Tukang becak mengikuti vaksinasi keliling Covid-19 oleh BIN di Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/10/2021).Pengelola destinasi wisata mesti disiplin prokes dan aplikasi PeduliLindungi jelang libur Nataru. | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

29 Oct 2021, 03:45 WIB

Destinasi Wisata Diminta Perketat Prokes dan PeduliLindungi

Pengelola destinasi wisata mesti disiplin prokes dan aplikasi PeduliLindungi jelang libur Nataru.

JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para pengelola destinasi wisata dan taman rekreasi disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan aplikasi PeduliLindungi jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022. Hal itu sebagai langkah preventif agar tidak terjadi gelombang Covid-19 selanjutnya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, saat ini Indonesia telah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19. Hal itu perlu dijaga dengan berbagai cara dan usaha agar tidak ada gelombang ketiga seperti yang dialami oleh negara-negara lain.

“Dalam libur nataru (Natal dan Tahun Baru), jangan sampai momentum ini memicu kasus baru. Kami mengimbau agar kita sama-sama meyakinkan untuk tetap saling menjaga bangsa ini agar pandemi tidak berkelanjutan, untuk itu perlu kedisiplinan bersama,” katanya dalam Siaran Pers Kemenparekraf, Kamis (28/10).

Menurut Fadjar, aplikasi PeduliLindungi hanya alat untuk melakukan testing, tracing, dan treatment. Poin utamanya tetap berkomitmen dalam melaksanakan protokol kesehatan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, pengelola dan pengunjung serta seluruh elemen lainnya.

 

“Pengendalian terhadap kesehatan dan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dalam hal pembukaan usaha harus seimbang seperti halnya berkendara. Kapan harus injak gas dan kapan harus injak rem,” ujar dia.

Pemerintah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19 pascalibur nataru. Di antaranya dengan memangkas cuti bersama pada 24 Desember 2021. Selain itu, terdapat larangan untuk mengambil cuti dengan memanfaatkan momentum hari libur nasional bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pemerintah Provinsi Lampung melarang ASN mengambil cuti pada liburan nataru 2022. Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak serta merta memberikan izin pada hari libur nataru tersebut.

“Kepala OPD tidak memberikan izin kepada ASN yang meminta izin cuti liburan, kecuali keperluan dan kebutuan mendesak akan dipertimbangkan,” kata Fahrizal Darminto di Bandar Lampung, Kamis (28/10). 

photo
Warga negara asing (WNA) bersiap menyeberang ke Labuan Bajo, NTT dengan menggunakan kapal pinisi di Pelabuhan Serangan, Denpasar, Bali, Kamis (28/10/2021). Penyeberangan menuju ke Pulau Nusa Penida, Pulau Gili Lombok, NTB dan Labuan Bajo, NTT melalui pelabuhan tersebut mulai ramai sejak awal Oktober 2021 dengan rata-rata 50-100 wisatawan per hari. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Sedangkan Pemerintah Provinsi DIY menyatakan akan memperketat mobilitas masyarakat saat libur Nataru jika ditemukan klaster penularan Covid-19. Saat ini, penambahan kasus harian positif Covid-19 di DIY masih terus menunjukkan tren penurunan di bawah 50 kasus.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap agar tidak ada klaster baru penularan Covid-19 yang ditemukan menjelang dan saat libur Nataru. Terlebih, pemerintah pusat juga telah memangkas cuti bersama libur Nataru untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

"Kalau sekarang tidak terjadi klaster, harapan saya nanti di Nataru mungkin kondisinya akan lebih baik. Kalau jadi klaster, mungkin kita akan memperketat di Tahun Baru maupun Natal," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Rabu (27/10).

Saat ini, wisatawan sudah mulai banyak berdatangan ke DIY. Sultan menuturkan, pembatasan wisatawan yang akan datang ke DIY tidak dapat dikontrol.

Walaupun begitu, pembatasan hanya dapat dilakukan di destinasi wisata dengan membatasi jumlah wisatawan yang masuk sesuai aturan di masa PPKM level 2. Namun, ia berharap agar tidak muncul klaster baru penularan Covid-19, terlebih di masa PPKM level 2 saat ini ada kelonggaran untuk membuka destinasi wisata.

"Saya berharap ini tidak ada klaster, dengan tidak ada klaster mungkin nanti menghadapi Nataru kita lebih mudah memprediksi," ujarnya.

Hingga saat ini, di DIY belum ditemukan adanya klaster di destinasi wisata. Sultan juga meminta seluruh lapisan masyarakat maupun wisatawan untuk tetap menjalankan prokes pencegahan Covid-19 untuk mengantisipasi munculnya klaster baru. "Saya kira prokes itu tetap dijaga, itu tetap kunci (utama pencegahan Covid-19)," kata Sultan.


×