Sejumlah petugas dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan tiga | ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.

Nusantara

04 Nov 2021, 03:45 WIB

Tiga Tersangka Teroris Lampung Pengurus Yayasan Amal

Tiga tersangka disebut menggalang dana untuk kaderisasi organisasi teroris JI.

JAKARTA -- Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan tiga anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Lampung merupakan pengurus yayasan amal. Ketiganya sengaja melakukan menggalang dana untuk kaderisasi organisasi teroris tersebut.

"Jadi tiga orang anggota JI yang ditangkap kemarin dan hari ini, itu punya posisi sebagai ketua, sekretaris, dan bendahara lembaga amil zakat baitul maal," kata Ramadhan, Rabu (3/11). Tiga anggota JI yang ditangkap tersebut, yakni SU (61), S (59), dan DRS (46), merupakan pengurus yayasan amal Lembaga Amil Zakat (LAZ) BM ABA yang digunakan oleh kelompok JI untuk menggalang dana melalui program jihad global.

"Program jihad global JI ini merupakan sebuah program pengkaderan serta konsolidasi bagi Jamaah Islamiyah," terang Ramadhan. Tersangka SU merupakan anggota JI sejak 1998 menjabat sebagai Bendahara LAZ BM ABA.

Sedangkan tersangka DRS menjabat sebagai Sekretaris LAZ BM ABA dan pernah menjabat sebagai ketua pada periode 2018 hingga 2019 kemudian tahun 2020. "Saudara DRS mengetahui benar aliran dana penggunaan uang yang dikumpulkan oleh yayasan tersebut," katanya.

photo
Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). - (ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.)

Penangkapan SU dan DRS pada Senin (1/11) dan Selasa (2/11), merupakan pengembangan dari penangkapan S yang sudah terlebih dulu dibekuk Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada Ahad (31/10).

"Penangkapan ini merupakan pengungkapan dan pengembangan Lembaga Amil Zakat BM ABA Jakarta dan Medan," kata Ramadhan.

Ramadhan menyebutkan penggalangan dana merupakan sebuah kebutuhan organisasi JI untuk pengkaderan atau menyiapkan kader-kader dari organisasi JI melalui program jihad global. Dana yang terkumpul melalui penggalangan dana tersebut dikumpulkan JI untuk mengirimkan kader-kadernya berangkat ke daerah sasaran, seperti negara konflik di Suriah, Irak, dan Afghanistan.

"Tentunya pengiriman kader tersebut untuk melatih secara nyata kader-kader JI di lapangan. Ini untuk meningkatkan kemampuan pasukan tempur dari anggota JI dan meningkatkan kemampuan militer anggota tersebut," papar Ramadhan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (divisihumaspolri)

Selain itu, kata dia, tujuan dari program jihad global JI ini untuk membangun, menjalin hubungan, atau menjalin silaturahim, termasuk afiliasi dengan kelompok radikal yang ada di negara berkonflik. "Jadi negara konflik seperti Suriah dan Afghanistan, terjalinlah hubungan antarkelompok-kelompok tersebut di negara konflik," terangnya.

Ketiga anggota JI yang ditangkap tersebut menjalani pemeriksaan intensif di Polda Lampung untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut. Pendalaman dibutuhkan karena diketahui ketiganya memiliki aset yang cukup banyak.

Pada pengungkapan tindak pidana teroris sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri mengungkap yayasan amal lainnya yang digunakan kelompok teroris JI untuk menggalang dana, yakni Syam Organizer yang keberadaannya di Bandung dan Yogyakarta. 

Sumber : Antara


×