Pemain Manchester United merayakan kemenangan. | AP Photo/Frank Augstein

Olahraga

02 Nov 2021, 10:32 WIB

Laga Rumit MU

Selepas melawan Atalanta, MU akan berhadapan dengan Manchester City.

BERGAMO -- Manchester United (MU) tampil trengginas di Stadion Tottenham Hotspur saat menghajar tuan rumah tiga gol tanpa balas dalam laga pekan ke-10 Liga Primer Inggris 2021/2022, akhir pekan lalu. Hasil yang melegakan setelah skuad polesan Ole Gunnar Solskjaer sebelumnya terkapar 0-5 di Old Trafford saat meladeni Liverpool di liga domestik.

Menderita kekalahan telak dari rival abadi lebih dari sekadar kehilangan poin. Alarm bahaya berbunyi di kamar ganti MU. Untungnya Cristiano Ronaldo dkk merespons dengan baik dalam pertarungan di London. "Saya percaya bahwa beberapa hal terjadi karena suatu alasan dan kami harus bahagia untuk sore yang luar biasa ini. Kami menang 3-0 di partai tandang melawan tim sulit," kata Ronaldo, dikutip dari laman resmi MU.

Walau sejenak mengurangi tekanan kepada Solskjaer dan para pemain, MU tak lantas keluar dari masalah. Sebab, pertandingan penting sudah menanti. MU akan melakoni laga keempat Grup F Liga Champions kontra Atalanta di Stadion Gewis, Bergamo, Rabu (3/11) dini hari WIB. MU memuncaki klasemen dengan nilai enam, hanya unggul dua poin dari Atalanta dan Villarreal.

Laga kontra Atalanta ini hadir pada momen yang tak ideal untuk MU. Sebab, selepas melawan Atalanta, MU akan berhadapan dengan Manchester City. Kalah dari Atalanta membuat langkah MU menuju 16 besar terancam kandas. Sebaliknya, jika habis-habisan pada laga ini, Ronaldo dkk dikhawatirkan kehilangan taji saat meladeni City pada big match Liga Primer Inggris, Ahad (7/11) WIB. Selain pertaruhan gengsi, posisi MU bisa melorot dari peringkat kelima klasemen jika kalah dari City. Solskjaer pun akan kembali dalam tekanan untuk didepak dari kursi pelatih.

Di sinilah stabilitas MU diuji. Iblis Merah dituntut bermain stabil meski menghadapi lawan-lawan tangguh secara berurutan. Maklum, performa Iblis Merah naik turun dalam laga ketat.

Saat melawan Tottenham, Solskjaer menggunakan formasi 3-4-1-2. Pakem ini berhasil membuat the Lilywhites tak berkutik. Tiga bek tengah United, Victor Lindelof, Harry Maguire, dan Raphael Varane, dimainkan bersamaan. Mereka dibantu oleh dua bek sayap Luke Shaw dan Aaron Wan-Bissaka yang naik turun sepanjang 90 menit. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Manchester United (manchesterunited)

Kemudian, ada duet juru gedor senior, yakni Ronaldo dan Edinson Cavani. Tampaknya Solskjaer berpotensi menduetkan dua penyerang senior itu lagi untuk melawan Atalanta dan menggantinya pada babak kedua jika situasi memungkinkan.

Namun, apa pun formasinya, MU masih bergantung pada sepak terjang Bruno Fernandes. Pria Portugal itu bak motor permainan Iblis Merah. Solskjaer mengakui hal itu. Menurut dia, mata Fernandes tajam melihat pergerakan Ronaldo, Marcus Rashford, Cavani, atau Mason Greenwood. “Anda harus membiarkannya memberikan umpan. Dia menjadi lebih baik dalam pengambilan keputusan dan itu bagus," ujar juru taktik asal Norwegia ini.

Sayangnya, tidak setiap saat Fernandes berada dalam performa puncaknya. Para penggemar United boleh berharap gelandang serang mereka tampil impresif di Bergamo.

Pada saat yang sama, tuan rumah sangat fasih memakai formasi tiga pemain bertahan. Atalanta sudah terbiasa memakai pola tersebut. Sama seperti United, La Dea juga belum konsisten meraih hasil positif sepanjang musim 2021/22 bergulir. Teranyar, tampil di kandang sendiri, anak asuh Gian Piero Gasperini ditahan imbang Lazio.

"Saat ini, kami terlalu lama membutuhkan waktu untuk mengubah tekanan menjadi gol. Itu karena kurangnya ketepatan saat melepaskan operan terakhir," ujar Gasperini, dikutip dari Football Italia.

Artinya, ia tidak akan mengubah pendekatan. Armada Orobici selalu bermain dengan pressing tinggi. Mereka hanya perlu lebih akurat saat bekerja sama memasuki area pertahanan lawan.

Atalanta baru sekali meraih kemenangan kandang di pentas Seri A musim ini. Sebuah catatan buruk menjelang duel dengan United. Kedua tim sama-sama membidik hasil maksimal karena Villarreal diprediksi mampu menjinakkan Young Boys pada laga lain Grup F.

Pada pertandingan lain, tiga tim akan mengamankan tiket ke 16 besar lebih cepat jika meraih hasil positif pada matchday keempat. Bayern Muenchen akan lolos mewakili Grup E jika menaklukkan Benfica. RB Salzburg juga lolos ke babak gugur, minimal sebagai runner-up Grup G, jika membungkam Wolfsburg. Sementara itu, Juventus akan melaju ke fase knock-out mewakili Grup H jika minimal menahan imbang Zenit Saint Petersburg.


×