diarak hingga ke Stadion Mandala yang menjadi lokasi pembukaan Peparnas pada 5 November 2021. - (ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp.)

"Kita akan menjadi saksi sejarah di Stadion Mandala. Langit Papua akan berpendar cahaya dari kombinasi lampu LED, kembang api, dan ada lighting show dari 500 drone. Ini akan berbeda dari PON," kata Toton dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/11). 

Ia menyampaikan, panitia mendatangkan ratusan drone dari Kalifornia dan Dubai untuk menyukseskan acara pembukaan. Pilot atau operator drone tersebut juga didatangkan dari Eropa dan Singapura. 

Selain pertunjukan cahaya, panitia menyajikan pentas musik dari seniman Tanah Air, seperti Addie MS, Anggun, Nowella, dan Edo Kondologit serta pegiat seni lokal Papua lainnya. Seperti pada PON, Peparnas juga akan diramaikan dengan tarian tradisional yang sudah mendapatkan arahan langsung dari para antropolog dan budayawan setempat. 

"Ada 950 penari yang kami undang dari berbagai sanggar dan sekolah. Mereka sudah berlatih selama tiga bulan. Konsep (tarian) akan mewakili lima wilayah adat Papua," ujarnya. 

Toton berharap kesuksesan upacara pembukaan Peparnas akan menjadi tonggak sejarah dalam gelaran olahraga di Tanah Papua. Menurut dia, Jayapura sudah layak menjadi salah satu representasi Indonesia dalam menghelat agenda besar. 

photo
Suasana persiapan venue pembukaan Peparnas XVI Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Kamis (4/11/2021). Peparnas Papua berlangsung pada 5 November hingga 13 November mendatang. - ( ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.)

Toton menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tenaga medis dan aparat keamanan untuk mendukung keberlangsungan acara. "(Acara) ini sekaligus menempatkan Jayapura sebagai salah satu kota elite dunia dalam upacara pembukaan. Semua yang ditampilkan tidak akan kalah dengan (pembukaan) Olimpiade Tokyo karena setidaknya ada 2.800 orang yang terlibat dalam agenda ini," ucapnya. 

Wakil Ketua II PB Peparnas Hans Hamadi mengatakan, persiapan penyelenggaraan Peparnas Papua telah mencapai 100 persen. "Artinya, gelaran pesta olahraga nasional bagi kaum disabilitas yang diadakan setiap empat tahun ini siap digulirkan 2-15 November 2021. Secara keseluruhan atau administratif sudah siap 100 persen, hanya tinggal penyelenggaraan Peparnas saja," ujar Hans.

Dalam pelaksanaannya, Hans juga menyebut Peparnas Papua akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat sama seperti pada PON Papua. Selain itu, pihaknya menjamin semua fasilitas juga telah ramah disabilitas. Seperti saat kedatangan di bandara, PB Peparnas bekerja sama dengan Angkasa Pura menyiapkan jalur lereng (ramp) khusus untuk pengguna kursi roda. Pun demikian di arena pertandingan dan hotel yang bakal ditempati atlet.

"Semuanya ramah disabilitas, seperti yang direkomendasikan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia," ungkap Hans. Ia menambahkan, transportasi juga sudah dimodifikasi agar ramah disabilitas. 

Agar terjadi pemerataan prestasi, Peparnas menerapkan sistem kelas elite dan kelas nasional. Penerapan kelas tersebut diberlakukan di sejumlah cabang olahraga, yakni bulu tangkis, catur, judo, menembak, dan renang. Kelas elite wajib diikuti atlet nasional yang pernah terjun di kejuaraan internasional dan setiap atlet hanya dibolehkan turun bertanding di satu nomor.

Ada pula kelas nasional yang diikuti oleh atlet daerah dan nasional yang belum pernah ikut dalam pertandingan internasional. Ketentuan tersebut dibuat agar terjadi pemerataan prestasi bagi seluruh peserta Peparnas Papua.

Di ajang Peparnas Papua, Komite Nasional Paralimpiade Indonesia atau National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) juga sudah mengeluarkan ketentuan khusus soal penyebutan cabang olahraga. Salah satunya tentang penyebutan nama cabang olahraga tanpa menambahkan kata "para" di depannya.

Sebaliknya, beberapa cabang olahraga disematkan kata sesuai spesifikasi pesertanya, misalnya judo tunanetra, sepak bola cerebral palsy, tenis lapangan kursi roda, dan bulu tangkis kursi roda.

Pengamanan

Polda Papua menyatakan akan meningkatkan keamanan di sekitar arena penyelenggaraan Peparnas. Apalagi, upacara pembukaan bakal dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. 

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, pihaknya sudah melakukan geladi bersih untuk memastikan keamanan di tempat upacara. Kepolisian sudah menyiapkan 779 aparat gabungan yang terdiri atas personel Polda Papua, Polres Kota Jayapura, dan TNI. 

photo
Dua anggota Brimob berjaga di venue pembukaan Peparnas XVI Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Kamis (4/11/2021). Peparnas Papua berlangsung pada 5 November hingga 13 November mendatang. - (ANTARA FOTOANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.)

