Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Komandan Upacara Brigjen TNI Yusuf Ragainaga mengecek kesiapan pasukan pada upacara penetapan Komponen Cadangan Tahun Anggaran 2021 di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Bara | ANTARA FOTO/HO/Indonesia Defense Magz/pras/rw

Nasional

04 Nov 2021, 03:45 WIB

Prabowo-Puan Didorong Nyapres

Gerindra menegaskan Prabowo capres tunggal yang akan diusung di 2024.

JAKARTA -- Relawan yang menamakan diri Poros Prabowo-Puan menginginkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan Ketua DPR Puan Maharani dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, kedua tokoh tersebut merupakan sosok tepat untuk memimpin Indonesia periode 2024-2029.

Prabowo sebagai calon presiden pada 2014 dan 2019 dinilai masih memiliki elektabilitas yang tinggi. Kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan juga dinilai cukup memuaskan masyarakat. "Sosok Bapak Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi sebuah bangsa yang berdaulat, yang mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujar deklarator Poros Prabowo-Puan, Andianto di kawasan Matraman, Jakarta, Rabu (3/11).

Prabowo dinilai juga memiliki tujuan yang mulia dalam kemandirian ekonomi Indonesia. Khususnya dalam memberikan kesejahteraan dan keadilan kepada rakyat Indonesia. "Kemandirian ekonomi, dengan membuat rakyat bisa menikmati hasil dari kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia," ujar Andianto.

Puan juga dinilai juga menjadi sosok yang tepat menjadi calon wakil presiden dari Prabowo. Ia dinilai sebagai politikus perempuan yang sudah malang melintang di pemerintahan dan perpolitikan Indonesia. Apalagi Puan merupakan anak dari Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Serta cucu dari Presiden pertama Indonesia Soekarno.

photo
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) berswafoto bersama Ketua DPR Puan Maharani (kanan) dan Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto (kiri) seusai prosesi Pengukuhan Guru Besar, di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021). - (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

"Patut kita bangga dan syukuri bahwa ada generasi penerus dari sosok the founding father yang ingin melanjutkan cita-cita leluhurnya, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonenesia," ujar Andianto. Ia mengaku bakal segera berkomunikasi dengan PDIP dan Partai Gerindra untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

"Kami akan meminta kepada Prabowo dan kepada Puan, dan partai politik pendukungnya agar bersatu padu. Mari kita lakukan kebersamaan untuk membangun bangsa Indonesia ini lebih maju," ujar Andianto.

Aspirasi rakyat

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku pihaknya terus melakukan konsolidasi untuk mengupayakan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) di 2024. Ia menegaskan, capres dari partainya hanya satu, yakni Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Capres dari Partai Gerindra hanya satu, tunggal, namanya Prabowo Subianto," ujar Muzani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/11).

Ia enggan menjawab adanya deklarasi relawan yang mengatasnamakan Prabowo atau kader Partai Gerindra lainnya. Muzani hanya memastikan, pihaknya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat untuk mengusung Prabowo di Pilpres 2024. "Karena sisa waktu yang ada sudah 2,5 tahun berjalan harus lebih maksimal lagi. Sehingga itu yang sedang kami lakukan, termasuk kami juga sedang berupaya gimana Pak Prabowo bisa betul-betul menjadi capres," ujar Muzani.

Sementara, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuryanto merespons adanya banyak relawan mengatasnamakan Puan. "Kan relawan itu, orang-orang yang punya kedekatan, kita tidak tahu," ujar Bambang.

Ia pun belum menerima instruksi untuk tugas-tugas terkait pemenangan Pilpres 2024 dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Tugasnya saat ini adalah mengkonsolidasi dan merapatkan barisan para kader. "Barisan dulu, organisasinya untuk elektoral harus tertib dan itu kami jalani," ujar Bambang.

Sebelumnya, selain relawan Prabowo-Puan, juga muncul relawan Ganjarist yang mendorong Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Munculnya deklarasi ini berdekatan dengan insiden tak diundangnya Ganjar saat pengarahan pengurus PDIP Jateng yang dilakukan Puan. Bahkan, PDIP melalui Bambang Wuryanto mengingatkan Ganjar sudah terlalu jauh memikirkan Pilpres 2024.

Saat itu, Bambang mengaku, tak diundangnya Ganjar menjadi teguran agar Ganjar segera merapatkan barisan dalam instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal inilah yang dinilai sejumlah pihak sebagai kemunculan konflik internal untuk merebut tiket capres 2024 dari PDIP. Meskipun, Ganjar membantah tuduhan Ketua DPD Jawa Tengah Bambang Wuryanto tersebut.  


×