Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang kelas usai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMA Darul Hikam, Jalan Supratman, Kota Bandung, Senin (25/10/2021). Evaluasi akan dilakukan setelah tes PCR ke seluruh sekolah selesai. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Jawa Barat

29 Oct 2021, 03:45 WIB

Klaster PTM Bandung Terus Bertambah

Evaluasi akan dilakukan setelah tes PCR ke seluruh sekolah selesai.

BANDUNG -- Siswa dan guru yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan dinyatakan positif Covid-19 di Kota Bandung terus bertambah. Tercatat hingga Kamis (28/10) pagi, jumlah siswa dan guru yang positif Covid-19 mencapai 228 orang. Angka itu bertambah dari jumlah positif pada hari sebelumnya yang masih 117 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengatakan, jumlah sekolah yang sudah dilakukan pemeriksaan tes PCR sebanyak 181 dari total 212 sekolah yang menjadi sample tes PCR. Sampel yang sudah diperiksa 7.493, sedangkan hasil yang sudah keluar 6.737.  

"Jumlah yang sudah keluar 6.737 dengan hasil positif 228 orang, negatif 6.966," ujarnya, Kamis (28/10). Ia menuturkan, siswa yang positif sebanyak 213 orang dan guru 15 orang.

Ahyani mengatakan, sekolah yang siswa dan gurunya positif Covid-19 di atas 5 persen sebanyak 46 sekolah, 1 hingga 5 persen 48 sekolah, dan 0 persen 87 sekolah. Sedangkan sekolah yang masih menunggu hasil 14 sekolah.

photo
Pelajar menjalani tes usap PCR di SDN 025 Cikutra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat (22/10/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra mengatakan, kegiatan belajar mengajar 46 sekolah yang memiliki hasil Covid-19 di atas 5 persen akan dihentikan sementara. Pihaknya sendiri masih menunggu hasil seluruh tes PCR di seluruh sekolah. "Ya (46 dihentikan PTM)," katanya.

Ia melanjutkan, evaluasi akan dilakukan setelah tes PCR ke seluruh sekolah selesai. "Nanti kita evaluasi di akhir setelah 100 persen survei," kata dia.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya tetap mengacu kepada aturan bahwa sekolah yang memiliki hasil diatas 5 persen akan dihentikan PTM. Selanjutnya, dinas kesehatan melalui puskesmas akan melakukan trecing terhadap kontak erat. Pihaknya juga berencana melakukan tes PCR kepada seluruh sekolah untuk memastikan kondisi penyebaran Covid-19 di lapangan.

Pada Rabu, Dinkes Kota Bandung menutup seluruhnya 22 sekolah yang PTM. Hal tersebut seiring bertambahnya siswa dan guru yang terpapar Covid-19 menjadi 117 orang. Padahal pada Selasa, angka klaster PTM baru tersebut baru 84 siswa dan guru. 

Sedangkan Dinas Pendidikan Medan memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) khusus SD yang akan dimulai 1 November 2021 hanya untuk murid kelas empat, lima dan enam. "SD di buka hari Senin tanggal 1 November, langsung kita buka swasta dan negeri, tapi khusus kelas atas, empat, lima dan enam," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Medan, Topan Ginting, di Medan, Kamis.

Saat rapat persiapan PTM khusus SD, Topan sudah mengingatkan guru untuk lebih mematuhi prokes. "Memang dalam zoom meeting persiapan PTM SD di Medan, sudah diingatkan yang menjadi perhatian adalah guru. Karena guru harus diingatkan juga, mereka sadar dalam proses belajar mengajar benar-benar mematuhi protokol, jangan ada guru yang ditemukan tidak pakai masker saat mengajar di lingkungan sekolah," katanya.

Prokes, kata dia, sudah harusnya menjadi kebiasaan, sehingga tidak perlu diingatkan untuk memakai masker. "Ini memang harus menjadi kebiasaan sehingga tidak perlu diingatkan untuk memakai masker," katanya.

Selam tiga pekan menggelar PTM khusus SMP, Topan menyebut bahwa belum ada ditemukan kasus baru. "Belum ada kasus baru saat PTM, sampai hari ini belum ada laporan, sudah tiga minggu dibuka PTM untuk SMP, belum ada ditemukan klaster di sekolah," urainya.

Sebelumnya Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan bahwa jumlah murid SD yang bisa mengikuti PTM dibatasi maksimal delapan orang per kelas. ';

×