"Ada empat pintu yang akan dibuka di Stadion Mandala untuk masyarakat umum dan VVIP. Karena ada Wapres, kami menyiapkan ring satu sampai empat untuk keamanan di dalam dan di luar stadion," kata Ahmad, kemarin.

Selain keamanan, kepolisian melalui Dirlantas Polda Papua juga sudah membuat rancangan modifikasi akses jalan yang akan dibuka dan dialihkan. Menurut dia, hal itu berguna untuk memecah konsentrasi masyarakat di satu titik. 

Ahmad meminta masyarakat untuk menonton upacara pembukaan Peparnas dari rumah demi mencegah penularan Covid-19. Meski penyebaran virus korona perlahan mulai terkendali, ia berharap masyarakat tetap waspada. Untuk mencegah konsentrasi massa yang berlebihan, Polda Papua sudah menyiapkan layar besar yang menyiarkan acara secara langsung di beberapa titik strategis.

"Kami tidak menutup jalan, hanya mengalihkan. Kami berharap masyarakat menonton dari rumah meski sudah ada videotron di beberapa wilayah," ucapnya.

Tempat Isolasi Telah Disiapkan

Dinas Kesehatan Kota Jayapura bekerja sama dengan PB Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua menyiapkan gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 selama perhelatan Peparnas. Pesta olahraga bagi atlet difabel ini berlangsung pada 5-13 November 2021. 

photo
Sprinter Papua Saul Ramar berlatih menjelang Peparnas XVI Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Rabu (3/11/2021). Kontingen Papua menargetkan atlet mereka di cabang atletik dapat mendulang medali emas. - ( ANTARA FOTO/Gusti Tanati/app/foc.)

"Selama Peparnas XVI, penanganan untuk isolasi pasien Covid-19 sudah disiapkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Sri Nyoman Antari, seusai konferensi pers pembukaan Peparnas XVI di Jayapura, Kamis (4/11). 

Ia mengatakan, meski kasus Covid-19 di Kota Jayapura menurun, antisipasi pencegahan tetap dilakukan selama Peparnas XVI Papua berlangsung. Antisipasi dilakukan pemerintah daerah bersama PB Peparnas dengan meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan, seperti ketaatan memakai masker dan melakukan pemeriksaan antigen. 

Menurut dia, Dinkes Jayapura juga menyiagakan petugas khusus untuk melakukan tracing kepada para peserta Peparnas. "Penerapan prokes tetap menjadi prioritas utama selama perhelatan Peparnas XVI Papua," katanya. 

Ia berharap, warga Kota Jayapura yang menonton pembukaan Peparnas dibatasi kapasitasnya serta menerapkan prokes ketat selama pertandingan berlangsung. Berdasarkan data hingga Kamis (4/11), warga Kota Jayapura yang masih terpapar Covid-19 disebut sebanyak 11 orang, empat di antaranya merupakan kasus impor dari pekerja migran Indonesia di Papua Nugini.

Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (BPD-PHRI) Papua memastikan bakal menerapkan prokes  pencegahan Covid-19 secara ketat di penginapan, yang akan digunakan para kontingen Peparnas XVI Papua. "Kami terus menggaungkan pentingnya menjaga prokes. Untuk itu, kami bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota ataupun Provinsi Papua," kata Ketua Umum BPD PHRI Papua Syahrir Hasan. 

Ia mengatakan, PHRI telah meminta setiap hotel memastikan ketersediaan sarana-prasarana yang memadai, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, dan hand sanitizer di setiap pintu masuk.  Ketika berada di dalam hotel pun, lanjut dia, para atlet ataupun tamu lainnya diingatkan untuk taat penggunaan masker. 

Ia menyadari bahwa kesuksesan kedua ajang besar nasional, yakni PON XX yang sudah usai, disusul Peparnas XVI akan membawa dampak perubahan besar terhadap Bumi Cenderawasih. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk ikut andil dalam menyukseskannya.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru sebelumnya mengatakan, Kota Jayapura berhasil menurunkan level PPKM-nya dari yang sebelumnya berada di level 4 menjadi di level 2. Keberhasilan tersebut diraih berkat kerja bersama semua tim, baik dari TNI-Polri, kesehatan, masyarakat, tokoh agama, maupun satgas Covid-19.

Berdasarkan hasil rapat evaluasi Covid-19 yang digelar pada Selasa (2/11), pihaknya akan mempertahankan ketentuan pembatasan aktivitas selama November 2021. Seluruh aktivitas hanya diizinkan sampai pukul 22.00 WIT.  Ketentuan tersebut, lanjut Rustan, juga akan diterapkan selama perhelatan Papernas XVI Papua yang bertujuan agar jangan ada lagi klaster baru selama perhelatan Peparnas XVI Papua.

Sumber : Antara


×